Pentingnya Sedekah

22459549_10155035374275886_6136321526868302284_o

Nabi ﷺ bersabda, dan saya sering mengulangnya ratusan kali, dan setiap orang harus mendengarnya,
الصدقة ترد البلا و تزيد العمر
Ash-shadaqata tarud al-balaa wa taziidu ’l-`umr.
Sedekah menghilangkan bala bencana dan memperpanjang umur.

Sedekah atas nama kalian, ketika kalian memberi di Jalan Allah, Allah akan memanjangkan umur kalian dan menyembuhkan kalian dari penyakit-penyakit. Berikan sedekah fii sabiilillah, demi Allah, jangan biarkan tangan kalian gemetar (karena ragu), tetapi berikan apa yang mampu kalian berikan.

Rumah ini kosong; tidak ada furnitur di sini tetapi tetap saja kita dapat menggunakannya, jadi jangan berpikir ini tidak berguna. Allah membuat kalian mengeluarkan furniturnya, sebagai contoh, untuk membuat semua orang baik ini datang untuk makan siang, untuk menghilangkan beban dari diri kalian dan memuliakan rumah ini. Jadi berilah di Jalan Allah untuk kesehatan kalian. Kalian menghabiskan uang jutaan pada dokter dan rumah sakit, tetapi kalian tidak mengeluarkan sedekah untuk kesehatan kalian.

Nabi (saw) adalah ash-Shadiq al-Amin, “Orang yang jujur dan dapat dipercaya.”

وَالنَّجْمِ إِذَا هَوَى مَا ضَلَّ صَاحِبُكُمْ وَمَا غَوَى وَمَا يَنطِقُ عَنِ الْهَوَى إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى
Wan najmi idza hawaa ma dhalla shaahibukum wa maa ghawaa. Wa man yanthiqu `ani ‘l-hawaa in huwa illa wahyun yuuhaa.

Demi bintang ketika terbenam, sahabatmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru. Dan tiada yang diucapkannya itu (al-Qur’an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diturunkan kepadanya. (Surat an-Najm, 53:1-4)

Beliau (saw) bersabda, “Berikanlah sedekah, Allah akan memberimu lebih banyak lagi dan memberimu kesehatan.” Semoga Allah (swt) memberi kesehatan dan kesembuhan kepada pemilik rumah ini, kepada para sahabatnya, kepada Syekh Abdul Jalil dan istrinya, kepada istri saya, kepada saya, dan kepad setiap orang, dan memanjangkan umur Mawlana Syekh, dan kalian semua, semoga panjang umur di Jalan Allah (swt) dan dalam cinta kepada Nabi (saw)!

 

The importance of Sadaqah

Prophet ﷺ said, and I am repeating it a hundred times, everyone must hear it:

الصدقة ترد البلا و تزيد العمر

As-sadaqata tarud al-balaa wa tazeedu ’l-`umr.

Charity extends life and removes afflictions.

Sadaqah on your behalf, when you give in Allah’s Way, Allah stretches your life and cures you from sickness. Give sadaqah fee sabeelillah, for Allah’s Sake, don’t let your hand tremble (in doubt), but give what you can.

This house is empty; there is no furniture here but still we can use it, so don’t think it is gone. Allah made you to take out the furniture, as an example, to make all these good people come to have lunch, to take burdens from you and honor this house. So give in Allah’s Way for your health. You spend millions on doctors and hospitals, but you don’t spend sadaqah on your health.

Prophet (s) is as-Sadiq al-Amin, “the Truthful and Trustworthy One.”

وَالنَّجْمِ إِذَا هَوَى مَا ضَلَّ صَاحِبُكُمْ وَمَا غَوَى وَمَا يَنطِقُ عَنِ الْهَوَى إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى

Wan najmi idha hawaa ma dalla saahibukum wa maa ghawaa. Wa man yantiqu `ani ‘l-hawaa in huwa illa wahyun yoohaa.

By the star when it goes down, your companion is neither astray nor being misled. Nor does he say (aught) of (his own) desire. It is no less than inspiration sent down to him. (Surat an-Najm, 53:1-4)

He (s) said, “Give, and Allah will give you more and give you health.” May Allah (swt) give health and cure to the owner of this house, to their friends, to Shaykh Abdul Jalil and his wife, to my wife and to me, and to everyone, and give Mawlana Shaykh long life, and all of you long life in the way of Allah (swt) and in the love of Prophet (s)!

Shaykh Hisham Kabbani

Advertisements

Tunjukkan Kerendahan Hati dan Tawaduk

22424497_1475533682500980_3313151031596877497_o

Kalian harus menunjukkan suatu masalah yang sangat halus dalam thariqah. Kalian harus menunjukkan bahwa kalian tidak berharga. Kalian harus menunjukkan kerendahan hati dan tawaduk. Setiap saat ada kesempatan, cobalah. Kalian tidak bisa duduk-duduk saja dan berkata, “Aku mengetahui segala hal yang akan kubicarakan.” Tidak, biarkan orang ini bicara, biarkan orang itu bicara. Dia Maha Mengetahui bahwa kalian berusaha mengangkat orang-orang itu dan Dia akan mengangkat derajat kalian. Jika kalian merendahkan orang lain, Dia akan merendahkan kalian. Tunjukkan bahwa kalian perlu mendengar mereka.

Jangan selalu duduk di kursi utama dan berkata, “Aku adalah syekhnya,” Jadilah seorang gembala, jangan menjadi seorang pengembala. Seorang pengembala mempunyai tanggung jawab. Kita belum mampu menanggung tanggung jawab. Ya Allah, jadikanlah kami senantiasa sebagai anak-anak. Kami tidak bisa menyelamatkan diri kami dan orang-orang di sekitar kami. Kami datang kepada Nabi (saw) dan orang-orang di sekelilingnya meminta agar mereka menyelematkan kami.

 

 

Show humility and humbleness

You have to show a very delicate issue in tariqah. You have to show you are worthless. You have to show humility and humbleness. Whenever there is an opportunity, try. You cannot sit and say, “I know everything I am going to speak.” No let this one speak, let that one speak. Then Allah’s mercy will come. He knows you are trying to put these people u and he will put you up. If you put people down He puts you down. Show you are in need to listen to them.

Don’t always to sit on the main chair and say, “I am the shaykh.” Be a sheep; don’t be a shepherd. The shepherd is responsible. We have to run away from responsibility. O Allah keep us children. We cannot save ourselves and not those around us. We are coming to the Prophet (s) and those around him asking them to save us.

Mawlana Shaykh Hisham Kabbani

Menyelamatkan Diri dari Kemarahan

22580468_121937938478961_354733954705653760_n

Ketika kita marah, Setan merasa senang. Dikatakan bahwa al-ghadabu kufr, “Marah adalah kufur.” Orang yang marah menjadi teracuni dan tidak mengetahui apa yang ia lakukan, jadi jangan biarkan kalian menjadi marah sebab bila marah kalian akan mengalami kegagalan. Kita semua mempunyai masalah ini, itulah sebabnya orang mengatakan, “Jangan terlalu membebani diri kalian, jangan mencari-cari kesalahan, dan berbahagialah!” Bacalah tasbih “Yaa Haliim, yaa Haliim,” seratus kali setiap hari karena dengan tasbih itu Allah akan menyelamatkan kita dari kemarahan.

 

When we are angry, Shaytan is happy. It is said, al-ghadabu kufr, “Anger is kufr.” The one who is angry is intoxicated and doesn’t know what he is doing, so don’t allow yourself to be angry or you will fail. We all have this problem, that’s why they say, “Don’t stress yourself out too much, don’t search for mistakes, be happy!” Say the #tasbih, “Yaa Haleem, yaa Haleem,” a hundred times daily as with that Allah saves us from anger.

~Shaykh Hisham Kabbani 💕
#Sufilive #MSHUSA17 #AwliyaSecrets #FentonZawiya

Al Insan al Kamil

22382492_1475543005833381_8888308833344978614_o

Kabar gembira bagi kita, wahai manusia! Sesungguhnya kita mempunyai tiang penyokong yang kuat dan tidak dapat diruntuhkan. (Burdah Imam Busayri)

Grandsyekh (q) biasa membacanya, itu artinya, “Wahai manusia! Kabar gembira bagi kita dengan inaayah, dengan rahmat Allah yaitu Muhammad (saw), kita dapat bersandar padanya. Suatu kenikmatan dan kehormatan bahwa Allah mengaruniai kita rahmat dan kalian tidak dapat bersandar kepada siapa pun kecuali pada Nabi (saw).” Itulah sebabnya beliau (saw) menanggung seluruh beban umat di pundaknya, membawanya dan membersihkan mereka agar pada Hari Kiamat Allah akan mengampuni mereka.

Hakikat pemahaman kita mengenai al-Insaanu ’l-Kaamil, manusia sempurna, adalah mustahil, karena hanya orang yang sempurna yang dapat memahami kesempurnaan, dan Allah adalah Yang Maha Sempurna dalam Kreativitas-Nya dan Nabi (saw) adalah orang yang sempurna dalam penghambaannya kepada Allah. Tidak ada seorang pun yang dapat memahami Hakikat Dzaat al-Buht, Dzat Allah.

Awliyaullah berusaha untuk memasuki samudra tersebut tetapi mereka tidak mampu memasukinya; mereka hanya bisa masuk dengan seizin Nabi (saw), yang Hakikatnya tidak dapat dipahami oleh seorang pun kecuali dirinya sendiri, dan Awliyaullah memahami hakikat mereka dari apa yang mereka warisi darinya.

 

Al insan al Kamil

Glad tidings to us, O humankind! Indeed we have a pillar of support that cannot be destroyed. (Burdah of Imam Busayri)

Grandshaykh (q) used to read this, it means, “O human beings! Good tidings to us by the inaaya is the mercy of Allah, who is Muhammad (s), on whom we can lean. Good favors and good honor that Allah granted us mercy and you cannot lean on anyone but the Prophet (s).” That is why he (s) is carrying the whole load of the Ummah on his shoulders, bringing and cleaning them so that on Judgment Day Allah will forgive them.

The reality of our understanding al-Insaanu ’l-Kaamil, the Perfect Man, is impossible: only the perfect can understand the perfect, and Allah is the Absolute Perfection in His creativity and the Prophet (s) is the Perfect One in his servanthood to Allah. No one can understand the Essence, the Reality of Dhaat al-Buht, Allah’s Essence. Awliyaullah tried to enter that ocean but they cannot; they may only enter by permission of the Prophet (s), who has Realities no one can understand except him, and Awliyaullah understand their Realities from what they inherit from that.

Mawlana Shaykh Hisham Kabbani
Nazimiyya Indonesia

Hakikat Nabi ﷺ

22042233_1465532393501109_2854136439944037469_o

Sebagaimana yang dikatakan oleh para ulama, Allah (swt) mempunyai 3000 Nama:
ذَلِكَ مَبْلَغُهُم مِّنَ الْعِلْمِ
Dzaalika mablaghahum min al-`ilm.
Itulah sejauh-jauh pengetahuan mereka. (Surat an-Najm, 53:30)

Tetapi sesungguhnya jumlahnya adalah tidak terhingga. Ketika kalian muncul ke dunia, keberadaan kalian haruslah di bawah salah satu Asmaul Husna wal Sifaat Allah, kalau tidak kalian tidak akan muncul ke dunia, jadi kalian muncul dengan sebuah Nama Ilahiah. Allah (swt) mempunyai Nama dan Sifat yang tak terhingga, tetapi yang kita ketahui, sebagaimana yang mereka katakan adalah 3000 Nama, di mana 1000 Nama Dia turunkan kepada para malaikat; 1000 Nama Dia turunkan kepada para Nabi; 300 Nama masing-masing ada di dalam Zabuur, Tawraat, dan Injiil sehingga jumlahnya 900; dan ada 99 Nama di dalam kitab suci al-Qur’an, dan Allah menyimpan Satu Nama yang hanya diketahui oleh-Nya Sendiri, yang merupakan Ismullah al-`Azham, Nama Allah Teragung!

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Sesungguhnya Allah dan para Malaikat-Nya bershalawat atas Nabi (saw), wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan baginya. (Surat al-Ahzaab, 33:56)

Dari 1000 Nama yang Allah (swt) turunkan kepada para Malaikat yang bertasbih (sebagaimana disebutkan pada ayat di atas), itu artinya Allah dan para Malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi (saw) dan membusanainya dengan 1000 Nama tersebut. Dari 1000 Nama yang Allah (swt) turunkan kepada para Nabi, itu artinya Nama-Nama itu diberikan kepada Nabi (saw).

900 Nama terkandung di dalam Kitab Suci Allah, dan karena al-Qur’an Suci membungkus seluruh kitab suci, dan termasuk 99 Nama di dalam al-Qur’an, itu adalah suatu rangkuman. Itulah sebabnya mengapa Yasiiin qalb ul-Qur’an, “Surat al-Yasiin adalah kalbunya al-Qur’an.”

Jadi, Nabi (saw) yang salah satu namanya adalah “Yasiin,” merupakan kalbunya al-Qur’an dan al-Qur’an adalah kalbunya seluruh Kitab Suci, dan Surat al-Fatihah adalah kalbunya Yasiin, dan Ismullah al-`Azham merupakan hakikat dari Yasiin!

 

The reality of Prophet ﷺ

Allah (swt), as scholars say, has three-thousand Names:

ذَلِكَ مَبْلَغُهُم مِّنَ الْعِلْمِ

Dhaalika mablaghahum min al-`ilm.

That is as far as knowledge will reach them. (Surat an-Najm, 53:30)

But really it is an infinite number of Names. When you appear in dunya your existence has to be under one of Allah’s Beautiful Names and Attributes or else you cannot appear, so you appear with a Divine Name. Allah (swt) has infinite Names and Attributes, but what we know, as they say, there are three-thousand Names, of which: one-thousand He revealed to the angels; one-thousand He revealed to the Prophets; three-hundred each are in the Zaboor (Psalms), Tawraat, (Old Testament), and Injeel (New Testament), which totals 900; and, there are Ninety-Nine Names in the Holy Qur’an, and Allah kept One Name known only to Himself, which is Ismullah al-`Azham!

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Verily, Allah and His angels send praise on the Prophet. O Believers! Pray upon him and greet him with all respect. (Surat al-Ahzaab, 33:56)

From the one-thousand Names that Allah (swt) revealed to the angels that make tasbeeh (as noted in the verse above), it means Allah and His Angels are making salawaat on the Prophet (s) and dressing him with those one-thousand Names. Of the one-thousand Names that Allah revealed to the Prophets, it means they were given to the Prophet (s).

The nine-hundred Names are contained in the Holy Books of Allah, and since the Holy Qur’an wrapped them all, and including the ninety-nine Names in the Qur’an, those are a summary. That is why, Yaseen qalb ul-Qur’an, “Surat al-Yaseen is the heart of the Qur’an.”

So the Prophet (s), whose name is “Yaseen,” is the heart of the Qur’an and the Holy Qur’an is the heart of all books, and Surat al-Fatihah is the heart of Yaseen, and Ismullah al-`Azham is the reality of Yaseen!

Mawlana Shaykh Hisham Kabbani
Nazimiyya Indonesia

Setiap Wali Berenang dalam Samudra yang Berbeda

22048102_1465516496836032_4743601828708578890_o (1)

Setiap wali berenang dalam samudra yang berbeda, dari sana ia memberi pada para pengikutnya. Tergantung pada level wali tersebut, apa yang kalian minum akan semakin manis dan lebih manis lagi. Ada samudra yang rasanya asin, dan ada pula yang manis seperti air sungai yang segar. Air terjun Niagara bagaikan samudra, tetapi rasanya manis. Jadi tergantung pada level mereka, awliyaullah mengangkat murid-murid mereka bersamanya untuk minum dari samudra tempat mereka minum.

Mereka tidak senang bila pengikutnya minum dari tempat lainnya; semuanya harus minum dari tempat yang sama agar dapat memuaskan dahaga mereka menurut tingkatan ilmunya. Ketika wali itu mengangkat mereka dan memberi mereka minum dari ilmu tersebut, dari Mata Air Awet Muda, hati mereka menjadi bersinar; hati mereka menjadi permata ketika Syekh membersihkannya dengan menyingkirkan pengotor-pengotornya dengan air dari samudra tersebut.

 

Every wali swims in a different ocean, from which he gives his followers. Depending on the level of that wali, what you drink will become sweeter and sweeter. There are oceans that are salty and some that are sweet like fresh-water rivers. Niagara Falls is like an ocean, but it is sweet. So depending on their levels, awliyaullah raise their students with them to drink from the ocean they are drinking from.

They don’t accept to have their followers drink from something else; all have to drink from the same place in order to quench their thirst according to that level of knowledge. When he raises them and gives them to drink from that knowledge, from that Fountain of Youth, they become shining in their hearts; their hearts turn into a jewel when the shaykh cleans it by taking away the dirtiness with that ocean of water.

Mawlana Shaykh Hisham Kabbani

Rahasia Huruf BA

22104475_1465525176835164_8644663241290363896_o

Rahasia huruf “Ba” dengan titik di bawahnya adalah bahwa ia menunjukkan Sang Pintu. Ba adalah Pintu menuju Allah (swt)! Titik di bawah huruf Ba adalah seluruh ciptaan, karena ia dimulai dengan huruf pertama dari al-Qur’an suci dan al-Qur’an suci adalah Kalamullah yang bukan ciptaan. Bismillahi ‘r-Rahmaani ‘r-Rahiim adalah satu ayat dari alQur’an suci, yang artinya ia adalah Ilahiah, bukan diciptakan.

Oleh sebab itu, Ba adalah huruf yang tidak diciptakan. Hakikat di balik hal tersebut adalah bahwa Allah meletakkan Hakikat Nabi (saw) di dalamnya, sehingga Ba selalu dalam posisi sujud kepada Alif. Titiknya melambangkan `Alam al-`Ulwiyya wa ‘l-`Alam as-Sufliyya, Alam Surgawi dan Alam Rendah. Karena hormat terhadap Nabi (saw) yang selalu sujud, titik itu tidak mau berada di atas, ia tetap berada di bawah.

Ba melambangkan Hakikat Sayyidina Muhammad (saw). Allah (swt) memulai al-Qur’an suci dengannya dan memberi kemuliaan kepada Nabi (saw). Ini adalah salah satu makna dari
وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ
Wa rafa`naa laka dzikrak.
(Wahai Muhammad!) Kami telah tinggikan bagimu sebutan (namamu). (Surat asy-Syarh, 94:4)

 

 

The secret of the letter BA

The secret of the letter “Ba” with the dot under it, is that it shows the Door; the Ba is the Door to Allah (swt)! The dot under the Ba is the whole creation, because it begins with the first letter of the Holy Qur’an and the Holy Qur’an is Allah’s Ancient Words, that are not created. Bismillahi ‘r-Rahmaani ‘r-Raheem is one ayah of Holy Qur’an, which means it is Divine, not created.

Therefore, Ba is a letter that is not created. The reality behind it is that Allah (swt) put the reality of the Prophet (s) in it, which is why the Ba is always in sajda to the Alif. Its dot represents the `Alam al-`Ulwiyya wa ‘l-`Alam as-Sufliyya, the Heavenly World and the Lower World. Out of respect to the Prophet (s), who is always in sajda, the dot didn’t accept to be on top, it stayed at the bottom.

The Ba symbolizes the reality of Sayyidina Muhammad (s). Allah (swt) began the Holy Qur’an with it and gave honor to the Prophet (s). This is one of the meanings of:

وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ

Wa rafa`naa laka dhikrak.

(O Muhammad!) We have raised your remembrance. (Surat ash-Sharh, 94:4)

 

Mawlana Shaykh Hisham Kabbani
Naqshbandiyya Nazimiyya