Atas Dasar Cinta

13221617_10153639869190886_1766487380024853504_n

Nabi ﷺ membangun Sahabatnya (r) atas dasar cinta.  Sebelum mereka menjadi Sahabat, sebelum mereka masuk Islam, Nabi ﷺ adalah orang yang paling disayangi di masyarakatnya.  Jadi cinta sangat diperlukan karena ia dapat menggerakkan kalbu orang untuk mendengar dan menerima.  Allah berfirman, “Athi`uullah, patuhi Allah!” Jika tidak ada cinta, maka tidak akan ada kepatuhan dan tidak ada orang yang peduli.  Mengapa Awliya menjadi Awliya?  Karena Allah memberi mereka keistimewaan; Dia memberi cinta di dalam kalbu mereka dan membawa mereka dan membusanai mereka dari Asmaul Husna wal Sifat-Nya — tetapi orang menganggapnya ringan.  

Namun demikian, orang yang telah dibusanai mengerti bahwa itu bukanlah sesuatu yang ringan melainkan berat.  Allah (swt) Maha Pemurah, ketika Dia memberi busana dari Asmaul Husna dan Sifat-Nya, Dia tidak menimbangnya dalam timbangan-Nya dan mengatakan, “Aku tidak bisa memberikan lebih dari ini.”  Ketika Allah memberi, Dia memberikannya dari karunia-Nya yang tak terhingga. Dan Allah rida ketika Dia menunggu hamba-Nya untuk mendekat dan memintanya; pada saat itu Dia memerintahkan malaikat-Nya untuk memberkati orang itu dengan Asmaul Husna wal Sifat-Nya.

Kita sering kali sampai pada ayat suci al-Qur’an itu dan sampai sekarang setiap penceramah, setiap alim ulama selalu menyebutkannya, Ahlu ’s-Sunnah wa ’l-Jama`ah memegangnya dengan teguh dan mereka menyebutkannya di dalam setiap khotbah, setiap pertemuan, dalam setiap Mawlid atau milaad, atau dalam perayaan lainnya.  Kita menyebutkan ayat suci al-Qur’an itu karena itu sangat penting dan itu menunjukkan betapa Allah (swt) mencintai Nabi-Nya ﷺ.

Orang yang tidak mengucapkannya dalam Khutbat al-Jumu`ah tidak dapat dikatakan baatilah, tetapi kita katakan itu tidak komplet.  Dan ayat itu adalah:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

inna-Llaha wa malaa’ikatahu yushalluuna `ala ‘n-nabi, yaa ayyuha ’Lladziina aamanuu shalluu `alayhi was sallimuu tasliima.

Sesungguhnya, Allah dan para Malaikat-Nya bershalawat atas Nabi.  Wahai orang-orang yang beriman bershalawatlah untuk Nabi dan berikan salam penghormatan kepadanya. (al-‘Ahzaab, 33:56)

Shaykh Hisham Kabbani

 

Prophet ﷺ built his Sahaabah (r) on love. Before they were Sahaabah, before Islam, Prophet ﷺ was the most beloved one in his society and community. So love is required as it can move the hearts of people to listen and accept. Allah says, “Ati`oollah, obey Allah!” If there is no love there is no obedience as no one cares. Why did awliya become awliya? Because Allah gave them a speciality; He gave love in their hearts and brought them forward and dressed them from His Beautiful Names and Attributes – but people take that lightly.

However, the one who is being dressed knows that it is not something light but heavy. Allah (swt) is generous, when He gives a dress of His Beautiful Names and Attributes He does not weigh it on a scale and say, “I cannot give more than that.” When Allah gives, He gives from His endless bounty. And it pleases Allah when He waits for His servant to approach and ask for it; at that time He orders his angel to bless that person with Beautiful Names and Attributes.

Many times we came across that verse of Holy Qur’an and up to today every speaker and every `alim or scholar always mentions it, Ahlu ’s-Sunnah wa ’l-Jama`ah hold so tight to it that they mention in every khutbah, in every meeting, in every Mawlid or milaad, or in any other celebration. We mention that verse of Holy Qur’an because it is very important and it shows how much Allah (swt) loves His Prophet ﷺ.

Anyone who does not say it in Khutbat al-Jumu`ah cannot say it is baatilah, but we say it is not complete. And that verse is:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

inna-Llaha wa malaa’ikatahu yusalloona `ala ‘n-nabi, yaa ayyuha ’Lladheena aamanoo salloo `alayhi was sallimoo tasleema.

Verily, Allah and His angels send praise on the Prophet. O Believers! Pray upon him and greet him. (al-‘Ahzaab, 33:56)

Shaykh Hisham Kabbani

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s