Mencitai Nabi (saw)

19894810_10154792507160886_1651036978582392636_n

Nabi (saw) bersabda, “Iman itu mempunyai tingkatan dan tidak ada seorang pun yang dianggap sebagai Mukmin sejati sampai ia mencintaiku lebih dari saudaranya, ayahnya dan siapa pun yang lainnya.” Kalian mencintai jam tangan kalian melebihi yang lainnya kan? Kalian mencintai mobil kalian lebih dari yang lain, dan kita tidak berpikir untuk mencintai Nabi (saw). “Ini mobil yang bagus, aku senang sekali! Ini mobil yang bagus, aku mencintainya!”

Tidak ada orang yang mengatakan, “Nabi (saw), aku mencintainya!” Meskipun beliau sangat peduli dengan kita, memberikan kita berbagai jalan agar bebas dari azab pada Hari Kiamat, tetapi kita tidak mempertimbangkannya! Seperti ketika Nabi (saw) telah mengatakan agar kita membaca al-Qur’an Suci, jadi bacalah, jangan menjadikan Qur’an yatim, dengan membiarkannya berada di rak! Bacalah!

 

Prophet (s) said, “There are levels in imaan and no one is considered a real Believer until he loves me more than his brother, his father and everyone else.” You love your watch more than anyone else, is it not? You love your car more than anyone else, and we don’t think to love the Prophet (s). “This is a nice car, I love it! This is a nice car, I love it!”

No one said, “Prophet, I love him!” although he is caring for us, giving us many ways to be out of punishment on the Day of Judgement, but we are not considering this! Like that Prophet (s) has mentioned to read Holy Qur’an, so read it, don’t keep the Qur’an yateem, orphaned on the shelf! Read!

Shaykh Hisham Kabbani

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s