Bingkainya Adab adalah Syari`ah

11110562_874469342607420_9170614760970748398_o
Kita harus mengikuti apa yang diperintahkan oleh Allah (swt) dan kita harus mengikuti apa yang diperintahkan oleh Nabi (s) kepada kita.

وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانتَهُوا.

Tinggalkan apa yang dilarang oleh Nabi (s) dan terimalah apa yang beliau berikan. (Surat al-Hasyr, 59:7)

Apapun yang dibawa oleh Nabi (s) kepada kalian untuk dilakukan, kalian harus melakukannya; bukan melakukannya sebagian saja; dan apapun yang beliau larang, kalian harus berhenti melakukannya: itu adalah bingkai utama dari adab.

Setiap bagian dari Fiqh dalam Islam dan setiap ayat dari kitab suci al-Qur’an mempunyai adab khusus tersendiri, jalan untuk mengikutinya; kalian tidak bisa mengikutinya dari tengah atau dari akhir, tetapi harus menjalankan dengan seluruh ayat. Sama halnya dengan hadits, kalian harus menjaga semua pertimbangan dari sebuah hadits, bukan hanya mengambil sebagian dari atas atau dari bawah. Kalian juga tidak bertanggung jawab terhadap apa yang ditinggalkan Syariah. Jadi itu tidak seperti mentalitas orang Barat di mana ketika kalian mengatakan kata “Syari’ah” mereka ketakutan.

Untuk menghilangkan pengaruh Setan dan untuk mendapatkan fadilah, selalu mulai sesuatu dengan, “Bismillahi ‘r-Rahmani ‘r-Rahiim” lalu kirimkan shalawat atas Nabi (s).

Syari`ah adalah adab, dan setiap aspek dari Syari`ah mempunyai adab, bahkan untuk melakukan awrad, pertama kali kalian harus mengucapkan Syahadat, asy-hadu an laa ilaaha illa-Llah wa asy-hadu anna Muhammadan `abduhu wa rasuuluh, karena itu membersihkan kita, membersihkan dosa-dosa kita, dan menjadikan kalian suci di hadapan `amal yang akan kalian lakukan sesuai dengan Syari`ah. Jadi murid harus mengikuti jalan ini.

كل أمر ذي بال لا يبدأ فيه ببسم الله الرحمن الرحيم فهو أقطع أو(فهو ابتر)

Nabi (s) bersabda, “Setiap perbuatan yang tidak dimulai dengan ‘Bismillahi ‘r-Rahmani ‘r-Rahii’ adalah terputus, tidak ada kelanjutannya.” (Ahmad, al-Musnad)

Setiap `amal yang kalian lakukan tanpa ‘Bismillahi ‘r-Rahmani ‘r-Rahiim’ adalah tanpa kemajuan dan tanpa hasil. Jadi hal pertama yang tertulis di sini adalah sesuatu yang dapat memberi kemajuan dan manfaat bagi kalian. Jadi kita mulai dengan “Bismillahi ‘r-Rahmani ‘r-Rahiim,” yang artinya, “Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.” Kemudian kita kirimkan shalawat atas Nabi (s). Kalian tidak dapat memulai hanya dengan membaca Bismillahi ‘r-Rahmani ‘r-Rahiim, tetapi harus menambahkan dengan “Alhamdulillahi rabbi ‘l-`alamiin wa ‘sh-shalaatu wa ‘s-salaamu `alaa Sayyidina Muhammad wa `alaa aalihi wa shahbihi ajma`iin, amaa ba`d”, seperti cara memulai menulis surat. Dalam setiap amal, kalian harus berusaha untuk melenyapkan Setan, karena setiap amal yang kalian lakukan, Setan berusaha untuk merusaknya! Jadi para saadaat an-Naqsybandiyuun berusaha untuk mengajarkan kita adab pada segala hal yang kita lakukan dan kita akan membahasnya dalam semua aspek, seperti halnya kalian menarik sesuatu agar lebih kuat dan lebih kuat lagi, lalu kalian bergerak dengannya.

~ Mawlana Shaykh Hisham Kabbani

 

The Frame of Adab is Shari`ah:

We have to follow what Allah (swt) ordered us and we have to follow what the Prophet (s) ordered us.
وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانتَهُوا.
Leave what Prophet (s) forbade and take what he ordered. (Surat al-Hashr, 59:7)
Whatever the Prophet (s) brought you to do you must do, not to do only some of it or part of it, and what he prohibited you to do you must stop doing: that is the main frame of adab. Every part of Fiqh in Islam and everyayah of Holy Qur’an has its own particular adab, its way to follow; you cannot follow from the middle or the end, but must go with the entire ayah. Similarly with Hadith, you have to keep all considerations of a Hadith, not take part from the top or bottom. Also, you are not responsible for anything that Shari`ah left out. So it is not like the mentality of Western people, that when you say the word “Shari`ah” they are afraid.
To Eliminate Shaytan’s Influence and for Benefit, Always Begin with “Bismillahi ‘r-Rahmani ‘r-Raheem” and Send Salawaat on Prophet (s)
Shari`ah is adab and every aspect of the Shari`ah has an adab, even to do the awraad you must first reciteShahaadah, ash-hadu am laa ilaaha illa-Llah wa ash-hadu anna Muhammadan `abduhu wa rasooluh, because that cleans us, takes away all sins, and brings you pure in front of the `amal you are going to do according to Shari`ah. So the mureed has to follow this way.
كل أمر ذي بال لا يبدأ فيه ببسم الله الرحمن الرحيم فهو أقطع أو(فهو ابتر)
The Prophet (s) said, “Any action which does not begin with ‘Bismillahi ‘r-Rahmani ‘r-Raheem’ is cut off; it has no continuity.” (Ahmad, al-Musnad)
Any `amal you do without ‘Bismillahi ‘r-Rahmani ‘r-Raheem’ is without progress and fruits. so the first thing written here is something from which you get benefit and fruits. So we begin withBismillahi ‘r-Rahmani ‘r-Raheem, which means “In the Name of Allah, the Most Beneficent, the Most Merciful” and then we send salawaat on the Prophet (s). You cannot begin with Bismillahi ‘r-Rahmani ‘r-Raheem only, but must add on “Alhamdulillahi rabbi ‘l-`alameen was-salaatu was-salaamu `alaa Sayyidina Muhammad wa `alaa aalihi wa sahbihi ajma`een, amaa ba`d”, which is the way to begin a letter, as well. This is jumping on the train of adab. In any `amal you must try to eliminate Shaytan, because any `amalyou do Shaytan will try to spoil! So thesaadaat an-Naqshbandiyoon are trying to teach us adab on everything we do and we will go through it in every aspect, like when you are pulling something to become stronger and stronger, and then you move with it.
~ Mawlana Shaykh Hisham Kabbani

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s