Siapakah Orang yang Bangkrut?

12878_10152559390615886_4434369414244997697_n

Di dalam hadits lain, ketika Nabi ﷺ bertanya kepada para Sahabat (r), “Siapakah orang yang bangkrut, orang yang tidak punya apa-apa?”  Para Sahabat (r) menjawab, “Orang yang tidak mempunyai uang.”  Nabi  ﷺ berkata, “Bukan, ia adalah orang yang tidak mempunyai amal.” Para Sahabat bertanya lagi, “Walaupun mereka melakukan salat dan puasa?”

Nabi  ﷺ bersabda,
Apakah kalian tahu, siapakah yang dikatakan sebagai muflis (orang yang bangkrut) itu?  Seorang muflis dari umatku adalah orang yang pada Hari Kiamat datang dengan telah melaksanakan salat, puasa, dan mengeluarkan zakat.  Namun demikian, bersamaan dengan itu, ia telah menyakiti orang ini dan memfitnah orang itu, ia juga memakan dari milik orang ini dan menumpahkan darah orang itu secara tidak sah.  Orang-orang ini akan mengambil amal baik yang telah ia lakukan.  Jika amal baiknya tidak cukup, maka dosa-dosa mereka akan dilimpahkan kepadanya dan ia akan dilemparkan ke dalam Neraka. (Muslim)

Jadi, menjadi “bankrut” karena banyak insiden yang terjadi dalam kehidupan kita dan bukannya kita menutupinya, kita malah mengeksposnya.  Kita bisa saja mendengar sesuatu tetapi bisa saja itu adalah suatu kesalahan, tetapi kita telah menghilangkan kehormatan orang itu.  Jadi Nabi Muhammad ﷺ mengajarkan kita untuk selalu mempunyai niat yang baik, prasangka yang baik (husnudzan), dan untuk melihat lebih banyak sisi positifnya, dan bukannya sisi negatifnya.  Jika orang itu mempunyai kesalahan, perhatikanlah apakah ia mempunyai lebih banyak sisi positifnya, dan jika ya, tutupi kesalahannya dan abaikan hal itu.

Mawlana Shaykh Hisham Kabbani

Who is the bankrupt one?

In another hadith, when the Prophet ﷺ asked the Sahaabah (r), “Who is the bankrupt, poor one who has nothing?” The Sahaabah (r) said, “The one who has no money.” The Prophet ﷺ said, “No, the one who has no `amal is poor.” And they said, “Even if he fasts and prays?” He said, “Yes, even if he fasts and prays.”

The Prophet ﷺ said:
Do you know who the muflis (bankrupt one) is? The muflis from my Ummah is one who comes on the Day of Judgment having performed prayer, fasting, and giving zakaat. However, along with all of this, he abused this person and slandered that person, ate the wealth of this person and unlawfully spilled the blood of that person. These people will take from his good deeds. If, however, his good deeds become exhausted, then their sins will be put upon him and he will be thrown into the Fire. (Muslim)

So being “bankrupt” is due to many incidents that happen in our life and instead of covering them, we are exposing them. We may hear something and it might be a mistake, but we bring down the respect of that man or woman. So the Prophet Muhammad ﷺ taught us to always have good intentions, good thoughts, and to look more at the positive, not at the negative. If that person has mistakes, look to see is he more positive and if he is, cover the mistake and overlook it.

Mawlana Shaykh Hisham Kabbani

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s