Bagaimana agar tetap terhubung dengan Mawlana?

IMG-20160710-WA0011

Bagaimana agar tetap terhubung dengan Mawlana? Gangguan ada di mana-mana. Koneksi itu memerlukan fokus kita. Apakah kita menginginkan ganggung yang tidak ada akhirnya itu serta nafsu dalam kehidupan ini? Mereka tidak akan membawa kita ke mana-mana, dan kita berbagi hal itu dengan hewan. Atau apakah kita menginginkan pertemanan terbaik, “orang yang bila kalian melihatnya, kalian diingatkan tentang Allah,” dan mengikuti agamanya?

Nabi (saw) bersabda, “Ucapkanlah: Allahummahdini wa saddidni -Ya Allah, berikanlah petunjuk kepadaku dan luruskanlah perjalananku.” (Sahih Muslim)

Dengan mengatakan kepada kita untuk membayangkan jalan yang benar dan panah yang lurus agar fokus pada petunjuk dan jalan yang lurus, Nabi (saw) mengajari kita tentang Tashawwur atau visualisasi, yang di dalam Tarekat merupakan sinonim bagi Rabithah, hubungan atau pertalian, di mana kita membayangkan Syekh kita pada saat zikir untuk menghilangkan gangguan dan untuk fokus pada adab yang benar dan hadirnya kalbu dengan Allah. Karena Mursyid Kamil jauh lebih mulia daripada jalan dan panah tadi!

Shaykh Gibril Fouad Haddad

 

But how to keep connected with Mawlana? Distractions are everywhere. It
requires focus. Do we want the endless distractions and appetites of
this life? They lead nowhere and we share them with animals. Or do we
want the best company, “the one who, when you look at him, you are
reminded of Allah,” and to follow his religion? The Prophet said:
“Say: ‘O Allah! Guide me and keep me straight’ (Allahumma! ihdini
wa-saddidni) and evoke (wa-dhkur) by ‘guidance’ the correct road,
and by ‘straightness’ the way you make your arrow straight.”
(Sahih Muslim)

By telling us to imagine the correct road and the straight arrow in
order to focus on guidance and the straight path, the Prophet (upon him
blessings and peace) is teaching us Tasawwur or visualization, which in
Tariqa is synonym for Rabita, connection, by which we mentally visualize
our Shaykh at the time of dhikr in order to banish distraction and focus
on correct adab and presence of heart with Allah. For the Murshid Kamil
is much more honorable than the road and the arrow!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s