Peranan Syekh

Grandsyekh (q) mengatakan,

Duduk bersama bukan hanya tarekat, tetapi juga Syariah. Hilaaq adz-dzikr adalah dengan duduk bersama. Mengapa kita duduk bersama? Mengapa Thariqatunaa ‘sh-shuhbah wa ‘l-khayru fi ‘l-jami`yya, “Tarekat kita bukan hanya nasihat, tetapi ia adalah persahabatan dengan Syekh.”

Bepergian dengannya, bukan pergi bersamanya ke mana-mana secara harfiah, tetapi itu artinya pergi ke tempat di mana Syekh menyelam dalam Samudra dan Cahaya Nabi (saw)!

Zikir dan salamnya Awliyaullah adalah dalam hadirat Nabi (saw), itulah sebabnya mengapa mereka mempersembahkan para pengikutnya kepada Nabi (saw) tiga kali sehari. Grandsyekh (q), semoga Allah memberkati ruhnya, berkata, “Tingkat pertama dalam shuhba (asosiasi) yaitu bahwa Syekh harus membawa murid-muridnya dan membersihkannya dari segala sesuatu yang telah mereka lakukan selama 24 jam dan mempersembahkannya dalam keadaan suci kepada Nabi (saw).” Mereka tidak bergantung kepada kita untuk membersihkan diri kita, kita tidak bisa melakukannya. Seperti halnya seorang ibu atau ayah membersihkan bayinya, tetapi bayi itu tidak bisa membersihkan dirinya sendiri. Kita tidak bisa membersihkan diri kita sendiri kecuali dengan beristighfar sejumlah tertentu; lebih dari itu kita tidak bisa.

Jadi peranan Syekh bukan hanya memberi pelajaran saja, shuhbah dan duduk. Tidak, Syekh bersama kalian dan bersama Nabi (saw) pada saat yang sama. Awliyaullah mempunyai jalur langsung kepada Nabi (saw). Itulah hal yang penting dalam persahabatan dengan Syekh, yaitu refleksinya pada diri kalian. Grandsyekh (q), semoga Allah memberkati ruhnya, mengingatkan saya untuk berbicara tentang hal ini, tetapi mereka memotong saya, mereka tidak ingin saya mengatakannya, tetapi dengan izin mereka saya akan mengatakannya. Beliau mengatakan, “Dalam 24 jam Syekh harus mengawasi semua muridnya tanpa memandang apakah murid itu melakukan awrad atau tidak. Segera setelah murid itu menerima untuk mengambil tangannya (yakni bay’at), Syekh bertanggung jawab atasnya.”

Sekarang, yang lain mungkin akan mengatakan sesuatu yang berbeda, kalian tahu orang-orang ini, tetapi saya menyaksikan banyak keajaiban di dalam kehidupan saya bersama Grandsyekh (q) dan Mawlana Syekh Nazim (q) yang tidak bisa dilakukan oleh orang lain. Beliau berkata, “Di dalam Shalaat an-Najaat, ketika kalian shalat dua rakaat dan bersujud setelah ‘Assalaam `alaykum wa rahmatullah’ dan ‘Assalaam `alaykum wa rahmatullah,’ kemudian berdoa dalam posisi sujud setelahnya.

Itulah yang penting, bahwa di dalam sujud tersebut, siapa pun yang telah diberikan kepadaku pada Hari Perjanjian, Alastu bi rabbikum qaaluu balaa, untuk bersama denganku, aku persembahkan mereka semua kepada Nabi (saw) setiap malam dalam Shalaat an-Najaat. Mereka muncul satu per satu di hadapanku, mereka adalah orang-orang yang mengenalku dan mengambil tanganku dalam bay’at, dan aku mempunyai kewajiban untuk mensucikan dan membersihkan mereka; dan juga orang-orang yang aku tidak mempunyai kesempatan untuk bertemu dengan mereka di dunia, tetapi mereka telah tertulis sebagai pengikutku pada Hari Alastu bi rabbikum, mereka yang kujangkau melalui mimpi, penglihatan spiritual ataupun melalui ilham, aku bertanggung jawab atas mereka.”

 

The role of the Shaykh

Sitting together is not only Tariqah, but also Shari’ah. Hilaaq adh-dhikr is to sit together. Why do we sit together? Why is Tariqatunaa ‘s-suhbah wa ‘l-khayru fi ‘l-jami`yya, “Our way is not just advice but it is companionship with the shaykh” important?

Traveling with him, not in the literal meaning of traveling with him everywhere, but it means to where he dives in the Light and Ocean of Prophet (s)!

The dhikr and salaam of Awliyaullah is in the presence of Prophet (s), that is why they present their followers to him three times a day. Grandshaykh (q), may Allah bless his soul, said, “The first level in assocation is that the shaykh has to carry his mureed and clean him from everything he has done in 24 hours and present him clean to Prophet (s).” They are not depending on us to clean ourselves, we cannot. Just as the mother and father clean the baby but the baby cannot clean itself, we cannot clean ourselves except by a certain amount of istighfaar; above that we cannot.

So the role of the shaykh is not to just give a lecture, suhbah and sit. No, he is with you and with Prophet (s) at the same time. Awliyaullah have a direct line to Prophet (s). That is what is important in the company of the shaykh, his reflection on you. Grandshaykh (q), may Allah bless his soul, reminded me to speak about it, but they are cutting me, they don’t want me to say, but with their permission I will say. He said, “In 24 hours, the shaykh has to look at the mureed without considering if the mureed is going to do the awraad or not. As soon as the mureed accepts to take his hand, the shaykh is responsible.”

Now others might say something different, you know these people, but I saw miracles in my life many times with Grandshaykh (q) and with Mawlana Shaykh Nazim (q) that no one can do. He said, “In Salaat an-Najaat, when you pray two raka`ats and make sajda after “Salaam `alaykum wa rahmatullah” and “Salaam `alaykum wa rahmatullah,” then make du`a in the following sajda.

That is what is important, that in that sajda, whoever was given to me on the Day of Promises, Alastu bi rabbikum qaaloo balaa, to keep company with me, I present them to Prophet (s) every night in Salaat an-Najaat. They come before me one by one, those who know me and took my hand in baya`, and I have the responsibility to purify and clean them; and also those whom I did not have a chance to meet in dunya, but they were written as mine on the Day of Alastu bi rabbikum, those whom I reach through dreams, visions or inspirations, I am responsible for them.”

Mawlana Shaykh Hisham Kabbani

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s