Koneksi Spiritual

10527739_667662626654066_8804354384395963646_n

Insya Allah, ini adalah sebuah teknik yang berguna bagi kalian semua setelah saya pergi meninggalkan kehadiran fisik kalian. Kalian akan memerlukan teknik ini, dalam kehidupan ini. Pertemuan fisik kita, satu sama lain berlangsung dari satu masa ke masa. Mustahil bagi seseorang untuk terus bersama, baik itu antara suami dan istri, orang tua dan anak-anak, antar saudara dan orang-orang yang dicintai. Seseorang bisa menginginkan agar ia tidak terpisah dari orang-orang yang dicintainya. Namun demikian yang tertulis tidaklah demikian. Firaq artinya perpisahan dan setiap orang dapat bertemu pada suatu waktu dan berpisah pada waktu lainnya. Sejauh menyangkut tubuh fisik kita, yang tertulis adalah bahwa kita tidak bisa terus bersama-sama. Itu tidak mungkin. Namun demikian secara spiritual kita telah diberi kekuatan dan teknik yang dapat digunakan oleh setiap orang untuk pertemuan semacam itu.

Hal ini adalah mungkin, karena spiritualitas kita mempunyai kemungkinan untuk terhubung. Ketika kita mengingat orang itu, sisi spiritual kita mampu terhubung dengan orang itu. Tipe hubungan ini mempunyai beberapa level. Para Awliya yang kamil (sempurna) selalu terhubung dengan Rasulullah (s). Setiap kali mereka ingin terhubung seperti itu dengan segera mereka akan mendapati diri mereka dalam Hadirat Suci Rasulullah (s). Mereka tidak pernah meninggalkan Hadirat Spiritual Rasulullah (s). Teknik ini dikenal dengan Hudhur Ma’Rasuul – yaitu koneksi dengan Nabi Suci Muhammad (s). Orang-orang yang tergabung di dalam tarekat melangkah ke arah ini untuk mendapatkan koneksi semacam ini.

Karena kita masih pemula, pertama kita harus berlatih yang mudah dulu. Teknik yang mudah ini adalah Hudhur-Ma-Syaykh; yaitu terhubung dengan Syekh kalian. Setiap kali kalian memikirkan Syekh kalian, kalian dapat mengatakan, “Aku berada dalam hadirat suci Grandsyekhku.” Pada awalnya kalian mungkin tidak akan melihatnya, tetapi kehadirannya akan terasa oleh kalian. Perasaan ini juga mempunyai level yang berbeda-beda. Koneksi yang sederhana adalah selalu merasakan kehadiran Syekh kalian kemudian secara bertahap kalian akan sampai pada level merasakan napas Syekh kalian. Kemudian lebih jauh lagi kalian dapat melihat Syekh kalian di hadapan kalian melakukan zikir “Allah, Allah” dan memberikan kekuatannya kepada kalian dan kalian dapat melihat dan mengikutinya. Kemudian kalian akan terusa berada dalam kehadiran Syekh kalian seumur hidup kalian. Setelah itu kalian akan mendapati diri kalian berada dalam kehadiran seluruh lingkaran para pecinta Grandsyekh kalian.

Lalu ketika koneksi itu menjadi sempurna kalian akan mampu melihat Syekh kalian duduk bersama kalian, datang bersama kalian, pergi bersama kalian, berada bersama kalian, berada di dalam diri kalian, dan mengelilingi kalian, dan Syekh berada pada kalian. Kalian akan berubah menjadi pribadi Syekh kalian. Ini dikenal dengan istilah Fana-u-fi-Syaykh. Kalian akan meninggalkan diri kalian sementara kepribadian dan kekuatan Syekh kalian akan muncul melalui diri kalian sehingga kalian menjadi wakil Syekh kalian. Kemudian Syekh kalian, melalui kepribadian itu akan membawa kalian kepada Hadirat Suci Rasulullah (s). Kemudian Rasulullah (s) akan membusanai kalian dalam tubuh spiritualnya dan kalian akan menjadi Wakil Rasulullah (s). Rasulullah (s) menjadi Zhahir, beliau (s) muncul melalui diri kalian. Kemudian Rasulullah (s) akan membawa kalian menuju Hudhur-al-Haqq (Hadirat al-Haqq, yaitu Hadirat Allah (swt)). Allah (swt) akan membusanai kalian dengan Nur-Nya sehingga kalian akan menjadi Fana-u-fillah. Kemudian kalian akan meninggalkan segala sesuatu dalam diri kalian sementara Cahaya Ilahi akan muncul pada diri kalian sehingga kalian akan menjadi Khalifahtullah. Kalian akan mewakili Allah kepada seluruh alam semesta dan Dia akan memberi kekuatan ini kepada kalian (ayat) “tassarusal tasliq”– yaitu mampu melakukan segala sesuatu kepada seluruh makhluk dan kepada seluruh alam semesta sesuai dengan Kehendak-Nya. Itulah Khalifatullah. Seluruh Hukum dan Syari’ah yang telah diturunkan melalui para Nabi adalah untuk mengajarkan manusia dan membimbing mereka menuju maqam ini. Ketika kalian telah mencapai maqam Khalifatullah, kalian telah mencapai tujuan akhir dari semua Syari’ah dan Tarekat.

Sultanul Awliya Mawlana Shaykh Muhammad Nazim Adil an Naqshbandi

 

If Allah is willing (insha Allah), this is a technique which will be useful to all of you after I leave your physical presence and go away. You will be in need of this technique,In this life, our physical meetings with each other shall be from time to time. It is not possible for a person to be always in the company of another person whether it be husband and wife, parents and children, brothers and sisters or amongst the most beloved ones. A person may desire never to be far away from his loved ones.However it is written that it shouldn’t take place.Firaq means separation and everyone must meet and at sometime or other separate. As far as our physical bodies are concerned it is
written that we cannot be always together. It is just not possible. However spiritually we have been given a power and technique through which anyone may ask for such a meeting.

This is possible because our spiritualities have a possibility to be in connection. When we remember that person our spiritual being is capable of being in connection with that person. These connections have so many levels. Perfect Awliyas (Saints ) are always in connection with Rasoolullah (Sal). Anytime they desire such a connection they should find themselves immediately in the Holy Presence of Rasoolullah (Sal). They never leave Rasoolullah’s Spiritual Presence. This technique is known as Huzur Ma’Rasool – that is connection with the Holy Prophet Muhammad (sal). The people belonging to Tariqats are stepping in this direction in order to obtain such a connection.

As we are just beginners, we should first practice an easy way. This easy way is Hudur-Ma-Shaykh; that is to be in connection with your Shaykh. Anytime that you think of your Shaykh, you may say “I am in the holy presence of my Grand Shaykh”. At first you may not see him, but a feeling of his presence may be felt by you. These feelings are of different levels. A simple connection is to feel your Shaykh’s presence always then gradually you may come to the level of feeling the breathing of your Shaykh. Then further on you may see your Shaykh in front of you making the Dhikr ‘Allah, Allah’ and thereby giving power to you and you look at him and follow him. Then you will be present with your Shaykh for your entire life. Thereafter you shall find yourself in the presence of the whole circle of the lovers of your Grand Shaykh.

Then when that connection becomes perfect you will be able to see your Shaykh sitting with you, coming with you, going with you, being with you, being in you and surrounding you, then the Shaykh shall be in you. You will then become changed to the personality of your Shaykh. That is known as Fana-u-fi-Shaykh. You will leave your being and the personality and power of your Shaykh will appear through yourself and then you become the Representative of your Shaykh. Then, your Shaykh, through that personality will take you to the Holy Presence of RasulAllah (sal lallahu alaihi wa salam). Then RasulAllah (sal lallahu alaihi wa salam) will dress you in his spiritual body and then you will become the Representative of RasulAllah (sal lallahu alaihi wa salam). RasulAllah (sal lallahu alaihi wa salam) is Dahir, He appears through yourself. Then, RasulAllah (sal lallahu alaihi wa salam) will take you to Hudhur-al-Haq (the presence of The Truth, to the Divine Presence of The Lord Allah Almighty). Allah Almighty will then dress you with Divine Light and then you become annihilated in Allah (Fana-u-fillah). Then you will be leaving everything in yourself and Divine Lights will appear through yourself and you will then become Khalifatullah (Representative of Allah). You shall then represent Allah to the whole universe and then He shall give this power to you (ayat) “tassarusal tasliq”– that is to be able to do everything throughout the whole of creation and through all the universes according to His Divine Will. That is Khalifatullah. All the Laws and Shariat that has been sent down through the Prophets and Ambiyas are to teach people and guide people to this station. When you reach the station of Khalifatullah, you achieve the final aim of all Shariat and all Tariqat.

Sultanul Awliya Mawlana Shaykh Muhammad Nazim Adil an Naqshbandi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s