Tautkan Dirimu kepada Nabi ﷺ

19748759_1388719057849110_7551271370924769346_n
 

Nabi (saw) pada suatu saat, beliau melihat para Sahabat dan bertanya pada mereka, “Apa yang kalian tafakuri?” Beliau berkata, “Apa yang kalian lakukan?” Mereka menjawab, “Kami bertafakur mengenai Allah (swt),” kemudian beliau berkata, “Jangan lakukan hal itu, tafakurlah mengenai ciptaan-Nya, tafakurlah mengenai alam semesta, tafakurlah mengenai langit dan bumi. Tafakurlah mengenai sesuatu yang dapat kalian pahami.”
 
Jangan bertafakur mengenai Dzat yang menciptakan tafakur itu sendiri, itu adalah mustahil. Nabi (saw) telah membangun para Sahabat hingga mencapai tingkatan di mana mereka dapat bertafakur mengenai Allah, jika ada izin. Tetapi sekarang mereka dapat bertafakur mengenai Sayyidina Muhammad (saw). Itulah sebabnya Allah (swt) berfirman,
 
وَمَا أَرْسَلْنَا مِن رَّسُولٍ إِلاَّ لِيُطَاعَ بِإِذْنِ اللّهِ وَلَوْ أَنَّهُمْ إِذ ظَّلَمُواْ أَنفُسَهُمْ جَآؤُوكَ فَاسْتَغْفَرُواْ اللّهَ وَاسْتَغْفَرَ لَهُمُ الرَّسُولُ لَوَجَدُواْ اللّهَ تَوَّابًا رَّحِيمًا
 
Wa law annahum idz zhalamuu anfusahum ja’uuka fa ’staghfarullaha wa’staghfara lahumu ar-rasuulu la-wajadullaha tawwaaban rahiima
 
Dan Kami tidak mengutus seseorang rasul melainkan untuk ditaati dengan seizin Allah. Sesungguhnya jikalau mereka ketika menganiaya dirinya datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rasul pun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang. An-Nisa [4:64]
 
“Ketika mereka menganiaya diri mereka, mereka datang kepadamu, Ya Muhammad!” Bukannya mereka datang kepada Allah.” Dan mereka memohon ampun dalam hadiratmu.” Itu artinya, pintu kepada-Nya adalah Rasulullah (saw).
 
Jadi tugas kita adalah mentautkan diri kepadanya. Karena kita tidak dapat terhubung dengan beliau, maka kita memerlukan sebuah colokan (seperti dalam listrik), kita memerlukan sambungan. Allah telah memberi wewenang kepada Nabi (saw) untuk mempunyai para pembantu, yaitu para Awliyaullah untuk mentautkan para pengikutnya kepada Nabi (saw). Jadi kalian bertaut kepada mereka dan mereka menghubungkan kalian kepada Nabi (saw). Begitulah cara kerjanya.
 
“Dan engkau akan memintakan ampun atas nama mereka, karena jika engkau, wahai Muhammad, tidak mengesahkannya maka permohonan itu tidak diterima.” Jika ibadah kalian tidak dibungkus dengan shalawat agar dapat disahkan, maka “dokumen” ibadah kalian tidak akan berjalan. Dapatkah kalian mendatangi pemerintah dengan dokumen yang tidak disahkan terlebih dahulu?  Tidak bisa, dokumen itu harus distempel dan ditandatangani.
 
Jadi para Awliyaullah akan mendatangi Nabi (saw) untuk membawa para pengikut mereka untuk mendapatkan pengesahan dari Nabi (saw), dengan demikian itu tidak akan menjadi masalah.
 

Connect yourself to Prophet ﷺ

The Prophet (s) one time, he saw the Sahaba and he said to them, “what are you meditating?” he said, “what are you doing?” they said,” we are meditating on Allah swt” he said, “don’t do that, meditate on His creation, meditate on the universe, meditate on the skies and heavens. Meditate on something you can understand.”

Don’t meditate on the One who created meditation. Impossible. Because He is building them up to the level that they can meditate on Allah. When the permission comes. But now they can meditate on Sayyidina Muhammad (s). That is why He said:

وَمَا أَرْسَلْنَا مِن رَّسُولٍ إِلاَّ لِيُطَاعَ بِإِذْنِ اللّهِ وَلَوْ أَنَّهُمْ إِذ ظَّلَمُواْ أَنفُسَهُمْ جَآؤُوكَ فَاسْتَغْفَرُواْ اللّهَ وَاسْتَغْفَرَ لَهُمُ الرَّسُولُ لَوَجَدُواْ اللّهَ تَوَّابًا رَّحِيمًا

Wa law annahum idh dhalamoo anfusahum ja’ooka fa ’staghfarullaha wa’staghfara lahumu ar-rasoolu la-wajadullaha tawwaaban raheema

We sent not an apostle, but to be obeyed, in accordance with the will of Allah. If they had only, when they were unjust to themselves, come unto thee and asked Allah’s forgiveness, and the Messenger had asked forgiveness for them, they would have found Allah indeed Oft-returning, Most Merciful. An-Nisa [4:64]

“When they are oppressors to themselves they come to you, Ya Muhammad!” Not they come to Allah. “And they ask forgiveness in your presence.” It means the door to Him is Rasulullah.

So our duty is to connect to him. So since we cannot connect with him, then we need a plug, we need a connection. Allah has authorized the Prophet to have helpers. The awliyaullah to connect their followers to the Prophet (s). The awliyaullah connect you to the Prophet (s). So you connect to them and they connect you to Prophet (s). That is how it works.

And you have to ask forgiveness on their behalf. That is because if you, Ya Muhammad, don’t certify then it is not accepted. If your worship is not wrapped with salawaat to be certified, then your paper your worship, it will not go. Can you go to government and get your paper to go? No, it must be stamped and signed.

So awliyaullah have to go to the Prophet (s) to present their follower to get signature of the Prophet (s), then it is ok.

Mawlana Shaykh Hisham Kabbani

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s