Seorang Tuna Netra dengan Sekopnya 

10376935_674494392604917_6793196111537163750_n

“Dahulu kala, seorang Sultan sedang menginspeksi ibu kotanya untuk melihat posisi rakyatnya.  Ia melihat seseorang, seorang pengemis tuna netra.  Ia lalu memerintahkan pengawalnya, “Bawa dia ke tempat harta karunku, berikan dia sebuah sekop dan biarkan ia mengambil seberapa banyak yang dapat ia bawa dengan sekop itu.”  Pengawal lalu membawa setumpuk emas dan berkata padanya, “Ambillah sekop ini, dan ambillah emasnya seberapa banyak yang dapat kau bawa dengan sekop itu.”  Ia boleh mengambilnya, emas itu memang untuknya.  Tuna netra tadi datang dan berkata, “Apa yang harus kulakukan sekarang?” “Ambillah sekop itu dan di depanmu ada setumpuk emas.”  Ya.  Ia berusaha untuk mengambilnya, tetapi ia menggunakan sekopnya dengan terbalik.  Ia tidak mendapat apa-apa.  Ia lalu mencoba lagi dan sampai ketiga kalinya ia masih belum mendapat apa-apa.  Kemudian Sultan berkata, “Apa yang dapat kulakukan jika Tuhan Surgawi tidak rela memberikannya padamu?  Apa yang dapat kulakukan?  Kemudian Sultan memberinya sesuatu lalu menyuruhnya pergi.”

Sekarang begitu banyak orang datang dan meminta untuk mendengar, ya.  Sebagian dari mereka membawa sekop, dan matanya terbuka, mereka dapat mengambilnya.  Sebagian lagi, mereka melihat ke sana ke mari, dan tidak mendapat apa-apa; barangkali hanya satu atau dua kata yang dapat mereka ambil.  Tetapi orang yang memperhatikan, yang datang dengan sekop untuk mengambil setumpuk emas, untuk meraih sesuatu dari samudra ilmu surgawi, siapa yang benar-benar peduli untuk mengambilnya?  Sebagian dari mereka membawa secangkir kecil dan mengambil dari samudra itu, sebagian yang lain membawa cangkir besar dan mengambil lebih banyak lagi.

Wahai manusia!  Wahai para pendengar saya, kalian mendengar pada ilmu surgawi!  Oleh sebab itu, berhati-hatilah!  Pesan semacam itu sekarang sangat, sangat, sangat langka!  Itu adalah karunia dari Tuhan Surgawi untuk hamba-hamba-Nya karena mereka telah kehilangan Jalan Surgawi.  Tuhan Surgawi ingin menunjukkan mereka jalan sejati.”

Al Fatiha

As-Sayyid Mawlana Syekh Nazim An-Naqsybandi (q)

©Sufilive.com

 

Salaam, Sayyid Mawlana Shaykh Nazim An Naqshbandi (q) Sobah on the blind man and his shovel 

“Once upon a time, a sultan was inspecting his capital to see the position of his people. He saw one person, a blind beggar. He ordered his servants, “Take him to my treasure, give him a shovel and let him take how much he can carry on the shovel to be for him.” That person was bringing a heap of gold and saying to him, “Take the shovel and take how much you can carry on it.” He may take it; it is for him. That blind person is coming, saying, “What am I doing now?” “Take the shovel and in front of you is a heap of gold.” Yes. He was trying to take it, but he was using the shovel upside down. Nothing. He was coming a second time and trying once again. He was carrying that shovel, but nothing on it three times, and the sultan was saying, “What can I do if the Lord of Heavens is not happy to give to you? What can I do? But give something to him and send him away.” 

Now so many people are coming and asking to hear, yes. Some of them are bringing shovels and their eyes are open, taking. Some of them are looking here, looking there and taking nothing; perhaps one or two words they may keep. But who is the looking-one, coming with a shovel to take from a heap of gold, to reach something from heavenly knowledge oceans, who is taking care to take? Some of them are bringing a little cup and taking from that ocean, some of them are bringing big cups and taking much more. 

O People! O my listeners, you are listening to heavenly knowledge! Therefore, be careful! Such a message now, very, very, very rare! It is a grant from the Lord of Heavens to His servants because they lost the ways of Heavens. The Lord of Heavens is asking to show them real ways” 

Al Fatiha 

©Sufilive.com

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s