Jangan Biarkan Qur’an Menjadi Yatim

13882375_10153826559215886_6872996735191416891_n

Nabi ﷺ bersabda, “Iman memiliki tingkatan-tingkatannya dan seseorang tidaklah dianggap Mukmin sejati sampai ia mencintaiku melebihi cintanya pada saudaranya, pada ayahnya dan pada siapa pun jua yang lain.” Kalian mencintai jam tangan kalian melebihi cinta kalian pada siapapun yang lain, bukan? Atau kalian mencintai mobil kalian melebihi cinta kalian pada orang lain, hingga kita pun tak pernah berpikir untuk mencintai Nabi ﷺ. “Ini mobil yang bagus, aku menyukainya! Ini mobil yang bagus, aku mencintainya!” Tak seorang pun berkata, “Nabi ﷺ, aku mencintai beliau!” sekalipun beliaulah yang memperhatikan dan menyayangi kita, mengajarkan kita beraneka ragam cara agar kita terhindar dari ‘azab di Hari Pembalasan nanti, tetapi kita tak pernah mempertimbangkan hal ini!

Misalnya, Nabi ﷺ menyuruh kita untuk membaca Qur’an suci, maka bacalah Qur’an! Jangan biarkan Qur’an menjadi yatim, terabaikan di rak buku! Jika kalian memiliki suatu perpustakaan di rumah, dan kalian memiliki banyak masaahif (bentuk jamak dari mushaf Al-Quran, penerj.), kita tidak dapat mengatakan banyak ‘Al-Quran’ karena Qur’an sendiri adalah satu, kita tak dapat menyebutkannya dalam bentuk jamak (plural)–sedangkan Mushaf adalah Qur’an, dalam bentuk tulisan di atas kertas–jika kalian memiliki banyak mushaf-mushaf/masaahif Quran ini, maka berusahalah ketika kalian selesai mengkhatamkan Mushaf yang satu, untuk melanjutkan membaca Mushaf yang berikutnya. Jangan biarkan ia menjadi yatiim (terabaikan) karena Qur’an tersebut akan bersyafa’at bagi kalian! Orang-orang membaca satu mushaf, maka jika kemudian kalian selesai membacanya (khatm), mushaf yang lain akan memanggil-manggil diri kalian.

Shaykh Hisham Kabbani

 

Prophet ﷺ said, “There are levels in imaan and no one is considered a real Believer until he loves me more than his brother, his father and everyone else.” You love your watch more than anyone else, is it not? You love your car more than anyone else, and we don’t think to love the Prophet ﷺ. “This is a nice car, I love it! This is a nice car, I love it!” No one said, “Prophet, I love him!” although he is caring for us, giving us many ways to be out of punishment on the Day of Judgement, but we are not considering this!

Like that Prophet ﷺ has mentioned to read Holy Qur’an, so read it, don’t keep the Qur’an yateem, orphaned on the shelf! Read! If you have a library in the house and you have many masaahif, we cannot say many ‘Qur’ans’ because Qur’an is one, we cannot make it plural–mushaf is Qur’an, it is the papers–if you have many, try when you complete one to go to the second. Do not leave it yateem because Qur’an is going to make shafa`ah for you! People keep one mushaf, then when you finish reading it (khatm) the other one is calling you.

Shaykh Hisham Kabbani

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s