Kemalasan Berasal dari Syaitan

14604851_10154034511850886_3852127074911801225_n

Kita membahas masalah mencari perlindungan Allah (swt) untuk menyingkirkan Syaitan dari jalan kita, dan Syaitan itu mempunyai banyak cara untuk datang dan menyerang kita, khususnya dalam hal kemalasan. Untuk merasa malas, memberikan pekerjaan kalian kepada orang lain atau mendelegasikan setiap pekerjaan yang ditugaskan kepada kalian adalah salah satu masalah yang dibawa oleh Syaitan agar kita tidak bekerja.

Nabi (saw) mendorong para Sahabat (ra) untuk bekerja. Beliau mengirimkan mereka ke mana-mana dan mereka tidak mengatakan, “Kami harus tinggal bersama keluarga kami, bersama mereka siang dan malam,” atau “Aku harus beristirahat dan tidak bisa bekerja lebih dari satu jam dalam sehari.” Tidak, Nabi (saw) selalu mendorong para Sahabat untuk melakukan pekerjaan yang berat.

Apa yang mereka kerjakan tidaklah mudah, meninggalkan rumah mereka demi Allah (swt) untuk mengajar, mendidik, melakukan pekerjaan konstruksi yang berat dan juga mempertahankan iman. Pekerjaan yang paling sulit adalah berperang, dan mereka tahu bahwa mereka dapat saja terbunuh, tetapi demi cinta kepada Allah (swt) dan Nabi (saw), mereka pun melakukannya.

Shaykh Hisham Kabbani

We are discussing the issue of seeking refuge in Allah (swt) to take Shaytan from our way, and he has too many ways to come and attack us, especially in laziness. To feel lazy, to give your work to someone else or to delegate to others whatever work comes to you is one of the problems that Shaytan brings to make us not work.

The Prophet (s) urged and encouraged the Sahaabah (r) to work. He sent them everywhere and they did not say, “We have to sit with our family, to be with them day and night,” or, “I have to rest and cannot work more than one hour every twenty-four hours.” No, the Prophet (s) always encouraged the Sahaabah to do heavy work.

What they were doing was not easy, leaving their homes behind for the sake of Allah (swt) to teach, educate, to do heavy construction work and also defend the faith. The most difficult work was fighting, and they knew they might be killed, but for the love of Allah (swt) and the Prophet (s) they went.

Shaykh Hisham Kabbani

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s