Jangan Malas

12472548_10153451790240886_8690944251065720199_n

Kita berbicara tentang mencari perlindungan kepada Allah (swt) untuk menyingkirkan Setan dari jalan kita, tetapi ia mempunyai berbagai cara untuk kembali dan menyerang kita, khususnya dalam hal kemalasan. Merasa malam, memberikan pekerjaan kalian kepada orang lain atau mendelegasikan kepada orang lain apapun pekerjaan yang datang kepada kalian adalah salah satu masalah yang dibawa Setan untuk membuat kita tidak bekerja.

Nabi (saw) mendorong para Sahabat (r) untuk bekerja. Beliau mengirim mereka ke berbagai penjuru dan mereka tidak berkata,”Kami harus berkumpul dengan keluarga kami, siang dan malam,” atau “Aku harus istirahat dan tidak bisa bekerja lebih dari satu jam sehari.” Tidak, Nabi (saw) selalu mendorong para Sahabat untuk melakukan pekerjaan berat.

Apa yang mereka lakukan tidaklah mudah, meninggalkan rumah mereka demi Allah (swt), untuk mengajar, mendidik dan melakukan pekerjaan konstruksi dan membela imannya. Pekerjaan yang paling sulit adalah perang, dan mereka tahu bahwa mereka bisa saja terbunuh, tetapi karena cintanya kepada Allah (swt) dan Nabi-Nya (saw) mereka pergi.

Shaykh Hisham Kabbani
We are discussing the issue of seeking refuge in Allah (swt) to take Shaytan from our way, and he has too many ways to come and attack us, especially in laziness. To feel lazy, to give your work to someone else or to delegate to others whatever work comes to you is one of the problems that Shaytan brings to make us not work.

The Prophet (s) urged and encouraged the Sahaabah (r) to work. He sent them everywhere and they did not say, “We have to sit with our family, to be with them day and night,” or, “I have to rest and cannot work more than one hour every twenty-four hours.” No, the Prophet (s) always encouraged the Sahaabah to do heavy work.

What they were doing was not easy, leaving their homes behind for the sake of Allah (swt) to teach, educate, to do heavy construction work and also defend the faith. The most difficult work was fighting, and they knew they might be killed, but for the love of Allah (swt) and the Prophet (s) they went.
Shaykh Hisham Kabbani

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s