Pentingnya Shalat Berjamaah

22467541_1480141255373556_6479277704273669183_o
 

Nabi (saw) bersabda,
صلاة الجماعة أفضل من صلاة الفذ بسبع وعشرين درجة
Shalat berjamaah itu lebih utama daripada shalat sendirian dengan 27 derajat. (Bukhari, Muslim)
 
Mengapa 27 kali lipat? Kejadian penting apa yang terjadi pada hari ke-27? Israa’ wa ‘l-Mi`raaj dan Laylat al-Qadr! Allah (swt) menurunkan al-Qur’an Suci kepada Nabi-Nya, Sayyidina Muhammad (saw), pada malam Laylat al-Qadr, malam ke-27 dari bulan Ramadhan! Jadi, setiap kali seseorang melakukan shalat berjamaah, ia akan mendapat berkah seolah-olah ia telah mengkhatamkan al-Qur’an, karena setiap kali kalian shalat berjamaah, kalian tidak shalat di ruangan ini, tetapi ruangan ini akan lenyap dan kalian akan shalat di bayna yaday ar-Rahman, di antara Tangan-Tangan Allah di Hadhratillah.
 
Untuk setiap shalat yang dikerjakan secara berjamaah, kalian akan menerima berkah penuh dari al-Qur’an Suci yang Allah karuniakan kepada Nabi-Nya (saw)! Dari rahasia tersebut para Awliyaullah menyukai shalat berjamaah dan sekarang kita memohon kepada Allah (swt) untuk memberi kita kekuatan untuk melakukan shalat berjamaah.
 

The Importance of Praying in Congregation

The Prophet (s) said:

صلاة الجماعة أفضل من صلاة الفذ بسبع وعشرين درجة

Prayer in congregation is twenty-seven times the value of prayer by oneself. (Bukhari, Muslim)

Why is it twenty-seven times? What importance happens in a month on the 27th day? Israa’ wa ‘l-Mi`raaj and Laylat al-Qadr! Allah (swt) sent the Holy Qur’an to His Prophet, Sayyidina Muhammad (s), on Laylat al-Qadr, the 27th night of Ramadan! So whenever anyone prays Salaat al-Jama`ah he will get the blessings as if he read the whole Holy Qur’an, because every salaat you pray in jama`ah you are not praying in this room, but this room will disappear and you will pray it bayna yaday ar-Rahman, between the Hands of Allah in the Divine Presence.

For every prayer prayed in jama`ah you will receive the complete blessings of the Holy Qur’an which Allah granted His Prophet (s)! From that secret Awliyaullah like to pray Salaat-al-Jama`ah and now we ask Allah (swt) to give us that power to pray Salaat al-Jama`ah.

Mawlana Shaykh Hisham Kabbani

Mawlana Shaykh Hisham Kabbani
Nazimiyya Indonesia
Advertisements

Pentingnya Shalat

22519685_1480139122040436_8055383333622432922_o
إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاء وَالْمُنكَرِ
Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan munkar. (Surat al-`Ankabuut, 29: 45)
 
Di sini masalah yang terpenting adalah bahwa Allah mengatakan di dalam al-Qur’an Suci bahwa shalat mencegah dan menghindarkan kalian dari sesuatu yang salah, dari dosa, fahsya, korupsi, dan berbagai kesalahan. Bila kalian shalat, Allah (swt) akan menjadikan fahsya kalian menjadi amal yang lebih baik. Grandsyekh, semoga Allah memberkahi ruhnya, mengatakan bahwa, “Jika kalian ingin tahu apakah shalat kalian diterima atau tidak, cek apakah kalian mengalami kemajuan hari demi hari atau tidak. Jika tidak, itu artinya ada masalah di dalam shalat kalian
yang harus diperbaiki.”
 
Inna ‘sh-shalaata tanha ʿan al-fahsyaa’i wa ‘l-munkar, sesungguhnya shalat mencegah dari perbuatan keji dan munkar. Selesai. Shalat akan menghentikan kalian dari melakukan sesuatu yang salah, korupsi. Shalat pasti akan menghentikan kalian! Allah (swt) akan memberkahi kalian bila kalian shalat karena dengan demikian kalian menjadi bayna yaday ar-Rahman, di antara Tangan-Tangan Allah (swt). Segera setelah kalian mengangkat tangan kalian untuk bertakbir, “Allahu Akbar,” kalian sungguh berkata, “Yaa Rabbii! Kami datang pada-Mu.”
 
Sangat penting untuk tidak melewatkan shalat kalian. Bahkan ketika di dalam pesawat kalian bisa shalat dengan cara yang memungkinkan. Jika kalian tidak menemukan jalan, kalian dapat melakukannya dengan duduk, atau dengan menggerakkan mata atau kepala kalian, karena sekarang ini ada begitu banyak rintangan, tetapi jangan membiarkan shalat kalian terlewati. Kalian dapat melakukan shalat dengan duduk di dalam mobil, kemudian mengulanginya ketika telah sampai di rumah.
 
The importance of prayers

إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاء وَالْمُنكَرِ

Indeed the prayer restrains from shameful and unjust deeds. (Surat al-`Ankaboot, 29: 45)

Here the important matter is that Allah says in the Holy Qur’an that salaah prohibits and takes you away from something wrong: sins, fahsha, corruption, too many sins, too many mistakes. When you pray, Allah (swt) will turn your fahsha into better `amal. Grandshaykh, may Allah bless his soul, said, “If you want to understand how you much your salaah is accepted or not, check if you are improving day after day: if you are not improving, it means there is a problem in your salaah that you have to fix.”

Inna ‘s-salaata tanha ʿan al-fahshaa’i wa ‘l-munkar, Indeed the prayer restrains from shameful and unjust deeds. Finished. Prayer will stop you from doing something wrong, corruption. It has to stop you! Allah (swt) will bless you when you pray because then you are bayna yaday ar-Rahman, between the Hands of Allah (swt). As soon as you raise your hands to say “Allahu Akbar,” you are really saying, “Yaa Rabbee! We are coming to You.”

It is very important not to miss your prayers. Even on a plane you can pray in any possible way. If you cannot find a way, you can pray sitting or by moving only your eyes or your head, because there are so many obstacles these days, but don’t let the prayer be lost. You can pray sitting in the car sitting, then when you go home repeat it.

Mawlana Shaykh Hisham Kabbani
Nazimiyya Indoneisia

Jadilah Nol dan Kalian akan Diangkat Derajatnya

22496031_1480136532040695_7990552062888313122_o
Setiap surat di dalam al-Qur’an suci dimulai dengan bismillahi ‘r-Rahmaani ‘r-Rahiim. Itu artinya setiap amal dapat masuk ke dalamnya. Dan bismillahi ‘r-Rahmaani ‘r-Rahiim terdiri atas 19 huruf. (Malaikat) yang membawa Singgasana Allah (Arasy) ada 19, dan yang menjaga Neraka ada 19. Itu artinya, jika kalian menambahkan 1 dengan 9, hasilnya 10. Nol tidak diperhitungkan, jadi tanpa angka 1, nol tidak ada artinya.
 
Dan siapakah yang Satu itu? Dialah Allah (swt)! Jika kalian mencapai level nol, itu artinya kalian merendahkan hati kalian, dan telah menyingkirkan segala macam gelar khalifah, wakil, atau kepala ini, itu, singkirkan itu dan jadilah nol, barulah kalian mempunyai makna! Di samping angka 1 kalian menjadi 10, yang artinya Allah akan memberi kalian ilmu! Awliyaullah mengambil ilmu tersebut karena mereka menolkan diri mereka. Ketika kalian menjadi nol, Allah dapat mengirimkan kepada kalian. Bila kalian tidak nol, kalian mungkin menganggap diri kalian 1, padahal tidak ada “Satu” lainnya di Sisi Allah! Jika kalian berpikir bahwa kalian menjadi “dua” di sebelah “satu”, itu adalah mustahil; hanya ada Satu! Allah adalah Satu! Sang Khalik adalah satu! Tetapi manusia itu banyak sekali.
 
Sayyidina Muhammad (saw) adalah satu-satunya orang yang Allah (swt) angkat bersama Nama-Nya, dan beliau adalah Rasul Penutup! Tetapi Allah berfirman, “Yaa Muhammad, rendahkan dirimu.” Apa yang harus beliau lakukan untuk merendahkan dirinya? Beliau harus berkata, “Aku adalah manusia seperti kalian.” Ketika kalian menjadi nol, di sisi yang Satu, Allah (swt) akan mengangkat kalian. Jadi, apakah kalian akan bersama 19 yang membawa Singgasana Allah atau 19 yang menjaga Neraka, dan kedua sisi adalah baik. Yang membawa Arasy akan diangkat. Jika kalian bersama (malaikat) yang menjaga Neraka, kemudian kalian mengucapkan, “Bismillahi ‘r-Rahmaani ‘r-Rahiim, mereka juga akan mengintervensi dan menolong kalian di Yawmil Hisab dengan kekuatan 19 huruf tersebut.
Become Zero and You Will Be Raised

Every surah in the Holy Qur’an begins with bismillahi ‘r-Rahmaani ‘r-Raheem. It means every `amal can move inside. And bismillahi ‘r-Rahmaani ‘r-Raheem is comprised of 19 letters. Those who carry Allah’s Throne are 19, and those who are taking care of Hellfire are 19. It means, if you add 1 and 9, it becomes 10. Zero is not considered, so without the one, zero has no meaning.

And Who is The One? It is Allah (swt)! If you reach the level of zero, it means if you humble yourself and take away from yourself the title of khalifah, representative, or the head of this and that, take it down and become zero, then you have a meaning! Beside the one you become ten, which means Allah will give you knowledge! Awliyaullah took knowledge because they became zero. When you become zero, Allah can send to you. When you are not zero, you might consider yourself one, and there is no “one” beside Allah! If you think you are “two” beside the “one,” it can’t be: there is only One! Allah is One! The Creator is One! But human beings are too many.

Sayyidina Muhammad (s) is the only one Allah (swt) raised his name with His name, and he is the Seal of Messengers! But Allah said, “Yaa Muhammad, humble yourself.” What does he have to do to humble himself? He must say, “I am only a human being like you.” When you become zero beside the one, Allah (swt) will raise you up. So either you will be with the 19 who are carrying the Throne or the 19 looking after Hellfire, and both sides are good. Those carrying the Throne will be uplifted. If you are with the ones responsible for Hellfire, saying, bismillahi ‘r-Rahmaani ‘r-Raheem, they will also intervene and intercede for you on the Day of Judgment with the power of those 19 letters.

 
Mawlana Shaykh Hisham Kabbani
Nazimiyya Indonesia

Rahasia Lidah

22338735_1475539749167040_3818441348795374650_o

Guru kita mengatakan bahwa kita menggunakan lidah kita untuk hal-hal yang tidak berguna; kita membicarakan omong kosong dari timur ke barat, kita membicarakan juga beberapa hal yang baik di sini dan di sana, tetapi kebanyakan omongan kita tidak ada nilainya karena itu hanyalah gosip, bicara bohong, atau tipuan, tidak ada gunanya!

Jadi guru-guru kita mengatakan bahwa ketika kita menggunakan lidah kita untuk dzikrullah, menyebut Nama Allah, inilah cara kita membersihkan lidah kita dari apa yang telah kita perbuat dengannya. Allah (swt) memberi kita lidah untuk digunakan dengan bijaksana. Ada orang yang tidak mempunyai lidah karena mempunyai kanker pada lidahnya sehingga harus dipotong. Allah (swt) dapat mengirimkan sesuatu pada lidah kalian, atau lidah saya, dan pada lidah setiap orang. Kalian pergi ke dokter gigi dan ia mengatakan, “Ada masalah di lidah Anda,” kemudian mereka memotongnya dan setelah itu kita tidak bisa berbicara lagi.

Jadi lihatlah pada nikmat yang Allah (swt) berikan. Dia memberi kita lidah agar kita dapat mengatakan sesuatu dengannya, dan bila kita menggunakannya pada jalan yang tidak diridai Allah (swt) maka kita menyalahgunakan nikmat Allah. Allah (swt) berfirman, “Gunakan nikmat-Ku untuk bersyukur kepada-Ku.” Kita harus bersyukur kepada Allah (swt) atas segala nikmat yang Dia berikan kepada kita. Jadi bila kita mempunyai lidah, kita harus menggunakannya untuk dzikrullah, menggunakannya untuk menyebutkan nikmat yang Allah berikan kepada kita, menggunakannya untuk bershalawat pada Nabi (saw), atau untuk mempromosikan kebaikan atau menyampaikan hal-hal yang baik.

Namun demikian kita masih menggunakannya dengan cara sebaliknya, itulah sebabnya kita harus senantiasa menjaga dzikir, membersihkan lidah kita sehingga Allah (swt) akan menjaganya hingga akhir hayat kita, karena ketika ajal menjemput kita semua ingin agar kita dapat mengucapkan Syahadat di tempat tidur kita, tetapi bila kita tidak mempunyai lidah bagaimana kita akan mengucapkannya? Ya, kalian dapat mengucapkannya dalam hati, tetapi mengucapkannya dengan lidah merupakan keinginan semua orang. Setiap orang mengatakan, “Wahai Tuhanku, perkenankanlah aku untuk mengucapkan syahadat pada akhir hayatku!” Jadi jika Allah (swt) memberi kita lidah, maka kita harus tahu bagaimana kita menggunakannya.

 

Secret of the tongue

Our teachers say we use our tongues for useless stuff; we talk nonsense from east and west, we say a few good things here and there, but most of our talk has no value as it’s either gossip, lying, or cheating: useless! So our teachers say when we use our tongue in dhikrullah,mentioning Allah’s Name, this is how we clean our tongues from what we have done with it. Allah (swt) gave us the tongue to use it wisely, some people have no tongue; they get cancer on their tongue and then get their tongue cut off. Allah (swt) is able to send something on your tongue, or my tongue, on anybody’s tongue. You go to the dentist and he says, “There’s something on your tongue,” and they cut the tongue out, after which we can’t speak anymore.

So look at the the favor of Allah (swt). He gave us the tongue so we can say things with it, and when we use it in a way that is not pleasing to Allah (swt) then we are misusing Allah’s Favors. Allah (swt) is saying, “Use My favors to thank me!” We have to thank Allah (swt) for the favors He has given us, so when we have a tongue, we must use it in dhikrullah, in mentioning Allah’s Favors on us, in sending salawat on our Nabi (s), in promoting goodness and saying good things, not to use it in the opposite way. However, we all use it the opposite way, which is why we have to keep making dhikr, to clean the tongue so Allah (swt) can keep it until we die, because when we die we are all wanting and wishing to say the Shahadah and on our deathbed if we have no tongue, how are we going to say it? Yes, you can say it with the heart, but to say it with the tongue is everyone’s wish; everyone says, “O my Lord, make me say the Shahadah on my deathbed!” So if Allah (swt) gave us the tongue, then we have to know how to use it.

Mawlana Shaykh Hisham Kabbani

 

Pentingnya Sedekah

22459549_10155035374275886_6136321526868302284_o

Nabi ﷺ bersabda, dan saya sering mengulangnya ratusan kali, dan setiap orang harus mendengarnya,
الصدقة ترد البلا و تزيد العمر
Ash-shadaqata tarud al-balaa wa taziidu ’l-`umr.
Sedekah menghilangkan bala bencana dan memperpanjang umur.

Sedekah atas nama kalian, ketika kalian memberi di Jalan Allah, Allah akan memanjangkan umur kalian dan menyembuhkan kalian dari penyakit-penyakit. Berikan sedekah fii sabiilillah, demi Allah, jangan biarkan tangan kalian gemetar (karena ragu), tetapi berikan apa yang mampu kalian berikan.

Rumah ini kosong; tidak ada furnitur di sini tetapi tetap saja kita dapat menggunakannya, jadi jangan berpikir ini tidak berguna. Allah membuat kalian mengeluarkan furniturnya, sebagai contoh, untuk membuat semua orang baik ini datang untuk makan siang, untuk menghilangkan beban dari diri kalian dan memuliakan rumah ini. Jadi berilah di Jalan Allah untuk kesehatan kalian. Kalian menghabiskan uang jutaan pada dokter dan rumah sakit, tetapi kalian tidak mengeluarkan sedekah untuk kesehatan kalian.

Nabi (saw) adalah ash-Shadiq al-Amin, “Orang yang jujur dan dapat dipercaya.”

وَالنَّجْمِ إِذَا هَوَى مَا ضَلَّ صَاحِبُكُمْ وَمَا غَوَى وَمَا يَنطِقُ عَنِ الْهَوَى إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى
Wan najmi idza hawaa ma dhalla shaahibukum wa maa ghawaa. Wa man yanthiqu `ani ‘l-hawaa in huwa illa wahyun yuuhaa.

Demi bintang ketika terbenam, sahabatmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru. Dan tiada yang diucapkannya itu (al-Qur’an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diturunkan kepadanya. (Surat an-Najm, 53:1-4)

Beliau (saw) bersabda, “Berikanlah sedekah, Allah akan memberimu lebih banyak lagi dan memberimu kesehatan.” Semoga Allah (swt) memberi kesehatan dan kesembuhan kepada pemilik rumah ini, kepada para sahabatnya, kepada Syekh Abdul Jalil dan istrinya, kepada istri saya, kepada saya, dan kepad setiap orang, dan memanjangkan umur Mawlana Syekh, dan kalian semua, semoga panjang umur di Jalan Allah (swt) dan dalam cinta kepada Nabi (saw)!

 

The importance of Sadaqah

Prophet ﷺ said, and I am repeating it a hundred times, everyone must hear it:

الصدقة ترد البلا و تزيد العمر

As-sadaqata tarud al-balaa wa tazeedu ’l-`umr.

Charity extends life and removes afflictions.

Sadaqah on your behalf, when you give in Allah’s Way, Allah stretches your life and cures you from sickness. Give sadaqah fee sabeelillah, for Allah’s Sake, don’t let your hand tremble (in doubt), but give what you can.

This house is empty; there is no furniture here but still we can use it, so don’t think it is gone. Allah made you to take out the furniture, as an example, to make all these good people come to have lunch, to take burdens from you and honor this house. So give in Allah’s Way for your health. You spend millions on doctors and hospitals, but you don’t spend sadaqah on your health.

Prophet (s) is as-Sadiq al-Amin, “the Truthful and Trustworthy One.”

وَالنَّجْمِ إِذَا هَوَى مَا ضَلَّ صَاحِبُكُمْ وَمَا غَوَى وَمَا يَنطِقُ عَنِ الْهَوَى إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى

Wan najmi idha hawaa ma dalla saahibukum wa maa ghawaa. Wa man yantiqu `ani ‘l-hawaa in huwa illa wahyun yoohaa.

By the star when it goes down, your companion is neither astray nor being misled. Nor does he say (aught) of (his own) desire. It is no less than inspiration sent down to him. (Surat an-Najm, 53:1-4)

He (s) said, “Give, and Allah will give you more and give you health.” May Allah (swt) give health and cure to the owner of this house, to their friends, to Shaykh Abdul Jalil and his wife, to my wife and to me, and to everyone, and give Mawlana Shaykh long life, and all of you long life in the way of Allah (swt) and in the love of Prophet (s)!

Shaykh Hisham Kabbani

Tunjukkan Kerendahan Hati dan Tawaduk

22424497_1475533682500980_3313151031596877497_o

Kalian harus menunjukkan suatu masalah yang sangat halus dalam thariqah. Kalian harus menunjukkan bahwa kalian tidak berharga. Kalian harus menunjukkan kerendahan hati dan tawaduk. Setiap saat ada kesempatan, cobalah. Kalian tidak bisa duduk-duduk saja dan berkata, “Aku mengetahui segala hal yang akan kubicarakan.” Tidak, biarkan orang ini bicara, biarkan orang itu bicara. Dia Maha Mengetahui bahwa kalian berusaha mengangkat orang-orang itu dan Dia akan mengangkat derajat kalian. Jika kalian merendahkan orang lain, Dia akan merendahkan kalian. Tunjukkan bahwa kalian perlu mendengar mereka.

Jangan selalu duduk di kursi utama dan berkata, “Aku adalah syekhnya,” Jadilah seorang gembala, jangan menjadi seorang pengembala. Seorang pengembala mempunyai tanggung jawab. Kita belum mampu menanggung tanggung jawab. Ya Allah, jadikanlah kami senantiasa sebagai anak-anak. Kami tidak bisa menyelamatkan diri kami dan orang-orang di sekitar kami. Kami datang kepada Nabi (saw) dan orang-orang di sekelilingnya meminta agar mereka menyelematkan kami.

 

 

Show humility and humbleness

You have to show a very delicate issue in tariqah. You have to show you are worthless. You have to show humility and humbleness. Whenever there is an opportunity, try. You cannot sit and say, “I know everything I am going to speak.” No let this one speak, let that one speak. Then Allah’s mercy will come. He knows you are trying to put these people u and he will put you up. If you put people down He puts you down. Show you are in need to listen to them.

Don’t always to sit on the main chair and say, “I am the shaykh.” Be a sheep; don’t be a shepherd. The shepherd is responsible. We have to run away from responsibility. O Allah keep us children. We cannot save ourselves and not those around us. We are coming to the Prophet (s) and those around him asking them to save us.

Mawlana Shaykh Hisham Kabbani

Menyelamatkan Diri dari Kemarahan

22580468_121937938478961_354733954705653760_n

Ketika kita marah, Setan merasa senang. Dikatakan bahwa al-ghadabu kufr, “Marah adalah kufur.” Orang yang marah menjadi teracuni dan tidak mengetahui apa yang ia lakukan, jadi jangan biarkan kalian menjadi marah sebab bila marah kalian akan mengalami kegagalan. Kita semua mempunyai masalah ini, itulah sebabnya orang mengatakan, “Jangan terlalu membebani diri kalian, jangan mencari-cari kesalahan, dan berbahagialah!” Bacalah tasbih “Yaa Haliim, yaa Haliim,” seratus kali setiap hari karena dengan tasbih itu Allah akan menyelamatkan kita dari kemarahan.

 

When we are angry, Shaytan is happy. It is said, al-ghadabu kufr, “Anger is kufr.” The one who is angry is intoxicated and doesn’t know what he is doing, so don’t allow yourself to be angry or you will fail. We all have this problem, that’s why they say, “Don’t stress yourself out too much, don’t search for mistakes, be happy!” Say the #tasbih, “Yaa Haleem, yaa Haleem,” a hundred times daily as with that Allah saves us from anger.

~Shaykh Hisham Kabbani 💕
#Sufilive #MSHUSA17 #AwliyaSecrets #FentonZawiya