Cahaya Ilahi dan Awliyaullah

11088391_10152832131130886_9028266736200667940_n

Ketika awliyaaullah bicara, mereka membawa murid-murid mereka ke (hadirat) awliyaullah. Pembicaraan atau nasihat mereka terutama mengenai Akhirat, bukan untuk dunia. Sebagian orang mungkin datang untuk dunia, dengan mengatakan bahwa mereka mempunyai masalah ini atau itu. Bagi awliyaaullah, ini adalah permintaan tingkat terendah; mereka senang dengan murid yang hatinya ingin mempelajari tentang alam surgawi, `Alam al Malakuut. Mereka membawa murid mereka ke sana dan menunjukkan mereka al-fayd al-nuur, (limpahan cahaya), al-anwaar al-qudsiyyyah, tajali cahaya suci. Dan cahaya-cahaya ini senantiasa turun, bisa 1, 2, 10 atau 100 juta cahaya. Kita dapat mengatakan bahwa ketika Allah (swt) mewujudkan Cahaya-Nya maka tidak ada batas untuk itu, bisa triliunan, quadriliunan atau tak terhingga.

Tidak ada pembatasan atau batasan untuk cahaya surgawi yang turun pada level kedua dari awliyaullah. Mereka yang hadir pada level ini dengan kalbu mereka akan menerimanya, dan mereka yang tidak hadir dengan kalbunya akan yuhramu, terhalang untuk memperolehnya. Tetapi rahmata ‘n-Nabi, Rahmatan li ‘l-`Alamiin, Sayyidina Muhammad, `alayhi afdhalu ‘sh-shalaatu wa ‘s-salaam, yaa Sayyidii, yaa Rasuulullah, yaa Rahmatan li ‘l-`Alamiin, adrikna yaa Rasuulullah. Dari rahmatu ‘n-Nabi ﷺ yang diwarisi oleh para Awliyaullah, mereka meminta agar para pengikut mereka yang malas dalam mencapai level itu juga dikaruniai tajali dari cahaya tersebut. Itu adalah sesuatu yang tidak mudah.

Shaykh Hisham Kabbani
When awliyaaullah speak, they take their mureeds all the way to the (presence of the) awliyaaullah. Their talk or advice is mostly for the Hereafter, not for dunya. Some people might come for dunya, saying they have this problem or that problem. For awliyaaullah, this is the lowest level of asking, but they are happy for mureeds or students whose hearts request to learn about the heavenly world, `Alam al Malakoot. They take their mureeds there and show them that al-fayd al-noor, (the outpouring of the light), al-anwaar al-qudsiyyyah, the manifestation of the (holy) lights. And these lights (plural) can be 1, 2, 10 or 100 millions of lights, always descending. We can say that when Allah (swt) manifests His light there is no limit. Might be trillions, quadrillions and should be infinite.

There is no restriction or limitation on these heavenly lights that are descending in the second level of the awliyaaullah. Those who are present in this level with their hearts are receiving them, and those not present in their hearts, will be yuhramu, prevented from getting them. But rahmata ‘n-Nabi, Rahmatan li ‘l-`Alameen, Sayyidina Muhammad, `alayhi afdalu ‘s-salaatu wa ‘s-salaam, yaa Sayyidee, yaa Rasoolullah, yaa Rahmatan li ‘l-`Alameen, adrikna yaa Rasoolullah. From rahmatu ‘n-Nabi ﷺ (mercy of Prophet) which awliyaaullah inherited, they requested that their followers who are lazy in reaching that level also be granted the manifestation of that light. That is not something that is easy!
Shaykh Hisham Kabbani

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s