Al Insan al Kamil

22382492_1475543005833381_8888308833344978614_o

Kabar gembira bagi kita, wahai manusia! Sesungguhnya kita mempunyai tiang penyokong yang kuat dan tidak dapat diruntuhkan. (Burdah Imam Busayri)

Grandsyekh (q) biasa membacanya, itu artinya, “Wahai manusia! Kabar gembira bagi kita dengan inaayah, dengan rahmat Allah yaitu Muhammad (saw), kita dapat bersandar padanya. Suatu kenikmatan dan kehormatan bahwa Allah mengaruniai kita rahmat dan kalian tidak dapat bersandar kepada siapa pun kecuali pada Nabi (saw).” Itulah sebabnya beliau (saw) menanggung seluruh beban umat di pundaknya, membawanya dan membersihkan mereka agar pada Hari Kiamat Allah akan mengampuni mereka.

Hakikat pemahaman kita mengenai al-Insaanu ’l-Kaamil, manusia sempurna, adalah mustahil, karena hanya orang yang sempurna yang dapat memahami kesempurnaan, dan Allah adalah Yang Maha Sempurna dalam Kreativitas-Nya dan Nabi (saw) adalah orang yang sempurna dalam penghambaannya kepada Allah. Tidak ada seorang pun yang dapat memahami Hakikat Dzaat al-Buht, Dzat Allah.

Awliyaullah berusaha untuk memasuki samudra tersebut tetapi mereka tidak mampu memasukinya; mereka hanya bisa masuk dengan seizin Nabi (saw), yang Hakikatnya tidak dapat dipahami oleh seorang pun kecuali dirinya sendiri, dan Awliyaullah memahami hakikat mereka dari apa yang mereka warisi darinya.

 

Al insan al Kamil

Glad tidings to us, O humankind! Indeed we have a pillar of support that cannot be destroyed. (Burdah of Imam Busayri)

Grandshaykh (q) used to read this, it means, “O human beings! Good tidings to us by the inaaya is the mercy of Allah, who is Muhammad (s), on whom we can lean. Good favors and good honor that Allah granted us mercy and you cannot lean on anyone but the Prophet (s).” That is why he (s) is carrying the whole load of the Ummah on his shoulders, bringing and cleaning them so that on Judgment Day Allah will forgive them.

The reality of our understanding al-Insaanu ’l-Kaamil, the Perfect Man, is impossible: only the perfect can understand the perfect, and Allah is the Absolute Perfection in His creativity and the Prophet (s) is the Perfect One in his servanthood to Allah. No one can understand the Essence, the Reality of Dhaat al-Buht, Allah’s Essence. Awliyaullah tried to enter that ocean but they cannot; they may only enter by permission of the Prophet (s), who has Realities no one can understand except him, and Awliyaullah understand their Realities from what they inherit from that.

Mawlana Shaykh Hisham Kabbani
Nazimiyya Indonesia

Advertisements

Hakikat Nabi ﷺ

22042233_1465532393501109_2854136439944037469_o

Sebagaimana yang dikatakan oleh para ulama, Allah (swt) mempunyai 3000 Nama:
ذَلِكَ مَبْلَغُهُم مِّنَ الْعِلْمِ
Dzaalika mablaghahum min al-`ilm.
Itulah sejauh-jauh pengetahuan mereka. (Surat an-Najm, 53:30)

Tetapi sesungguhnya jumlahnya adalah tidak terhingga. Ketika kalian muncul ke dunia, keberadaan kalian haruslah di bawah salah satu Asmaul Husna wal Sifaat Allah, kalau tidak kalian tidak akan muncul ke dunia, jadi kalian muncul dengan sebuah Nama Ilahiah. Allah (swt) mempunyai Nama dan Sifat yang tak terhingga, tetapi yang kita ketahui, sebagaimana yang mereka katakan adalah 3000 Nama, di mana 1000 Nama Dia turunkan kepada para malaikat; 1000 Nama Dia turunkan kepada para Nabi; 300 Nama masing-masing ada di dalam Zabuur, Tawraat, dan Injiil sehingga jumlahnya 900; dan ada 99 Nama di dalam kitab suci al-Qur’an, dan Allah menyimpan Satu Nama yang hanya diketahui oleh-Nya Sendiri, yang merupakan Ismullah al-`Azham, Nama Allah Teragung!

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Sesungguhnya Allah dan para Malaikat-Nya bershalawat atas Nabi (saw), wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan baginya. (Surat al-Ahzaab, 33:56)

Dari 1000 Nama yang Allah (swt) turunkan kepada para Malaikat yang bertasbih (sebagaimana disebutkan pada ayat di atas), itu artinya Allah dan para Malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi (saw) dan membusanainya dengan 1000 Nama tersebut. Dari 1000 Nama yang Allah (swt) turunkan kepada para Nabi, itu artinya Nama-Nama itu diberikan kepada Nabi (saw).

900 Nama terkandung di dalam Kitab Suci Allah, dan karena al-Qur’an Suci membungkus seluruh kitab suci, dan termasuk 99 Nama di dalam al-Qur’an, itu adalah suatu rangkuman. Itulah sebabnya mengapa Yasiiin qalb ul-Qur’an, “Surat al-Yasiin adalah kalbunya al-Qur’an.”

Jadi, Nabi (saw) yang salah satu namanya adalah “Yasiin,” merupakan kalbunya al-Qur’an dan al-Qur’an adalah kalbunya seluruh Kitab Suci, dan Surat al-Fatihah adalah kalbunya Yasiin, dan Ismullah al-`Azham merupakan hakikat dari Yasiin!

 

The reality of Prophet ﷺ

Allah (swt), as scholars say, has three-thousand Names:

ذَلِكَ مَبْلَغُهُم مِّنَ الْعِلْمِ

Dhaalika mablaghahum min al-`ilm.

That is as far as knowledge will reach them. (Surat an-Najm, 53:30)

But really it is an infinite number of Names. When you appear in dunya your existence has to be under one of Allah’s Beautiful Names and Attributes or else you cannot appear, so you appear with a Divine Name. Allah (swt) has infinite Names and Attributes, but what we know, as they say, there are three-thousand Names, of which: one-thousand He revealed to the angels; one-thousand He revealed to the Prophets; three-hundred each are in the Zaboor (Psalms), Tawraat, (Old Testament), and Injeel (New Testament), which totals 900; and, there are Ninety-Nine Names in the Holy Qur’an, and Allah kept One Name known only to Himself, which is Ismullah al-`Azham!

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Verily, Allah and His angels send praise on the Prophet. O Believers! Pray upon him and greet him with all respect. (Surat al-Ahzaab, 33:56)

From the one-thousand Names that Allah (swt) revealed to the angels that make tasbeeh (as noted in the verse above), it means Allah and His Angels are making salawaat on the Prophet (s) and dressing him with those one-thousand Names. Of the one-thousand Names that Allah revealed to the Prophets, it means they were given to the Prophet (s).

The nine-hundred Names are contained in the Holy Books of Allah, and since the Holy Qur’an wrapped them all, and including the ninety-nine Names in the Qur’an, those are a summary. That is why, Yaseen qalb ul-Qur’an, “Surat al-Yaseen is the heart of the Qur’an.”

So the Prophet (s), whose name is “Yaseen,” is the heart of the Qur’an and the Holy Qur’an is the heart of all books, and Surat al-Fatihah is the heart of Yaseen, and Ismullah al-`Azham is the reality of Yaseen!

Mawlana Shaykh Hisham Kabbani
Nazimiyya Indonesia

Setiap Wali Berenang dalam Samudra yang Berbeda

22048102_1465516496836032_4743601828708578890_o (1)

Setiap wali berenang dalam samudra yang berbeda, dari sana ia memberi pada para pengikutnya. Tergantung pada level wali tersebut, apa yang kalian minum akan semakin manis dan lebih manis lagi. Ada samudra yang rasanya asin, dan ada pula yang manis seperti air sungai yang segar. Air terjun Niagara bagaikan samudra, tetapi rasanya manis. Jadi tergantung pada level mereka, awliyaullah mengangkat murid-murid mereka bersamanya untuk minum dari samudra tempat mereka minum.

Mereka tidak senang bila pengikutnya minum dari tempat lainnya; semuanya harus minum dari tempat yang sama agar dapat memuaskan dahaga mereka menurut tingkatan ilmunya. Ketika wali itu mengangkat mereka dan memberi mereka minum dari ilmu tersebut, dari Mata Air Awet Muda, hati mereka menjadi bersinar; hati mereka menjadi permata ketika Syekh membersihkannya dengan menyingkirkan pengotor-pengotornya dengan air dari samudra tersebut.

 

Every wali swims in a different ocean, from which he gives his followers. Depending on the level of that wali, what you drink will become sweeter and sweeter. There are oceans that are salty and some that are sweet like fresh-water rivers. Niagara Falls is like an ocean, but it is sweet. So depending on their levels, awliyaullah raise their students with them to drink from the ocean they are drinking from.

They don’t accept to have their followers drink from something else; all have to drink from the same place in order to quench their thirst according to that level of knowledge. When he raises them and gives them to drink from that knowledge, from that Fountain of Youth, they become shining in their hearts; their hearts turn into a jewel when the shaykh cleans it by taking away the dirtiness with that ocean of water.

Mawlana Shaykh Hisham Kabbani

Rahasia Huruf BA

22104475_1465525176835164_8644663241290363896_o

Rahasia huruf “Ba” dengan titik di bawahnya adalah bahwa ia menunjukkan Sang Pintu. Ba adalah Pintu menuju Allah (swt)! Titik di bawah huruf Ba adalah seluruh ciptaan, karena ia dimulai dengan huruf pertama dari al-Qur’an suci dan al-Qur’an suci adalah Kalamullah yang bukan ciptaan. Bismillahi ‘r-Rahmaani ‘r-Rahiim adalah satu ayat dari alQur’an suci, yang artinya ia adalah Ilahiah, bukan diciptakan.

Oleh sebab itu, Ba adalah huruf yang tidak diciptakan. Hakikat di balik hal tersebut adalah bahwa Allah meletakkan Hakikat Nabi (saw) di dalamnya, sehingga Ba selalu dalam posisi sujud kepada Alif. Titiknya melambangkan `Alam al-`Ulwiyya wa ‘l-`Alam as-Sufliyya, Alam Surgawi dan Alam Rendah. Karena hormat terhadap Nabi (saw) yang selalu sujud, titik itu tidak mau berada di atas, ia tetap berada di bawah.

Ba melambangkan Hakikat Sayyidina Muhammad (saw). Allah (swt) memulai al-Qur’an suci dengannya dan memberi kemuliaan kepada Nabi (saw). Ini adalah salah satu makna dari
وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ
Wa rafa`naa laka dzikrak.
(Wahai Muhammad!) Kami telah tinggikan bagimu sebutan (namamu). (Surat asy-Syarh, 94:4)

 

 

The secret of the letter BA

The secret of the letter “Ba” with the dot under it, is that it shows the Door; the Ba is the Door to Allah (swt)! The dot under the Ba is the whole creation, because it begins with the first letter of the Holy Qur’an and the Holy Qur’an is Allah’s Ancient Words, that are not created. Bismillahi ‘r-Rahmaani ‘r-Raheem is one ayah of Holy Qur’an, which means it is Divine, not created.

Therefore, Ba is a letter that is not created. The reality behind it is that Allah (swt) put the reality of the Prophet (s) in it, which is why the Ba is always in sajda to the Alif. Its dot represents the `Alam al-`Ulwiyya wa ‘l-`Alam as-Sufliyya, the Heavenly World and the Lower World. Out of respect to the Prophet (s), who is always in sajda, the dot didn’t accept to be on top, it stayed at the bottom.

The Ba symbolizes the reality of Sayyidina Muhammad (s). Allah (swt) began the Holy Qur’an with it and gave honor to the Prophet (s). This is one of the meanings of:

وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ

Wa rafa`naa laka dhikrak.

(O Muhammad!) We have raised your remembrance. (Surat ash-Sharh, 94:4)

 

Mawlana Shaykh Hisham Kabbani
Naqshbandiyya Nazimiyya

Jadilah Hamba yang Bersyukur!

22096026_1465518643502484_5397312719260632867_o

وَقَلِيلٌ مِّنْ عِبَادِيَ الشَّكُورُ
wa qaliilan min `ibadii asy-syakuur.
Sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang berterima kasih. (Surat as-Saba’, 34:13)

Allah (swt) berfirman, “Sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang berterima kasih.” Qaliil artinya “sedikit sekali;” dibandingkan dengan miliaran, itu tidak ada artinya.

Jadi Allah (swt) berfirman, “Kalian harus termasuk yang sedikit itu,” yaitu mereka yang berterima kasih. Jika kalian termasuk min asy-syaakiriinAllah, orang-orang yang berterima kasih kepada Allah, maka Allah tidak akan merendahkan kalian, Dia akan mengangkat kalian. Tetapi kita perlu iman, karena tanpa iman, tidak akan muncul sabar dan syukur; tidak ada yang muncul! Iman membawa segalanya.

 

Be a thankful servant !

وَقَلِيلٌ مِّنْ عِبَادِيَ الشَّكُورُ

wa qaleelan min `ibadee ash-shakoor.

Only a few of My worshippers are thankful. (Surat as-Saba’, 34:13)

Allah (swt) said, “Very few of My servants are thankful.” Qaleel means “very few;” compared to billions it means nothing.

So Allah (swt) says, “You must be within that few,” who are thankful. If you are, min ash-shaakireenAllah, those who thank Allah, then Allah will not put you down, He will put you up. But we need faith, as without it neither sabr nor shukr, patience nor thankfulness come; nothing comes! Faith brings everything

Mawlana Shaykh Hisham Kabbani

Doa Sebelum Tidur

22228604_1454282567992064_7683065766313467614_n
[Catatan: Mawlana membacanya dalam bahasa Inggris.]

Sebelum tidur, bacalah Surat al-Ikhlash tiga kali, kemudian katakan,

“Ya Rabb! Aku memberi salam dan mempersembahkan (ketiga Surat) ini untuk seluruh Awliya dan Anbiya dalam Kerajaan-Mu dari Timur ke Barat! Aku menyalami mereka dan mempersembahkan ketiga Surat al-Ikhlash ini bagi mereka. Semoga Engkau menerangi hatiku dengan Cahaya-Cahaya mereka, jadikanlah aku hamba yang bercahaya yaa Rabb! Semoga Engkau kirimkan padaku dari himmat/dukungan mereka dan membuatku lebih hidup yaa Rabb!”

Jika kalian terus melakukannya selama 40 malam, kalian akan dipanggil untuk masuk ke dalam Majelisnya Nabi Muhammad (saw) atau paling tidak kalian akan diperkenankan untuk mengunjungi majelisnya para Awliya di dalam mimpi kalian. Keberkahan turun dengan menyebutkan nama-nama mereka!

DUA BEFORE SLEEPING
[Note: Mawlana recited this in English.]
Before sleeping, recite three times Surah Ikhlas (Qul Huwa Allahu Ahad), then say:
.
“O Lord! I give salams and present this to all #awliyaand prophets in Your Dominions from East to West! I greet and present all of them these three Ikhlas. May You illuminate my heart with their Lights, let me be radiant, O Lord! May You send me from their himmat/support and enliven me, O Lord!”
.
If you keep this for forty nights, either you will be called to #ProphetMuhammad‘s assemblies or at least you may be granted to visit the assemblies of awliya in your dreams. Blessings descend in mentioning their names!
~Mawlana Shaykh Nazim 💞 #Sufilive

Setiap Wali Berenang di Samudra yang Berbeda-Beda

22048102_1465516496836032_4743601828708578890_o

Setiap wali berenang dalam samudra yang berbeda, dari sana ia memberi pada para pengikutnya. Tergantung pada level wali tersebut, apa yang kalian minum akan semakin manis dan lebih manis lagi. Ada samudra yang rasanya asin, dan ada pula yang manis seperti air sungai yang segar. Air terjun Niagara bagaikan samudra, tetapi rasanya manis. Jadi tergantung pada level mereka, awliyaullah mengangkat murid-murid mereka bersamanya untuk minum dari samudra tempat mereka minum.

Mereka tidak senang bila pengikutnya minum dari tempat lainnya; semuanya harus minum dari tempat yang sama agar dapat memuaskan dahaga mereka menurut tingkatan ilmunya. Ketika wali itu mengangkat mereka dan memberi mereka minum dari ilmu tersebut, dari Mata Air Awet Muda, hati mereka menjadi bersinar; hati mereka menjadi permata ketika Syekh membersihkannya dengan menyingkirkan pengotor-pengotornya dengan air dari samudra tersebut.

 

Every wali swims in a different ocean, from which he gives his followers. Depending on the level of that wali, what you drink will become sweeter and sweeter. There are oceans that are salty and some that are sweet like fresh-water rivers. Niagara Falls is like an ocean, but it is sweet. So depending on their levels, awliyaullah raise their students with them to drink from the ocean they are drinking from.

They don’t accept to have their followers drink from something else; all have to drink from the same place in order to quench their thirst according to that level of knowledge. When he raises them and gives them to drink from that knowledge, from that Fountain of Youth, they become shining in their hearts; their hearts turn into a jewel when the shaykh cleans it by taking away the dirtiness with that ocean of water.

Mawlana Shaykh Hisham Kabbani
Nazimiyya Indonesia