Cinta adalah Pengorbanan

12592668_10153416335980886_2302825735998744851_n

Wahai Mukmin! Saya tidak akan terlalu lama, tetapi kita sedang berada dalam situasi di mana cinta sudah seperti bingkai, kalian menulis “cinta” dengan indah, seperti sebuah karya seni yang bagus atau kaligrafi dan kalian memasangnya di dinding, seperti itulah kita saat ini, tidak lebih daripada itu. Zaman Sahabat (r) tidak seperti itu, bagi mereka cinta adalah pengorbanan. Kita, umat Nabi (saw), jika kita berkorban, marilah kita berkorban untuk satu sama lain dan marilah kita bangun jembatan dengan orang lain dan pertama, bangunlah jembatan dengan keluarga kalian, jangan memakan hak keluarga kalian, jagalah kebersamaan di antara kalian, bersatulah.

وَاعْتَصِمُواْ بِحَبْلِ اللّهِ جَمِيعًا وَلاَ تَفَرَّقُواْ
Wa `tashimuu bi hablillaahi jamii`an wa laa tafaraquu.
Berpegangteguhlah kepada tali Allah dan janganlah bercerai berai. (Surat Aali-`Imraan, 3:103)

Sekarang, keluarga yang terdiri dari lima orang berpisah menjadi lima, dan keluarga 10 orang berpisah menjadi 10 bagian tanpa ikatan tali persaudaraan dan tali silaturahmi. Lihatlah kebesaran Nabi (saw)! Beliau selalu menasihati para Sahabat (r) untuk menjaga hubungan keluarga, tidak memecah belah keluarga, menjaga agar tetap bersatu, mengetahui siapa ayah kalian, ibu kalian, menghormati sesama keluarga.

Shaykh Hisham Kabbani

 

O mu’mins! I will not be too long, but we are in a situation that love has been like a frame: you write “love” nicely, as nice artwork and calligraphy and you hang it, and that’s what we are today, not more than that. The Sahaabah’ (r) times were not like that: love for them is sacrifice! We, Ummat an-Nabi (s), if we sacrifice, let us sacrifice for each other and let us build bridges with others and first build bridges with your family, don’t eat the rights of your family, keep together, unite:

وَاعْتَصِمُواْ بِحَبْلِ اللّهِ جَمِيعًا وَلاَ تَفَرَّقُواْ
W `atasimoo bi hablillaahi jamiyy`an wa laa tafaraqoo.
Hold fast to Allah’s rope and don’t separate. (Surat Aali-`Imraan, 3:103)

Today the family of five is split into five and a family of ten is split into ten divisions with no more social ties, and the silat ar-rahim. Look at the Greatness of Prophet (s)! He always was yoosee, he advised the Sahaabah (r) to keep the family relationship, not to divide the family, to keep you together, to know your father, to know your mother, to respect the family.

Shaykh Hisham Kabbani

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s