Adab Tidur

13335762_1024158500971836_8331125523208925317_n

As-salaamu `alaykum wa rahmatullaahi wa barakaatuh.
Ketika seorang wali tidur, satu dari 49 kekuatan (rohaninya) tinggal di dalam tubuhnya sedangkan sisanya pergi ke bawah Arasy. Bagi Mukmin dan Muslim, Allah akan memanggil ruh kalian dan menyisakan sebagian darinya di dalam tubuh untuk bangun dan melakukan sujud di bawah Arasy. Jadi jika kalian mempunyai wudu dan kalian tidur seperti itu, insyaa-Allah, Allah ﷻ akan membuat kalian melakukan sujud di bawah Arasy. Mengapa kalian kehilangan kesempatan itu? Tidurlah dan kemudian bangun satu jam atau setengah jam sebelum subuh dan lakukan apa yang ingin kalian lakukan, itu lebih baik daripada kalian melelahkan diri sendiri kemudian tidur di siang hari, bukannya di malam hari.

Setiap 24 jam, 8 jam ditujukan untuk ibadah, 8 jam untuk tidur, dan 8 jam waktu bersama keluarga. 3 x 8 = 24. Boleh saja jika kalian mengambil satu jam dari sana, satu jam dari sini, tetapi berikan istirahat untuk tubuh kalian yang telah Allah (swt) berikan kepada kalian terkait Ketetapan-Nya. Mengapa Dia menjadikan tidur sebagai kewajiban? Tidur adalah wajib, kalian tidak bisa memaksakan diri kalian untuk tidak tidur, kalian akan tertidur ketika kalian duduk, mengapa? Karena Allah memberi kalian kesempatan itu dan kalian tidak tahu ganjaran apa yang kalian dapatkan. Jika kalian menghabiskan 8 jam untuk tidur, itu adalah ibadah karena Allah memberikan itu untuk kalian, jadi kalian dalam sikap sami`na wa aatha`na, mendengar dan patuh. Boleh saja memberikan satu jam dari waktu tidur kalian untuk ibadah atau untuk keluarga kalian; menghabiskan waktu bersama keluarga adalah ibadah, jadi itu akan dituliskan sebagai ibadah bagi kalian, tetapi bukannya hanya duduk dan bertengkar atau berdebat. Sekarang orang-orang duduk dan bertengkar satu sama lain atau berdebat seperti ayam jago. Apakah kalian melihat bagaimana mereka berkelahi? Jadi hormatilah ibadah kalian.

– Mawlana Shaykh Hisham Kabbani
The Adab of Sleep:
As-salaamu `alaykum wa rahmatullaahi wa barakaatuh. When a wali sleeps, one out of 49 powers (of the soul) stay in the body and the rest go under the `Arsh. For a mu’min and for Muslims, Allah will call your soul and keep part of it in the body for waking up and to do sajda under the `Arsh. So if you have wudu and you sleep like that, inshaa-Allah Allah ﷻ will make you do sajda under the `Arsh. Why would you lose that chance ? Sleep and then wake up before Fajr by one hour or half an-hour and do what you want to do, it is better than you to tire yourself and then sleep in the day and not at night.

Every 24 hours [is designated]: 8 hours for `ibadah, 8 hours to sleep and 8 hours to work and spend time with your family. 3 x 8 = 24. It is okay to borrow one hour from here and one hour from there, but give rest to your body that Allah (swt) has given to you in respect of His decision. Why did He make sleep obligatory? Sleep is obligatory, you cannot force yourself to not sleep, you fall asleep when you are sitting, why ? Because Allah gave you that chance and you don’t know what kind of rewards you are getting. If you spend 8 hours in sleep it is `ibaadah because Allah gave that to you, so you are sami`na wa aata`na, listening and obeying. It is okay if you want to give one hour of your sleep time to your `ibaadah or your family; to spend time with your family is `ibaadah, so it will be written for you as `ibaadah, but not to just sit and fight or argue. Today people sit and fight or argue like roosters. Do you see how they fight ? So keep respect of the `ibaadah.
– Mawlana Shaykh Hisham Kabbani

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s