Kisah Sayyidina Abu Bakar (r) bersama Sekelompok Orang Kafir

1962882_632842613436762_2119586538_n

“Saya akan menceritakan sebuah kisah yang saya dengar melalui dua narasi yang berbeda, pertama dari Grandsyekh `AbdAllah (q) dan yang kedua dari sebuah hadits yang saya baca.  Sekelompok orang kafir mendatangi Sayyidina Abu Bakr ash-Shiddiq (r) dan bertanya, “Mengapa bila sekelompok Muslim akan melakukan salat, muncul berbagai macam gosip dalam pikiran mereka?”  Apakah kalian mempunyai gosip?  Segala jenis gosip dan bisikan muncul ke telinga.  Mereka berkata, “Tidak ada gosip atau hal-hal yang buruk yang masuk ke pikiran kami.  Tetapi untukmu, wahai Muslim, kami tahu berbagai macam gosip masuk ke dalam pikiran kalian.”

Jadi, sekarang kita duduk dan tidak ada yang masuk ke dalam pikiran kita, tetapi segera setelah kita mengucapkan, “Allahu Akbar” atau ketika kalian duduk melakukan zikir atau shalawat, segala jenis gosip masuk ke dalam pikiran.  Dan dalam narasi yang lain, sekelompok orang kafir mendatangi Nabi (s) dan mengajukan pertanyaan itu, lalu Nabi (s) berkata, “Yaa Abu Bakr ash-Shiddiq (r), jawablah pertanyaan mereka,” karena Nabi (s) tidak pernah berkata kepada seseorang dengan perkataan yang akan membuat mereka merasa tidak enak.  Itulah yang dikisahkan oleh Grandsyekh.  Narasi lain yang saya baca adalah bahwa mereka mengajukan pertanyaan itu langsung kepada Sayyidina Abu Bakr ash-Shiddiq (r).

Jadi Sayyidina Abu Bakr ash-Shiddiq (r) berkata, “Di satu sisi kalian mempunyai satu istana yang penuh dengan harta dan permata sementara di sisi lain kalian mempunyai gubuk.  Apakah seorang perampok akan mencuri dari gubuk itu, atau dari istana dulu? Tentu saja ia akan mencuri dari istana dulu.  Kalbu kalian bagaikan gubuk, tetapi kalbu orang-orang yang beriman adalah taman Surga yang penuh dengan zikrullah dan shalaat `ala an-Nabi (s), penuh permata dan harta, itulah sebabnya Setan datang kepada kami, ia tidak memerlukan kalian, karena kalian sudah tidak beriman.”

Tidak ada yang dapat mengambil tempatnya Setan itu!  Ia pergi dan membuat gosip lalu keluar dari kalbu manusia.  Hanya Nabi (s) yang membuat Setannya menjadi Muslim, sebagaimana beliau bersabda,

كان شيطاني كافراً فأعانني الله عليه حتى أسلم

Kaana syaythaanii fa-a`anani’llahu `alayhi hattaa aslam.

Setanku adalah kafir tetapi Allah menolongku hingga ia menerima Islam.

(Bayhaqi dalam Dalaa’il an-Nubuwwat)”

Al Fatiha

Salaam, Sayyid Mawlana Shaykh Hisham Kabbanis Sobah on Sayyidina Abu Bakr as-Siddiq (r) and the group of unbelievers 

“I will mention a story that I have heard narrated two ways, one from Grandshaykh `AbdAllah (q) and the other is a hadith I have read. A group of unbelievers came to Sayyidina Abu Bakr as-Siddiq (r) and asked, “Why is it that when a group of Muslims come to pray, all kinds of gossips come to their mind?” Do you have gossips? All kinds of gossips and whisperings come to the ears. They said, “We don’t have these gossips, these bad things enter our minds. We know that for you Muslims, all kinds of gossips come into your minds.” 

So we are now sitting and nothing is coming into our minds, but as soon we say “Allahu Akbar” or you are sitting doing dhikr or salawaat, all kinds of gossips come into the mind. And in another narration, a group of unbelievers came to the Prophet (s) and asked that question and the Prophet (s) said, “Yaa Abu Bakr as-Siddiq (r), you answer them,” as the Prophet (s) never said anything to someone that would make them feel bad. That is how Grandshaykh (q) narrated it. The other narration I read is that they asked the question directly to Sayyidina Abu Bakr as-Siddiq (r). 

So Sayyidina Abu Bakr as-Siddiq (r) said, “On the one side you have a palace full of wealth and jewels and on the other a shack. Will a thief steal from the shack or from the palace first? He will, of course, steal from the palace first. Your hearts are shacks, but the hearts of believers are gardens of Paradise full of dhikrullah and salaat `ala an-Nabi (s), full of jewels and treasures, and that is why Shaytan comes to us: he doesn’t need you, as you are already not believing.” 

No one can take that place of Shaytan! He goes and gossips and comes out of the hearts of people. Only the Prophet (s) made his shaytan Muslim, as he said: 

كان شيطاني كافراً فأعانني الله عليه حتى أسلم

Kaana shaytaanee fa-a`anane’llahu `alayhi hattaa aslam. 

My shaytan was an unbeliever but Allah assisted me until he accepted Islam. (Bayhaqi’s Dalaa’il an-Nubuwwat)” 

Al Fatiha

As-Sayyid Syekh Muhammad Hisyam Kabbani

© Sufilive.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s