Bulan Purnama

988397_615167998537557_336595275_n

Shuhba Klasik As-Sayyid Mawlana Syekh Nazim Al Haqqani tahun 2010

“Pada setiap kemunculan Nabi, cahaya surgawi diberikan kepada manusia sedikit lebih banyak, hingga mencapai Nabi Musa (a).  Pada masanya terjadi bulan sabit, barangkali setengah sabit, tetapi itu sudah cukup.  Kemudian Allah mengutus Nabi Isa (a), yang datang dengan cahaya surgawi lainnya dan berusaha untuk menyebarkan cahaya itu di antara manusia dengan keramat yang sangat hebat, karena beliau adalah seorang mubasysyir, yang memberi kabar gembira mengenai kedatangan Khatamul Anbiya.  Oleh sebab itu beliau diberi keramat yang kuat dengan pemahaman yang sempurna, sehingga mustahil untuk disangkal, karena beliau memberi kabar gembira untuk Nabi Terakhir, Yang Terbaik, Yang Paling Sempurna!

Dan Bani Israil tidak dapat menerimanya, bahkan seorang mubasysyir, orang yang menyampaikan kabar gembira pun mereka tolak.  Mereka berkata, “Kami tidak menerimamu,” dan mereka melakukan yang terburuk dari mereka, yaitu mereka berusaha untuk  menyingkirkan sang mubasysyir yang menyampaikan kabar gembira mengenai kedatangan bulan purnama!  Kami tidak mengatakan bahwa mereka berusaha untuk “membunuhnya”, tetapi mereka ingin menyingkirkannya.  Mereka bisa saja mengambil tubuh fisik, tetapi mereka tidak dapat menyentuh hakikatnya karena pada hakikatnya beliau adalah pemberi kabar gembira mengenai kedatangan Nabi Terakhir.  Itulah asalannya bahwa Bani Israil menginginkan Musa (a) untuk menjadi yang terakhir, bahkan bukan untuk setiap orang, tetapi hanya untuk Bani Israil saja!  Padahal Tuhan Surgawi memberi Anugerah-Nya untuk seluruh umat, jadi mengapa mereka menolaknya?  Tidak bisa.  Dan mereka melakukan yang terburuk untuk Nabi Isa (a).  Allah (swt) mengangkat Nabi Isa (a) dan beliau menghilang.

Khatamul Anbiya, Sayyidina Muhammad (s) datang sebagai bulan purnama, bulan yang sempurna.  Setelah bulan purnama kalian tidak bisa lagi membayangkan ada bulan yang lebih sempurna.  Oleh sebab itu, jika seluruh umat, seluruh bangsa hingga masa yang kekal, bulan purnama itu sudah cukup untuk semua orang; tidak perlu lagi melihat ke sana, ke mari!”

“In the appeareance of every prophet, heavenly lights were granted to people a little bit more, and then reaching to Moses (a). In his time there was a crescent, perhaps it was a half-crescent, but it was enough. Then Allah Almighty sent Jesus Christ (a), who came with other heavenly lights and tried to spread that noor among people with such powerful karaamat, miracles, because he was mubashshir, giving good tidings for the coming of the Seal of Prophets (s)! Therefore, he was granted such strong miracles with perfect understanding, that it would be impossible to refuse, because he was giving good tidings for the Last One, for the Best One, for the Perfect One!
And the Children of Israel could not carry that, not even a person giving good tidings, mubashshir. They said, “We are not accepting you,” and they did what was worst for them: they tried to take away the mubashshir who is giving good tidings for the full moon! We are not saying they tried to “kill” him, but they were asking to take him away. They may take his physical being, but they can’t touch his real being as it brings good tidings for the Last One. That is the reason the Children of Israel were asking for Moses (a) to be the last one, and not even for everyone, to be only for the Children of Israel! And the Lord of Heavens gave His Divinely Heavenly Grants to all nations, so why try prevent it? It can’t be. And they did their worst for Jesus Christ (a). Allah Almighty took Jesus Christ (a) up and he disappeared.

The Seal of Prophets, Sayyidina Muhammad (s) came as a full moon, a perfect form. After the full moon you cannot imagine there is another perfect form. Therefore, if all the nations continue up to Eternity that full moon is enough for everyone; no need to look at this or that one!”

Al Fatiha

© Sufilive.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s