Kehormatan Seorang Tamu

12717227_939354732818186_6434208982973109673_n

Dari Hajjah Amina Adil
💞
1990

A`uudzu billahi min asy-Syaythaani ‘r-rajiim. Bismillahi ‘r-Rahmani’ r-Rahiim. Allahumma laa hawla wa laa quwwata illa billahi ‘l-Aliyyi’ l-Azhiim.

Nabi (saw) bersabda, jika seorang tamu datang ke rumah seseorang, 40 hari sebelumnya seorang malaikat mendatangi rumah itu dan berkata, “Wahai pemilik rumah ini, wahai tuan rumah.”  Misalnya, ia berkata, “Amina Khanim,” atau, “Fatima Khanim,” tetapi orang itu tidak dapat mendengar panggilan ini karena jika mata kalbunya tidak dapat melihat, telinganya tidak dapat mendengar.  Seorang leluhur kita yang seorang syekh berkata, “Mata-mata ini seperti lubang pada pepohonan ketika mata sesungguhnya tidak melihat dan ketika telinga tidak dapat mendengar, telinga dari kalbu.”

Jibril (alayhi salam) datang untuk menjawab, “Apa yang kau inginkan dari pemilik rumah ini?”  Malaikat itu mempunyai buntelan seperti ini dan Jibril (alayhi salam) bertanya, “Ada apa di dalam buntelan ini?”

Malaikat itu menjawab, “Seorang tamu akan datang ke rumah ini 40 hari lagi pada hari anu, pada jam anu.  Aku datang untuk menyampaikan kabar gembira ini.”

Jibril (alayhi salam): “Dan buntelan apa yang kau bawa itu?”

Malaikat: “Aku membawa bagian untuk tamu itu.”
Sebuah rumah yang menerima banyak tamu sudah tentu mempunyai berkah yang besar, sehingga malaikat itu membawa buntelan itu bersama sebuah amplop yang tertutup.

Jibril (alayhi salam): “Apa ini?”

Malaikat: “Ini adalah surat dari Tuhan Surgawi yang mengatakan bahwa pemilik dari rumah ini telah dibebaskan dari Neraka dan ia telah dimasukkan ke dalam Surga.  Tuhan Surgawi menyegel surat ini dan memberikannya kepadaku demi kehormatan tamunya.”

Jibril (alayhi salam) mulai gemetar melihatnya karena ia menginginkannya juga.  Ia berkata, “Bagian untuk tamu itu berasal dari Surga, sehingga kehormatan dan nilai tamu itu adalah seperti ini: tuan rumah mendapat tsawab, pahala yang besar, dan orang yang melayani tamunya akan mendapatkan Surga.”

Malaikat: “Apa perlu aku lanjutkan?”

Jibril (alayhi salam): “Katakan”

Malaikat: “Aku akan tinggal di rumah itu sampai tamunya tiba dan kemudian memakan bagiannya dan aku akan beribadah di rumah ini dan menuliskan ibadahku itu di dalam buku catatan amal dari tuan rumah.”
💚

[bersambung.]

THE HONOR OF THE GUEST.1
From Hajjah Amina Adil
💞
1990
.
A`oodhu billahi min ash-Shaytaani ‘r-rajeem. Bismillahi ‘r-Rahmani’ r-Raheem. Allahumma laa hawla wa laa quwwata illa billahi ‘l-Aliyyi’ l-Azheem.

Prophet (s) said if a guest comes to one’s house, an angel comes 40 days before and calls out, “O owner of the house! O host! ” For example, he says, “Amina Khanim,” or, “Fatima Khanim,”
but she doesn’t hear this call because when the eyes of her heart do not see, her ears do not hear.An ancestor of ours, a shaykh, said, “These eyes look like the knot holes of trees when the real eyes don’t see and when the ears don’t hear, the ears of the heart.”
.
Jibrail (alayhi salam) came to answer, “What do you want from the owner of this house?” That angel had a bundle like this and Jibrail (alayhi salam) asked, “What is in this bundle?”
Angel: “A guest will come to this house in 40 days on such-and-such day, at this precise hour. I came to give its glad tidings.”
Jibrail (alayhi salam): “And what is in this bundle you carry?”
Angel: “I bring the portion of the guest.”
.
A house that receives many guests definitely has much baraka, so the angel brings the bundle with a sealed envelope.
Jibrail (alayhi salam): “What is this?”
Angel: “The letter is from the Lord of Heavens, saying the owner of this house is set free from Hell and belongs to Paradise. The Lord of Heavens sealed it and gave it to me for the honor of the guest.”
.
Jibrail (alayhi salam) starts trembling for that thing as he also desires it. He says, “The portion of the guest is from Paradise, so the honor and value of the guest is like this: the host receives this much thawab, the one serving his guest receives Paradise.”
Angel: “Should I say more?”
Jibrail (alayhi salam): “Say.”
Angel: “I will stay in this house until the guest arrives and eats his kismat/share and I will worship in this house and write my worship in the host’s book.”
💚

[To be continued.]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s