Siapakah Orang yang Bangkrut?

13087319_10153604257490886_8218052253325506854_n

Nabi ﷺ bersabda,
Apakah kalian tahu, siapakah yang dikatakan sebagai muflis (orang yang bangkrut) itu? Seorang muflis dari umatku adalah orang yang pada Hari Kiamat datang dengan telah melaksanakan salat, puasa, dan mengeluarkan zakat. Namun demikian, bersamaan dengan itu, ia telah menyakiti orang ini dan memfitnah orang itu, ia juga memakan dari milik orang ini dan menumpahkan darah orang itu secara tidak sah. Orang-orang ini akan mengambil amal baik yang telah ia lakukan. Jika amal baiknya tidak cukup, maka dosa-dosa mereka akan dilimpahkan kepadanya dan ia akan dilemparkan ke dalam Neraka. (Muslim dan Tirmidzi)

Apa yang kita bawa ke rumah dari hal ini? Segala sesuatu yang kita dengar, kita harus membawanya pulang dan memikirkannya, malam ini. (Hadits) itu artinya seseorang yang sudah melakukan salat dan puasa tetapi tetap saja tidak ada amal untuknya! Itu adalah sesuatu yang besar. Yang dimaksud oleh Nabi ﷺ adalah, mengapa orang itu kehilangan amalnya? (Ia kehilangan amalnya) karena terlalu banyak menggunjing di antara umat. Banyak sekali orang yang membicarakan satu sama lain dan mereka tidak suka satu sama lain; mereka membicarakan tentang seseorang hal-hal yang tidak benar. Ketika rumornya telah tersebar, semua orang mulai percaya dan turut menyebarkan rumor itu lebih luas lagi, kemudian Setan membawa mereka bagaikan angin dan itu menjadi kenyataan. Orang yang (bangkrut) itu terlibat dalam menyebarkan tuduhan palsu terhadap saudara Muslimnya, sehingga ia kehilangaan amalnya.

Shaykh Hisham Kabbani
The Prophet ﷺ said:
Do you know who the muflis (bankrupt one) is? The muflis from my Ummah is one who comes on the Day of Judgment having performed prayer, fasting, and giving zakaat. However, along with all of this, he abused this person and slandered that person, ate the wealth of this person and unlawfully spilled the blood of that person. These people will take from his good deeds. If, however, his good deeds become exhausted, then their sins will be put upon him and he will be thrown into the Fire. (Muslim and Tirmidhi)
What do we take home from this? Everything we hear, we have to take home and think about it, tonight. It means someone is praying and fasting and (still there is) no `amal for him! that is big. What Prophet ﷺ meant is, why did that person lose his `amal? (He lost it) because of too much backbiting among the ummah. Too many people speaking on (against) each other and people don’t like each other; they speak on someone and say something that is not true. When rumors are spread, everyone far (and wide) begins to believe them and spread them further, and then Shaytan takes them like the wind and they become a reality.That (bankrupt) person was involved in spreading a false accusation against his Muslim brother, so he lost his `amal.

Shaykh Hisham Kabbani

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s