Awliya’ullah ingin agar Murid-Muridnya Berhasil

20031555_1398315943556088_6797954207478564640_n
 
Lensa terbesar di dunia adalah Teleskop Hubble. Salah satu di antara orang-orang yang membangunnya mengatakan kepada saya bahwa lensa yang dibutuhkan (diameternya) adalah sepanjang jarak antara San Francisco ke New York, tetapi karena terus-menerus dipoles dan dipoles lensa lebar sepanjang tiga kakinya dapat menjangkau begitu jauh. Jika kita semua memoles qalbu kita, kita akan menjadi seperti Teleskop Hubble dan dapat melihat apa yang tidak bisa dilihat orang, mendengar apa yang tidak bisa didengar orang, karena pada saat itu qalbu kita terhubung dengan sangat baik kepada Syekh kita, sehingga mulai melihat penglihatan spiritual dan mimpi-mimpi. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh salah satu Awliya yang Agung, Sayyidina Muhiyyidin ibn `Arabi (q), “Ketika Allah ingin melihat pada Ciptaan-Nya, Dia tidak melihatnya secara langsung, melainkan melihat pada Sayyidina Muhammad (saw), sang cermin!
 
Antara Ciptaan dengan Pencipta adalah Sayyidina Muhammad (saw): itulah sebabnya nama beliau diangkat, agar seluruh makhluk mengetahui Hakikat tersebut. Laa ilaaha illa-Llah Muhammadun Rasuulullah: bagian akhir dari ‘laa ilaaha illa-Llah’ adalah Allah dan haa di sana artinya tersembunyi, Qul Huw Allahu Ahad. Laa ilaaha illa-Llah ilaa Huw, bagian akhir dari ‘Allah’ adalah Huw, yang merupakan Ghayban Mutlaaq, Ghaib Mutlak, tak seorang pun dapat melihatnya, tetapi:
 
“Katakanlah, yaa Muhammad, ‘Qul Huw Allahu Ahad.’ Dia adalah Yang Tidak Bisa Dilihat, Dia adalah Yang Maha Unik, Sang Pencipta, Dia adalah Segalanya!” Ketika Allah ingin melihat pada hamba-hamba-Nya ketika mereka dikirim ke Surga Pertama, Dia melihat mereka melalui cerminnya Nabi (saw), karena apa pun yang mereka lakukan akan terpantul pada cerminnya Nabi (saw), dan dari sana ia akan sampai pada Alastu bi-rabbikum qaaluu balaa:
 
أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ قَالُوا بَلَىٰ
[Allah bertanya] “Bukankah Aku Tuhanmu?” Mereka berkata, “Ya!” (Surat al-A’raaf, 7:172)
 
Awliyaullah sangat hati-hati dalam mengarahkan pandangan mata mereka. Seorang Wali, sejak kelahirannya… karena sebagian mereka tidak terhijab, mereka dapat melihat segalanya, bahkan al-Lawh al-Mahfuuzh, apakah orang suka atau tidak. Nabi (saw) adalah orang yang Allah beri kewenangan atas seluruh manusia, bukankah begitu?
 
Awliyaullah mengamati para pengikutnya untuk membawa mereka ke Jalan yang Benar; mereka mengetahui apa yang dikerjakan oleh murid-muridnya untuk mendukung mereka agar terlihat pada cerminnya Nabi (saw). Ketika seorang Wali ingin melihat muridnya, ia melihatnya pada qalbu Nabi (saw), yang memantulkan apa yang dikerjakan oleh murid tersebut, apakah itu baik atau buruk:

تعرض علي أعمالكم
Aku mengamati amal umatku. (al-Bazzaar di dalam Musnadnya)

Beliau (saw) melihat kita dan beliau mempersembahkan kita kepada Allah (swt) dalam keadaan suci, dan itu merupakan kehormatan bagi kita. Semoga Allah (swt) senantiasa menjaga kita di dalam jalan yang benar, yang tersambung dengan Nabi (saw), yang merupakan mesin utama bagi dunia dan seluruh Ciptaan. Allah menciptakan Ciptaan dan tidak memandangnya, Dia hanya melihat pada Nabi (saw)! Dari Cahaya yang Allah berikan kepadanya setiap `abd muncul dan ketika Cahaya itu diambil, kalian tidak tampak lagi kepada mereka. Jika amal kalian baik, kalian akan diberi Surga, dan setiap orang yang diberikan Surga di dalam hidupnya, ia tidak akan menjadi buta, matanya selalu dapat melihat segala sesuatu. Mari kita membuat mata kita dapat melihat segala sesuatu dengan merefleksikan Kalimat at-Tawhiid karena itu merupakan Miftah al-Jannah, Kunci ke Surga.

Awliya’ullah want Their Mureeds to Succeed

The biggest lens in dunya is the Hubble Telescope. One of the main people who built it told me the required lens would be the size of the distance from San Francisco to New York, but due to polishing and polishing and polishing, its three-foot-wide lens can see so far. If we all polish our hearts, we will become like the Hubble Telescope and will see what people cannot see and will hear what people cannot hear, because at that moment our heart is very well-connected with our shaykh, which is why you begin to see visions and dreams. As narrated by one of most precious Awliya, Sayyidina Muhiyyidin ibn `Arabi (q), when Allah wants to look at His Creation He does not look directly, but rather looks at Sayyidina Muhammad (s), the mirror!

Between Creation and Creator is Sayyidina Muhammad (s): that is why his name was raised, in order for all to know that Reality. Laa ilaaha illa-Llah Muhammadun Rasoolullah: the end of ‘laa ilaaha illa-Llah’ is Allah and the haa means it is hidden: Qul Huw Allahu Ahad. Laa ilaaha illa-Llah ilaa Huw, the end of ‘Allah’ is Huw, which is Ghayban Mutlaaq, The Absolute Unseen, no one can see it, but:

“Say, yaa Muhammad, ‘Qul Huw Allahu Ahad.’ He is The One Who Cannot Be Seen, He is The Unique, The Creator, He is everything!” When Allah wants to look at His servants when they are sent to the First Heavens, He looks at them through the mirror of Prophet (s), because whatever they did reflects on the mirror of the Prophet (s), and from there it reaches Alastu bi-rabbikum qaaloo balaa:

أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ قَالُوا بَلَىٰ
[Allah asked] “Am I not your Lord?” They said, “Yes!” (Surat al-Araaf, 7:172)

Awliyaullah are very careful how they direct their eyes. One Wali, since his birth…because some of them are not veiled, they can see everything, even al-Lawh al-Mahfoozh, whether people like it or not. The Prophet (s) is the one to whom Allah gave authority on all human beings, is it not?

Awliyaullah observe their followers to bring them to the Right Way; they know what their mureed’s are doing in order to support them to be seen in the mirror of the Prophet (s). When a Wali wants to look at the mureed he looks at the heart of the Prophet (s), which reflects what that mureed is doing, either good or bad:

تعرض علي أعمالكم
I observe the `amal of my Ummah. (al-Bazzaar in his Musnad)

He looks at us and he presents us to Allah (swt) clean, which is an honor for us. May Allah (swt) keep us on the right track, connected to Prophet (s), who is the main engine of dunya and all Creation. Allah created Creation and did not give it a glance, He only looked at Prophet (s)! From that Noor that Allah gave him every `abd appeared and when that Noor is taken, you no longer appear to them. If your `amal is good you will be given Paradise, and anyone given Paradise in his life will never be blind, always his eyes can see everything. Let us make our eyes see everything by reflecting Kalimat at-Tawheed because it is the Miftah al-Jannah, Key to Paradise.

Mawlana Shaykh Hisham Kabbani
Nazimiyya Indonesia
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s