Keakraban Melahirkan Pencerahan

13321907_1017093908344962_4993480446054703087_n

Syah Naqsyband (q), pilar terpenting dari Tarekat Naqsybandi sering mengatakan, “Inti dari tarekat kita berada dalam perkumpulan bersama Syekh atau sesama murid.  Pertemuan semacam itu melahirkan kebaikan yang murni.”  Pertemuan semacam ini disebut sebagai “Sohbet (atau shuhba)” dan bisa berupa pembicaraan Syekh (atau deputi Syekh yang telah ditunjuk) di dalam suatu majelis (setelah mentautkan kalbunya dengan mata rantai syekh dalam silsilahnya hingga kepada Nabi Suci (saw), atau berupa pertemuan informal–kumpul-kumpul yang menyenangkan untuk mengakrabkan diri satu sama lain.  (Seringkali sohbet terdiri dari kedua aspek tersebut, yaitu ceramah diikuti pembicaraan untuk mengakrabkan diri).  

Mengapa Syah Naqsyband (q) begitu menekankan pentingnya pertemuan semacam itu?  Mengapa beliau menekankan hal ini bahkan seolah-olah lebih penting daripada zikir?  Mengapa?  Karena keakraban yang muncul dari pertemuan yang diberkahi semacam itu membuka kalbu kita terhadap satu sama lain dan kepada Tuhan kita.  Pertemuan dalam atmosfer yang akrab seperti itu merupakan metode yang digunakan oleh Nabi (saw) untuk melembutkan kalbu umatnya, dan kalbu yang lembut membuat ibadah kita diterima di Hadirat Allah.

Mawlana Shaykh Muhammad Nazim Adil an-Naqshbandi

 

Familiarity Breeds Enlightenment :

Shah Naqshband, the most important pillar of the Naqshbandi Tariqah, used always to say: “The essence of our Tariqah is to be found in gathering in the company of the Sheikh or of fellow aspirants. Such meetings generate pure goodness”. This kind of gathering is referred to as “Sohbet”, and may involve either the Sheikh (or an appointed deputy of the Sheikh) addressing the group (after having linked his heart with the chain of Sheikhs through which he is connected to the heart of the Holy Prophet), or simply an informal “get-together”, a happy occasion for intimacy. (Often a Sohbet consists of both aspects, a discourse followed by familiar interchange).

Why does Shah Naqshband assign so much importance to such gatherings? Why does he stress this even more, seemingly, than prayer or Dhikr (prayer-meditation)? Why? Because the familiarity arising from such blessed gatherings opens our hearts to each other and to our Lord. Gathering people in such an intimate atmosphere was the method utilized by the Prophets to soften the hearts of their people, and soft hearts make our worship acceptable in the Divine Presence.

Mawlana Shaykh Muhammad Nazim Adil an-Naqshbandi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s