Saat Nabi ﷺ bersabda, “Yaa Allah, janganlah Engkau tinggalkan aku dengan egoku walaupun hanya sekedip mata”

13920638_1066327283421624_8337141386499650694_n

Saat Nabi ﷺ bersabda, “Yaa Allah, janganlah Engkau tinggalkan aku dengan egoku walaupun hanya sekedip mata,” Sayyidina Abu Bakar radhiyAllahu ‘anhu pun pergi dan menyendiri ke Ka’bah. Satu hari beliau pun tak nampak, demikian pula hari kedua. Nabi ﷺ pun mendatangi Ka’bah dan beliau ﷺ menjumpai Sayyidina Abu Bakar (ra) tengah berada di sana dalam keadaan menangis.

Beliau ﷺ pun bertanya, “Mengapa engkau menangis? Allah (swt) telah menjadikanmu sebagai Shiddiq dan Dia telah pula menunjukmu sebagai Sahabatku di dalam Gua.” (Shahibu l-Ghawr, merujuk pada peristiwa Hijrah saat mana Rasulullah (saw) ditemani Sayyidina Abu Bakar (ra) tinggal di Gua Tsaur selama beberapa hari, penerj.). Sayyidina Abu Bakar (ra) pun menjawab, “Engkau, wahai Nabi, adalah Penutup para Rasul dan engkau memiliki akhlak yang agung. Jika engkau pun masih mengatakan, ‘Jangan tinggalkan diriku bersama egoku walaupun sekedip mata’, maka apa yang akan terjadi denganku? Siapakah yang dapat berdiri dan mengubah keputusan Allah ketika aku berdiri di Hadapan-Nya nanti dan Dia memerintahkan ‘Pergi engkau ke Neraka!’ Siapakah yang dapat mengubah Penghakiman di sana?”

Dan Nabi ﷺ pun turut menangis, disertai Abu Bakar (ra) yang juga menangis. Siapakah yang dapat mengubah pada masa itu? Atas dasar apakah kita memiliki jaminan bahwa kita tidak akan dihukum?  Tidak ada jaminan! Lalu, jika demikian, mengapakah kita masih saja, saya tidak ingin menggunakan kata ‘bodoh’ atau ‘bebal’, tetapi mengapakah kita masih saja belum melakukan yang terbaik dalam amalan kita?

Jibril (as) pun datang dan berkata, “Cukup! Allah (swt) memberikan salaam-Nya bagi kalian. Berhentilah kalian (menangis). Allah telah berfirman bagimu (wahai Nabi ﷺ) dan bagi Abu Bakar (ra) bahwa Allah (swt) tidak akan pernah mengubah ketetapan-Nya bagimu dan bagi Nabimu ﷺ.”

Dan hal itu adalah berita baik bagi kita karena jika Allah (swt) tidak akan mengubah apa pun ketetapan-Nya bagi Nabi-Nya, sedangkan beliau ﷺ selalu bersabda, “Ummatii, Ummatii (Umatku, Umatku)!”, maka artinya Allah (swt) memberikan bagi beliau, umat ini (sebagai amanah) dan itu adalah suatu berita baik.”

Mawlana Shaykh Hisham Kabbani

 

“When the Prophet ﷺ said, “O Allah don’t leave me to my ego for the blink of any eye.” Sayyidina Abu Bakr (r) left and went to the Ka`ba. One day he was gone, second day. And then Prophet ﷺ went to the Ka`ba and he found him there crying.

He said, “Why are you crying? Allah made you Siddiq and He made you my companion in the cave.” He said, “You, O Prophet, are Seal of the messengers and you are of the best character. If you are saying ‘don’t leave me to my ego for the blink of an eye,’ then what will happen to me? Who can stand and change the decision when I stand before Allah and He says ‘Go to hellfire!’ Who can change the decisions there?”

Then the Prophet ﷺ was crying as well, and Abu Bakr was crying. Who can change then? So on what basis do we have a guarantee that we are not going to be punished? No. So why then are we so, I don’t like to use the word, stupid or dumb, that we are not trying to do our best.

Jibreel came and said, “Enough! Allah is saying salaams to you. You stop. Allah is saying to you and to Abu Bakr that Allah will never change for you and for your Prophet ﷺ.”

And that is good tidings for us because if Allah is never going to change for His Prophet and he is always saying, “my Ummah, my Ummah.” Since Allah gave him the Ummah that is good tidings”

Mawlana Shaykh Hisham Kabbani

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s