Jadilah Nol dan Kalian akan Diangkat Derajatnya

22496031_1480136532040695_7990552062888313122_o
Setiap surat di dalam al-Qur’an suci dimulai dengan bismillahi ‘r-Rahmaani ‘r-Rahiim. Itu artinya setiap amal dapat masuk ke dalamnya. Dan bismillahi ‘r-Rahmaani ‘r-Rahiim terdiri atas 19 huruf. (Malaikat) yang membawa Singgasana Allah (Arasy) ada 19, dan yang menjaga Neraka ada 19. Itu artinya, jika kalian menambahkan 1 dengan 9, hasilnya 10. Nol tidak diperhitungkan, jadi tanpa angka 1, nol tidak ada artinya.
 
Dan siapakah yang Satu itu? Dialah Allah (swt)! Jika kalian mencapai level nol, itu artinya kalian merendahkan hati kalian, dan telah menyingkirkan segala macam gelar khalifah, wakil, atau kepala ini, itu, singkirkan itu dan jadilah nol, barulah kalian mempunyai makna! Di samping angka 1 kalian menjadi 10, yang artinya Allah akan memberi kalian ilmu! Awliyaullah mengambil ilmu tersebut karena mereka menolkan diri mereka. Ketika kalian menjadi nol, Allah dapat mengirimkan kepada kalian. Bila kalian tidak nol, kalian mungkin menganggap diri kalian 1, padahal tidak ada “Satu” lainnya di Sisi Allah! Jika kalian berpikir bahwa kalian menjadi “dua” di sebelah “satu”, itu adalah mustahil; hanya ada Satu! Allah adalah Satu! Sang Khalik adalah satu! Tetapi manusia itu banyak sekali.
 
Sayyidina Muhammad (saw) adalah satu-satunya orang yang Allah (swt) angkat bersama Nama-Nya, dan beliau adalah Rasul Penutup! Tetapi Allah berfirman, “Yaa Muhammad, rendahkan dirimu.” Apa yang harus beliau lakukan untuk merendahkan dirinya? Beliau harus berkata, “Aku adalah manusia seperti kalian.” Ketika kalian menjadi nol, di sisi yang Satu, Allah (swt) akan mengangkat kalian. Jadi, apakah kalian akan bersama 19 yang membawa Singgasana Allah atau 19 yang menjaga Neraka, dan kedua sisi adalah baik. Yang membawa Arasy akan diangkat. Jika kalian bersama (malaikat) yang menjaga Neraka, kemudian kalian mengucapkan, “Bismillahi ‘r-Rahmaani ‘r-Rahiim, mereka juga akan mengintervensi dan menolong kalian di Yawmil Hisab dengan kekuatan 19 huruf tersebut.
Become Zero and You Will Be Raised

Every surah in the Holy Qur’an begins with bismillahi ‘r-Rahmaani ‘r-Raheem. It means every `amal can move inside. And bismillahi ‘r-Rahmaani ‘r-Raheem is comprised of 19 letters. Those who carry Allah’s Throne are 19, and those who are taking care of Hellfire are 19. It means, if you add 1 and 9, it becomes 10. Zero is not considered, so without the one, zero has no meaning.

And Who is The One? It is Allah (swt)! If you reach the level of zero, it means if you humble yourself and take away from yourself the title of khalifah, representative, or the head of this and that, take it down and become zero, then you have a meaning! Beside the one you become ten, which means Allah will give you knowledge! Awliyaullah took knowledge because they became zero. When you become zero, Allah can send to you. When you are not zero, you might consider yourself one, and there is no “one” beside Allah! If you think you are “two” beside the “one,” it can’t be: there is only One! Allah is One! The Creator is One! But human beings are too many.

Sayyidina Muhammad (s) is the only one Allah (swt) raised his name with His name, and he is the Seal of Messengers! But Allah said, “Yaa Muhammad, humble yourself.” What does he have to do to humble himself? He must say, “I am only a human being like you.” When you become zero beside the one, Allah (swt) will raise you up. So either you will be with the 19 who are carrying the Throne or the 19 looking after Hellfire, and both sides are good. Those carrying the Throne will be uplifted. If you are with the ones responsible for Hellfire, saying, bismillahi ‘r-Rahmaani ‘r-Raheem, they will also intervene and intercede for you on the Day of Judgment with the power of those 19 letters.

 
Mawlana Shaykh Hisham Kabbani
Nazimiyya Indonesia
Advertisements

Rahasia Lidah

22338735_1475539749167040_3818441348795374650_o

Guru kita mengatakan bahwa kita menggunakan lidah kita untuk hal-hal yang tidak berguna; kita membicarakan omong kosong dari timur ke barat, kita membicarakan juga beberapa hal yang baik di sini dan di sana, tetapi kebanyakan omongan kita tidak ada nilainya karena itu hanyalah gosip, bicara bohong, atau tipuan, tidak ada gunanya!

Jadi guru-guru kita mengatakan bahwa ketika kita menggunakan lidah kita untuk dzikrullah, menyebut Nama Allah, inilah cara kita membersihkan lidah kita dari apa yang telah kita perbuat dengannya. Allah (swt) memberi kita lidah untuk digunakan dengan bijaksana. Ada orang yang tidak mempunyai lidah karena mempunyai kanker pada lidahnya sehingga harus dipotong. Allah (swt) dapat mengirimkan sesuatu pada lidah kalian, atau lidah saya, dan pada lidah setiap orang. Kalian pergi ke dokter gigi dan ia mengatakan, “Ada masalah di lidah Anda,” kemudian mereka memotongnya dan setelah itu kita tidak bisa berbicara lagi.

Jadi lihatlah pada nikmat yang Allah (swt) berikan. Dia memberi kita lidah agar kita dapat mengatakan sesuatu dengannya, dan bila kita menggunakannya pada jalan yang tidak diridai Allah (swt) maka kita menyalahgunakan nikmat Allah. Allah (swt) berfirman, “Gunakan nikmat-Ku untuk bersyukur kepada-Ku.” Kita harus bersyukur kepada Allah (swt) atas segala nikmat yang Dia berikan kepada kita. Jadi bila kita mempunyai lidah, kita harus menggunakannya untuk dzikrullah, menggunakannya untuk menyebutkan nikmat yang Allah berikan kepada kita, menggunakannya untuk bershalawat pada Nabi (saw), atau untuk mempromosikan kebaikan atau menyampaikan hal-hal yang baik.

Namun demikian kita masih menggunakannya dengan cara sebaliknya, itulah sebabnya kita harus senantiasa menjaga dzikir, membersihkan lidah kita sehingga Allah (swt) akan menjaganya hingga akhir hayat kita, karena ketika ajal menjemput kita semua ingin agar kita dapat mengucapkan Syahadat di tempat tidur kita, tetapi bila kita tidak mempunyai lidah bagaimana kita akan mengucapkannya? Ya, kalian dapat mengucapkannya dalam hati, tetapi mengucapkannya dengan lidah merupakan keinginan semua orang. Setiap orang mengatakan, “Wahai Tuhanku, perkenankanlah aku untuk mengucapkan syahadat pada akhir hayatku!” Jadi jika Allah (swt) memberi kita lidah, maka kita harus tahu bagaimana kita menggunakannya.

 

Secret of the tongue

Our teachers say we use our tongues for useless stuff; we talk nonsense from east and west, we say a few good things here and there, but most of our talk has no value as it’s either gossip, lying, or cheating: useless! So our teachers say when we use our tongue in dhikrullah,mentioning Allah’s Name, this is how we clean our tongues from what we have done with it. Allah (swt) gave us the tongue to use it wisely, some people have no tongue; they get cancer on their tongue and then get their tongue cut off. Allah (swt) is able to send something on your tongue, or my tongue, on anybody’s tongue. You go to the dentist and he says, “There’s something on your tongue,” and they cut the tongue out, after which we can’t speak anymore.

So look at the the favor of Allah (swt). He gave us the tongue so we can say things with it, and when we use it in a way that is not pleasing to Allah (swt) then we are misusing Allah’s Favors. Allah (swt) is saying, “Use My favors to thank me!” We have to thank Allah (swt) for the favors He has given us, so when we have a tongue, we must use it in dhikrullah, in mentioning Allah’s Favors on us, in sending salawat on our Nabi (s), in promoting goodness and saying good things, not to use it in the opposite way. However, we all use it the opposite way, which is why we have to keep making dhikr, to clean the tongue so Allah (swt) can keep it until we die, because when we die we are all wanting and wishing to say the Shahadah and on our deathbed if we have no tongue, how are we going to say it? Yes, you can say it with the heart, but to say it with the tongue is everyone’s wish; everyone says, “O my Lord, make me say the Shahadah on my deathbed!” So if Allah (swt) gave us the tongue, then we have to know how to use it.

Mawlana Shaykh Hisham Kabbani

 

Pentingnya Sedekah

22459549_10155035374275886_6136321526868302284_o

Nabi ﷺ bersabda, dan saya sering mengulangnya ratusan kali, dan setiap orang harus mendengarnya,
الصدقة ترد البلا و تزيد العمر
Ash-shadaqata tarud al-balaa wa taziidu ’l-`umr.
Sedekah menghilangkan bala bencana dan memperpanjang umur.

Sedekah atas nama kalian, ketika kalian memberi di Jalan Allah, Allah akan memanjangkan umur kalian dan menyembuhkan kalian dari penyakit-penyakit. Berikan sedekah fii sabiilillah, demi Allah, jangan biarkan tangan kalian gemetar (karena ragu), tetapi berikan apa yang mampu kalian berikan.

Rumah ini kosong; tidak ada furnitur di sini tetapi tetap saja kita dapat menggunakannya, jadi jangan berpikir ini tidak berguna. Allah membuat kalian mengeluarkan furniturnya, sebagai contoh, untuk membuat semua orang baik ini datang untuk makan siang, untuk menghilangkan beban dari diri kalian dan memuliakan rumah ini. Jadi berilah di Jalan Allah untuk kesehatan kalian. Kalian menghabiskan uang jutaan pada dokter dan rumah sakit, tetapi kalian tidak mengeluarkan sedekah untuk kesehatan kalian.

Nabi (saw) adalah ash-Shadiq al-Amin, “Orang yang jujur dan dapat dipercaya.”

وَالنَّجْمِ إِذَا هَوَى مَا ضَلَّ صَاحِبُكُمْ وَمَا غَوَى وَمَا يَنطِقُ عَنِ الْهَوَى إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى
Wan najmi idza hawaa ma dhalla shaahibukum wa maa ghawaa. Wa man yanthiqu `ani ‘l-hawaa in huwa illa wahyun yuuhaa.

Demi bintang ketika terbenam, sahabatmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru. Dan tiada yang diucapkannya itu (al-Qur’an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diturunkan kepadanya. (Surat an-Najm, 53:1-4)

Beliau (saw) bersabda, “Berikanlah sedekah, Allah akan memberimu lebih banyak lagi dan memberimu kesehatan.” Semoga Allah (swt) memberi kesehatan dan kesembuhan kepada pemilik rumah ini, kepada para sahabatnya, kepada Syekh Abdul Jalil dan istrinya, kepada istri saya, kepada saya, dan kepad setiap orang, dan memanjangkan umur Mawlana Syekh, dan kalian semua, semoga panjang umur di Jalan Allah (swt) dan dalam cinta kepada Nabi (saw)!

 

The importance of Sadaqah

Prophet ﷺ said, and I am repeating it a hundred times, everyone must hear it:

الصدقة ترد البلا و تزيد العمر

As-sadaqata tarud al-balaa wa tazeedu ’l-`umr.

Charity extends life and removes afflictions.

Sadaqah on your behalf, when you give in Allah’s Way, Allah stretches your life and cures you from sickness. Give sadaqah fee sabeelillah, for Allah’s Sake, don’t let your hand tremble (in doubt), but give what you can.

This house is empty; there is no furniture here but still we can use it, so don’t think it is gone. Allah made you to take out the furniture, as an example, to make all these good people come to have lunch, to take burdens from you and honor this house. So give in Allah’s Way for your health. You spend millions on doctors and hospitals, but you don’t spend sadaqah on your health.

Prophet (s) is as-Sadiq al-Amin, “the Truthful and Trustworthy One.”

وَالنَّجْمِ إِذَا هَوَى مَا ضَلَّ صَاحِبُكُمْ وَمَا غَوَى وَمَا يَنطِقُ عَنِ الْهَوَى إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى

Wan najmi idha hawaa ma dalla saahibukum wa maa ghawaa. Wa man yantiqu `ani ‘l-hawaa in huwa illa wahyun yoohaa.

By the star when it goes down, your companion is neither astray nor being misled. Nor does he say (aught) of (his own) desire. It is no less than inspiration sent down to him. (Surat an-Najm, 53:1-4)

He (s) said, “Give, and Allah will give you more and give you health.” May Allah (swt) give health and cure to the owner of this house, to their friends, to Shaykh Abdul Jalil and his wife, to my wife and to me, and to everyone, and give Mawlana Shaykh long life, and all of you long life in the way of Allah (swt) and in the love of Prophet (s)!

Shaykh Hisham Kabbani

Tunjukkan Kerendahan Hati dan Tawaduk

22424497_1475533682500980_3313151031596877497_o

Kalian harus menunjukkan suatu masalah yang sangat halus dalam thariqah. Kalian harus menunjukkan bahwa kalian tidak berharga. Kalian harus menunjukkan kerendahan hati dan tawaduk. Setiap saat ada kesempatan, cobalah. Kalian tidak bisa duduk-duduk saja dan berkata, “Aku mengetahui segala hal yang akan kubicarakan.” Tidak, biarkan orang ini bicara, biarkan orang itu bicara. Dia Maha Mengetahui bahwa kalian berusaha mengangkat orang-orang itu dan Dia akan mengangkat derajat kalian. Jika kalian merendahkan orang lain, Dia akan merendahkan kalian. Tunjukkan bahwa kalian perlu mendengar mereka.

Jangan selalu duduk di kursi utama dan berkata, “Aku adalah syekhnya,” Jadilah seorang gembala, jangan menjadi seorang pengembala. Seorang pengembala mempunyai tanggung jawab. Kita belum mampu menanggung tanggung jawab. Ya Allah, jadikanlah kami senantiasa sebagai anak-anak. Kami tidak bisa menyelamatkan diri kami dan orang-orang di sekitar kami. Kami datang kepada Nabi (saw) dan orang-orang di sekelilingnya meminta agar mereka menyelematkan kami.

 

 

Show humility and humbleness

You have to show a very delicate issue in tariqah. You have to show you are worthless. You have to show humility and humbleness. Whenever there is an opportunity, try. You cannot sit and say, “I know everything I am going to speak.” No let this one speak, let that one speak. Then Allah’s mercy will come. He knows you are trying to put these people u and he will put you up. If you put people down He puts you down. Show you are in need to listen to them.

Don’t always to sit on the main chair and say, “I am the shaykh.” Be a sheep; don’t be a shepherd. The shepherd is responsible. We have to run away from responsibility. O Allah keep us children. We cannot save ourselves and not those around us. We are coming to the Prophet (s) and those around him asking them to save us.

Mawlana Shaykh Hisham Kabbani

Menyelamatkan Diri dari Kemarahan

22580468_121937938478961_354733954705653760_n

Ketika kita marah, Setan merasa senang. Dikatakan bahwa al-ghadabu kufr, “Marah adalah kufur.” Orang yang marah menjadi teracuni dan tidak mengetahui apa yang ia lakukan, jadi jangan biarkan kalian menjadi marah sebab bila marah kalian akan mengalami kegagalan. Kita semua mempunyai masalah ini, itulah sebabnya orang mengatakan, “Jangan terlalu membebani diri kalian, jangan mencari-cari kesalahan, dan berbahagialah!” Bacalah tasbih “Yaa Haliim, yaa Haliim,” seratus kali setiap hari karena dengan tasbih itu Allah akan menyelamatkan kita dari kemarahan.

 

When we are angry, Shaytan is happy. It is said, al-ghadabu kufr, “Anger is kufr.” The one who is angry is intoxicated and doesn’t know what he is doing, so don’t allow yourself to be angry or you will fail. We all have this problem, that’s why they say, “Don’t stress yourself out too much, don’t search for mistakes, be happy!” Say the #tasbih, “Yaa Haleem, yaa Haleem,” a hundred times daily as with that Allah saves us from anger.

~Shaykh Hisham Kabbani 💕
#Sufilive #MSHUSA17 #AwliyaSecrets #FentonZawiya

Al Insan al Kamil

22382492_1475543005833381_8888308833344978614_o

Kabar gembira bagi kita, wahai manusia! Sesungguhnya kita mempunyai tiang penyokong yang kuat dan tidak dapat diruntuhkan. (Burdah Imam Busayri)

Grandsyekh (q) biasa membacanya, itu artinya, “Wahai manusia! Kabar gembira bagi kita dengan inaayah, dengan rahmat Allah yaitu Muhammad (saw), kita dapat bersandar padanya. Suatu kenikmatan dan kehormatan bahwa Allah mengaruniai kita rahmat dan kalian tidak dapat bersandar kepada siapa pun kecuali pada Nabi (saw).” Itulah sebabnya beliau (saw) menanggung seluruh beban umat di pundaknya, membawanya dan membersihkan mereka agar pada Hari Kiamat Allah akan mengampuni mereka.

Hakikat pemahaman kita mengenai al-Insaanu ’l-Kaamil, manusia sempurna, adalah mustahil, karena hanya orang yang sempurna yang dapat memahami kesempurnaan, dan Allah adalah Yang Maha Sempurna dalam Kreativitas-Nya dan Nabi (saw) adalah orang yang sempurna dalam penghambaannya kepada Allah. Tidak ada seorang pun yang dapat memahami Hakikat Dzaat al-Buht, Dzat Allah.

Awliyaullah berusaha untuk memasuki samudra tersebut tetapi mereka tidak mampu memasukinya; mereka hanya bisa masuk dengan seizin Nabi (saw), yang Hakikatnya tidak dapat dipahami oleh seorang pun kecuali dirinya sendiri, dan Awliyaullah memahami hakikat mereka dari apa yang mereka warisi darinya.

 

Al insan al Kamil

Glad tidings to us, O humankind! Indeed we have a pillar of support that cannot be destroyed. (Burdah of Imam Busayri)

Grandshaykh (q) used to read this, it means, “O human beings! Good tidings to us by the inaaya is the mercy of Allah, who is Muhammad (s), on whom we can lean. Good favors and good honor that Allah granted us mercy and you cannot lean on anyone but the Prophet (s).” That is why he (s) is carrying the whole load of the Ummah on his shoulders, bringing and cleaning them so that on Judgment Day Allah will forgive them.

The reality of our understanding al-Insaanu ’l-Kaamil, the Perfect Man, is impossible: only the perfect can understand the perfect, and Allah is the Absolute Perfection in His creativity and the Prophet (s) is the Perfect One in his servanthood to Allah. No one can understand the Essence, the Reality of Dhaat al-Buht, Allah’s Essence. Awliyaullah tried to enter that ocean but they cannot; they may only enter by permission of the Prophet (s), who has Realities no one can understand except him, and Awliyaullah understand their Realities from what they inherit from that.

Mawlana Shaykh Hisham Kabbani
Nazimiyya Indonesia

Hakikat Nabi ﷺ

22042233_1465532393501109_2854136439944037469_o

Sebagaimana yang dikatakan oleh para ulama, Allah (swt) mempunyai 3000 Nama:
ذَلِكَ مَبْلَغُهُم مِّنَ الْعِلْمِ
Dzaalika mablaghahum min al-`ilm.
Itulah sejauh-jauh pengetahuan mereka. (Surat an-Najm, 53:30)

Tetapi sesungguhnya jumlahnya adalah tidak terhingga. Ketika kalian muncul ke dunia, keberadaan kalian haruslah di bawah salah satu Asmaul Husna wal Sifaat Allah, kalau tidak kalian tidak akan muncul ke dunia, jadi kalian muncul dengan sebuah Nama Ilahiah. Allah (swt) mempunyai Nama dan Sifat yang tak terhingga, tetapi yang kita ketahui, sebagaimana yang mereka katakan adalah 3000 Nama, di mana 1000 Nama Dia turunkan kepada para malaikat; 1000 Nama Dia turunkan kepada para Nabi; 300 Nama masing-masing ada di dalam Zabuur, Tawraat, dan Injiil sehingga jumlahnya 900; dan ada 99 Nama di dalam kitab suci al-Qur’an, dan Allah menyimpan Satu Nama yang hanya diketahui oleh-Nya Sendiri, yang merupakan Ismullah al-`Azham, Nama Allah Teragung!

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Sesungguhnya Allah dan para Malaikat-Nya bershalawat atas Nabi (saw), wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan baginya. (Surat al-Ahzaab, 33:56)

Dari 1000 Nama yang Allah (swt) turunkan kepada para Malaikat yang bertasbih (sebagaimana disebutkan pada ayat di atas), itu artinya Allah dan para Malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi (saw) dan membusanainya dengan 1000 Nama tersebut. Dari 1000 Nama yang Allah (swt) turunkan kepada para Nabi, itu artinya Nama-Nama itu diberikan kepada Nabi (saw).

900 Nama terkandung di dalam Kitab Suci Allah, dan karena al-Qur’an Suci membungkus seluruh kitab suci, dan termasuk 99 Nama di dalam al-Qur’an, itu adalah suatu rangkuman. Itulah sebabnya mengapa Yasiiin qalb ul-Qur’an, “Surat al-Yasiin adalah kalbunya al-Qur’an.”

Jadi, Nabi (saw) yang salah satu namanya adalah “Yasiin,” merupakan kalbunya al-Qur’an dan al-Qur’an adalah kalbunya seluruh Kitab Suci, dan Surat al-Fatihah adalah kalbunya Yasiin, dan Ismullah al-`Azham merupakan hakikat dari Yasiin!

 

The reality of Prophet ﷺ

Allah (swt), as scholars say, has three-thousand Names:

ذَلِكَ مَبْلَغُهُم مِّنَ الْعِلْمِ

Dhaalika mablaghahum min al-`ilm.

That is as far as knowledge will reach them. (Surat an-Najm, 53:30)

But really it is an infinite number of Names. When you appear in dunya your existence has to be under one of Allah’s Beautiful Names and Attributes or else you cannot appear, so you appear with a Divine Name. Allah (swt) has infinite Names and Attributes, but what we know, as they say, there are three-thousand Names, of which: one-thousand He revealed to the angels; one-thousand He revealed to the Prophets; three-hundred each are in the Zaboor (Psalms), Tawraat, (Old Testament), and Injeel (New Testament), which totals 900; and, there are Ninety-Nine Names in the Holy Qur’an, and Allah kept One Name known only to Himself, which is Ismullah al-`Azham!

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Verily, Allah and His angels send praise on the Prophet. O Believers! Pray upon him and greet him with all respect. (Surat al-Ahzaab, 33:56)

From the one-thousand Names that Allah (swt) revealed to the angels that make tasbeeh (as noted in the verse above), it means Allah and His Angels are making salawaat on the Prophet (s) and dressing him with those one-thousand Names. Of the one-thousand Names that Allah revealed to the Prophets, it means they were given to the Prophet (s).

The nine-hundred Names are contained in the Holy Books of Allah, and since the Holy Qur’an wrapped them all, and including the ninety-nine Names in the Qur’an, those are a summary. That is why, Yaseen qalb ul-Qur’an, “Surat al-Yaseen is the heart of the Qur’an.”

So the Prophet (s), whose name is “Yaseen,” is the heart of the Qur’an and the Holy Qur’an is the heart of all books, and Surat al-Fatihah is the heart of Yaseen, and Ismullah al-`Azham is the reality of Yaseen!

Mawlana Shaykh Hisham Kabbani
Nazimiyya Indonesia