Bagaimana Mencapai Tujuan Kalian dengan Mursyid Kalian

1535373_600649749989382_388933627_n

Seseorang mendatangi seorang Grandsyekh dan mengetuk pintunya.  Grandsyekh itu bertanya, “Siapa di sana?”
“Ibrahim,” kata orang itu.  “Ini aku.”

“Aku, aku, aku, selalu mengatakan aku,” kata Grandsyekh.  “Aku?”  Grandsyekh berkata, “Tempatku hanya untuk seorang, bukannya dua.  Pergilah.”

Jadi orang itu harus pergi.  Setelah satu tahun, ia berusaha lagi.  Ia datang dan mengetuk pintunya.

“Siapa di sana?” tanya Grandsyekh.

“Kau, kau,” jawabnya kali ini.

“Karena engkau mengatakan, “kau,” sekarang kau boleh masuk,” kata Grandsyekh.

Oleh sebab itu, kondisi pertama bagi seseorang yang ingin mencapai kedamaian sejati adalah bahwa ia harus menyerahkan dirinya, semua yang ia bawa, untuk diserahkan kepada mursyidnya.  Mursyidnya dapat mengambil dan membawanya.  Ketika kalian menyerahkan diri kepada mursyid kalian, itu adalah jalan untuk mencapai tujuan kalian.

Bayangkan sebuah pesawat.  Ia dapat membawa seratus atau dua ratus atau bahkan tiga ratus penumpang, tetapi ketika ia terbang kalian hanya melihat sebuah pesawat jet terbang.  Kalian tidak melihat tiga ratus orang di dalamnya; yang kalian lihat hanyalah sebuah pesawat yang sedang terbang.  Pesawat itu membawa semua orang di dalamnya, selesai.  Oleh sebab itu, ketika kalian mengambil seorang pemandu menuju tujuan kalian, kalian bisa berada di dalamnya; kalian dapat menyerahkan diri kalian kepadanya.  Kalian harus menganggap diri kalian sebagai sebuah tetesan dan ketika ia mencapai Samudra, ia bukan lagi berupa tetesan, selesai.  Kalian tidak lagi menjadi tetesan, tetapi menjadi Samudra.  Al-Fatiha.

Mawlana Shaykh Nazim’s Sohbah on how to reach your destination with your Guide

“Once a person came to a Grandsheikh and knocked at his door. The Grandsheikh

asked, 

“Who is there?”

“Ibrahim,” the man said. “It is I.”

“I, I, I, always saying I”, said the Grandsheikh. “I?” the Grandsheikh answered “My place is only for one, not for two. Go away.”

 

So that person had to go away. After one year however he tried again. He came and knocked at the door.

“Who is there?” the grandsheikh asked.

“You, you,” he answered this time

“As you said, “You,” you may now come in.” replied the Grandsheikh.

 

Therefore, the first condition for a person who is asking to reach real peace is that he

must give himself, all that he is carrying, to put it into his guide. His guide can take it

and carry it. When you are going to be in your guide that is the way to reach to your

destination.

 

Consider an airplane. It may hold one hundred or two hundred or even three hundred passengers, but when it flies you can see only one jet plane. You do not see the three hundred persons inside it; you can see only that it is a plane, flying. The plane takes all those people into itself, finished. Therefore, when you take a guide to your

destination, you can be in him; you can give yourself upto him. Your selfhood must be given up. You must consider yourself as a drop and when it reaches the Ocean there is no more drop – finished. You leave being that drop and you become the Ocean. 

Al Fatiha 

© Sufilive.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s