Menjaga Adab

1609934_724064654325608_1103116398494702712_n

“Suatu hari saya berjalan dengan Grandsyekh kita (rahmatullah ‘alayh wa qaddasAllahu sirrahu) melintasi jalan dan saya memperhatikan sebuah batu di jalan itu. Karena memindahkan rintangan dari jalan merupakan suatu perbuatan yang utama, saya memutuskan untuk menyingkirkannya, tetapi karena terlalu malas untuk membungkuk dan mengambil dengan tangan, saya hanya menendangnya ke pinggir dengan kaki saya. Kemudian Grandsyekh menegur saya, dengan mengatakan, “Wahai Nazim Effendi, jangan kau lakukan hal seperti itu lagi. Kau harus mempertimbangkan Siapa yang membawa batu itu hingga menjadi ada, dan menjaga adab yang pantas terhadapnya.”

Mawlana Shaykh Nazim Adil ق

 

“Once I was walking with our Grandshaykh (rahmatullah ‘aleyh wa qaddasAllahu sirrahu) through the street & noticed a rock lying in the road. Since it is a meritorious action to remove such obstacles from the way, I decided to move it, but being too lazy to bend down & take it away with my hand, I just kicked it aside with my foot. Then Grandshaykh reprimanded me, saying: “Oh Nazim Effendi, you must never do that again. You must consider Who brought that rock into existence, and maintain for it proper respect.”
Mawlana Shaykh Nazim Adil ق

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s