Jangan Biarkan Setan Masuk

20286780_10154832645475886_6104109338781546293_o

Siapa yang mengganggu keamanan orang? Setan. Orang-orang seperti anak-anak, mereka datang ke dunia dalam keadaan fitrah, tetapi ketika mereka tumbuh dewasa, Setan membuat mereka melakukan berbagai perbuatan buruk. Misalnya, sebelumnya kita tidak pernah mendengar tentang narkoba yang digunakan orang-orang semuda sekarang. Narkoba membunuh mereka dan juga masa depan mereka, karena mereka mendengarkan dunia dan Setan, yang menunjukkan kepada mereka bahwa dunia adalah Surga. Jangan biarkan Setan masuk di antara kalian dan Allah (swt) sebagaimana ia masuk di antara Adam (as) dan anak cucunya untuk membawa mereka ke jalan yang salam, dan mereka tidak mendengarkan perintah Allah.

 

Who disrupts people’s safety? Shaytan. People are like children, they come to dunya with innocence, but when they grow up Shaytan makes them to do all kinds of bad things. For example, never before have we heard of such drugs that people are now using and from such a young age. They are being killed as well as their future, because they are listening to dunya and Shaytan, who is showing them dunya is Paradise. Don’t let Shaytan enter between you and Allah (swt) like he entered between Adam (a) and human beings to take them to the wrong way, and they did not to listen to Allah’s order.

Shaykh Hisham Kabbani

Matahari Cinta

WhatsApp Image 2017-07-31 at 12.11.31 PM.jpeg

Setiap hari matahari bersinar. Silakan wahai Syah Mardan. Matahari, ada matahari yang dapat kita lihat dan ada pula matahari yang bersinar dari sisi spiritual. Allah (swt) membuat matahari terbit setiap hari. Ia memberikan cahaya. Allah berfirman, “Aku memberi cahaya pada hamba-hamba-Ku.” Itu adalah matahari yang dapat kita lihat.
Ada pula matahari spiritual yang memberi pencerahan kepada qalbu kita dan membawa kita lebih dekat kepada Allah (swt). Setiap hari adalah hari yang baru. Setiap hari matahari cinta yang baru terbit. Allah menginginkan cinta dari kita. Dia ingin agar kita mencintai-Nya. Dia berfirman, “Cinta, wahai manusia, cintai dan hormatilah Aku. Segala sesuatu untukmu.”

 

The Sun of Love

Every day the sun rises. Go ahead O Shah Mardan. The sun, there is a sun that we can see and another sun that rises from the spiritual side. Allah Almighty makes the sun rise every day. It gives light. He says, “I give My servants light.” That is the sun we can see.
There is also a spiritual sun that brightens our heart and brings us closer to Allah Almighty. Every day is a new day. Every day a new sun of love rises. Allah wants love from us. He wants us to love Him. He says, “Love, O people, love and respect Me. Everything is for you.”

Mawlana Shaykh Nazim

Memikirkan Gosip

20424208_10209531492426269_5339341037670509954_o

Wahai Muslim! Selama kalian memikirkan gosip-gosip setani, mereka akan membuat qalbu dan pikiran kalian menjadi tidak tenang. Apa obatnya? Ketika kalian bertafakur dengan menyambungkan qalbu kalian dengan qalbu syekh, kalian akan merasakan kekuatan itu masuk dan memenuhi diri kalian.

O Muslims! As long as you think about devils’ gossips, they will make your heart and mind restless. What’s the remedy? When you meditate by connecting your heart with the shaykh’s heart, you will feel that power enter you and flood your entire being.

~Shaykh Hisham Kabbani 💕

Bangunlah Rumahmu dengan Infrastruktur yang Kokoh

20292851_10154832640405886_1950019206814093767_n
Jika Setan datang kepada kalian dengan gosip, ceklah terlebih dahulu, apakah itu benar atau tidak. Jangan membangun rumah kalian di atas reruntuhan karena ia akan hancur berkeping-keping; pastikan kalian membangun rumah dengan infrastruktur yang kokoh, kalau tidak ia akan runtuh ketika ada badai atau gempa bumi, jadi bangunlah dengan kerangka baja yang kokoh.
If Shaytan comes to you with gossip, check if it is correct or false. Don’t build your home on ruins as it will fall to pieces; make sure your home is built on a solid infrastructure or it will fall due to a tornado or earthquake, so build it on solid iron.
 
Shaykh Hisham Kabbani
Nazimiyya Indonesia

Kalian akan bersama dengan Orang yang Kalian Cintai

20264708_1408615415859474_5185796315776713309_n
 
Jika kalian mencintai seseorang, kalian akan membawakannya sebuah cincin pada setiap perayaan sebagai pernyataan cinta kalian. Saya tidak tahu ada berapa perayaan yang orang lakukan dalam setahun, tetapi ada perayaan Natal, Tahun Baru, Hari Valentine, tetapi perayaan-perayaan ini sifatnya terbatas, tidak seperti kalian memberi hadiah setiap saat.
 
Tetapi dari Allah (swt), kalian menerima hadiah setiap saat, apakah kalian menyadarinya atau tidak, Dia tidak peduli. Itulah makna karam, kebaikan/kemurahan (Allah). Apakah kalian mencintai Tuhan kalian? (Ya!)

Ada ungkapan yang sangat terkenal, “Pada Hari Kiamat, orang akan dibangkitkan bersama dengan orang yang mereka cintai.” Kalian akan bersama orang-orang yang kalian cintai, yang artinya dari tingkat terendah hingga yang tertinggi, jika kalian mencintai seseorang, kalian akan berkumpul bersama.
 
Bagaimana menurut kalian tentang seseorang yang mencintai Nabi (saw)? Dia (swt) yang mengatakannya, bukan kita. Jika kalian mencintai Nabi (saw), kalian akan bersama beliau (saw)! Jika kalian mencintai Allah, Allah (swt) akan membawa kalian ke Surga!
 
Setiap orang di sini mengatakan, “Ya Rabbii, kami mencintai-Mu, kami mencintai-Mu!” Namun, ucapan itu berasal dari lidah, bukan dari qalbu; ucapan yang keluar dari qalbu lain lagi.
 
Bahkan walaupun ia keluar dari lidah, itu juga sudah cukup, karena kalian akan bersama dengan orang-orang yang kalian cintai.
 
You Will Be with Whom You Love

If you love someone, you will bring her a ring on every anniversary as an expression of your love. I don’t know how many events there are during the year, but there is Christmas, New Year’s, Valentine’s Day, but these moments are limited; it is not as if you are giving her a gift every moment.

But from Allah (swt) you receive a gift in every moment. Whether you know it or not, He doesn’t care. That is the meaning of karam, generosity. Do you love your Lord? (Yes!)
There is a very famous saying, “On the Day of Judgment people will be resurrected with whom they love.” You will be with the ones you love, which means from the lower level all the way up, if you love someone, you will be together.

What do you think about someone who loves Prophet (s)? He said it, we didn’t say it. If you love Prophet (s), you will be with him! If you love Allah, Allah (swt) will take you to Paradise!

Everyone here said, “Yaa Rabbee, we love you, we love you!” However, it is coming from the tongue, not from the heart; to come from the heart is a different matter.
Even if it comes from the tongue, it is enough, as you will be with the one you love.

Mawlana Shaykh Hisham Kabbani

Nazimiyya Indonesia

Doa Mawlana Shaykh Hisham Kabbani ( ق )

20245855_1408618419192507_3379347733381069958_n

Kita berharap bahwa Nabi (saw) berkenan mengizinkan kita untuk bersamanya melalui penglihatan spiritual atau secara nyata, untuk melihat wajahnya yang bersinar. Kita adalah hamba-hamba yang lemah. Kita mengharapkan pengampunan Allah. Kita memohon ampun kepada Allah (swt) dan kepada Nabi (saw). Narju an nara thak al-wajh al-musyriq bi nuurillah. wa narju rahamtullah wa maghfiratah.
Allah berfirman,
وَلَوْ أَنَّهُمْ إِذ ظَّلَمُواْ أَنفُسَهُمْ جَآؤُوكَ فَاسْتَغْفَرُواْ اللّهَ وَاسْتَغْفَرَ لَهُمُ الرَّسُولُ لَوَجَدُواْ اللّهَ تَوَّابًا رَّحِيمًا

wa law annahum idz zhalamuu anfusahum jaa’uuka wastaghfirallah, wastaghfara lahum ar-rasuula la-wajadullaha tawaaban rahiima.

Sesungguhnya jikalau mereka ketika menganiaya dirinya datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rasul pun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang. (an-Nisa, 4:64)

ad-dunya jiifatun wa tulabuha kilabuha.
Dunia ini adalah bangkai dan yang mengejarnya adalah anjing-anjing.

Semoga Allah menghapus dosa-dosa kita dan mengizinkan kita masuk melalui Pintu Ikhlas.   Dunia ini bukan apa-apa, para pencarinya adalah anjing-anjing. Sultan hadzihi dunya la tazin `indallah janaha ba`uuda. bal bi maghfiratih. wa bi jahi Sayyidina Muhammad (saw) wa bi jahi awliyaullah wa khasatan bi Mawlana Shaykh Nazim huwa ghawth al-wilaya wa qutb … huw a`alamuu bi haalina wa laa na`lam haalihi.

Kita tidak dapat bergantung pada amal perbuatan kita, tetapi kita bergantung pada Rahmat Allah. Semoga Allah memberi kita demi kemuliaan para syuyukh kita, khususnya demi kemuliaan syekh kita, Syekh Nazim (q). Beliau mengetahui keadaan kita tetapi kita tidak mengetahui keadaan beliau.

Wahai Mukmin! Kita memohon kepada Allah untuk membawa kita ke hadirat Nabi Muhammad (saw)! (Mawlana Syekh Hisyam berdiri) tawassul du`a. nahnu fii ibtida al-sannah al-mubarak.

Kita berada di awal tahun, bulan terjadinya hijrah Nabi (saw) dari Mekah ke Madinatu ‘l-Munawwara bersama Sahabat terbaiknya, Sayyidina Abu Bakr ash-Shiddiq (ra). Dan pujian terbaik dan keberkahan semoga tercurah padamu wahai Sahabat yang terdekat dengan Nabi (saw), khalifah beliau, dan yang bersaksi membenarkan risalahnya!

Semoga Allah membawa kita bersama Sayyidina Abu Bakr ash-Shiddiq (ra) dan bersama Sayyidina `Umar al-Faruuq (ra), yang memisahkan antara yang haqq dan yang batil, yang juga merupakan ayah mertua Nabi (saw).

Shalawaat dan salaam semoga tercurah pada Sayyidina `Utsman ibn `Affan (ra), pemilik dua cahaya dan sang pengumpul Qur’an dan yang mendermakan uangnya.

Dan ash-shalaat wa ‘s-salaam pada Sayyidina `Ali, karamAllah wahjahu, semoga Allah memuliakan wajahnya. Nabi (saw) bersabda tentangnya, “Aku adalah kota ilmu dan `Ali adalah pintunya.” Semoga keberkahan dan kedamaian senantiasa tercurah pada Sayyidina `Ali (ra)!

Shalawaat dan salaam semoga tercurah kepada kedua Shabab ahl al-Jannah, al-Hasan dan al-Husayn (ra)! Shalawaat dan salaam semoga tercurah juga kepada istri-istri dari Baginda Nabi (saw).

Mawlana Shaykh Hisham Kabbani

 

Dua of Mawlana Shaykh Hisham Kabbani ( ق )

We hope that Prophet (s) will allow us to be with him through vision or reality, to see his shining face. We are weak servants. We are hoping for Allah’s forgiveness. We are asking forgiveness from Allah (swt) and from Prophet (s). Narju an nara thak al-wajh al-mushriq bi noorillah. wa narju rahamtullah wa maghfiratah.
Allah said:

وَلَوْ أَنَّهُمْ إِذ ظَّلَمُواْ أَنفُسَهُمْ جَآؤُوكَ فَاسْتَغْفَرُواْ اللّهَ وَاسْتَغْفَرَ لَهُمُ الرَّسُولُ لَوَجَدُواْ اللّهَ تَوَّابًا رَّحِيمًا
wa law annahum idh dhalamoo anfusahum jaaooka wastaghfirallah, wastaghfara lahum ar-rasoola la-wajadoolaha tawaaban raheema.

If they had only, when they were unjust to themselves, come unto thee and asked Allah’s forgiveness, and the Messenger had asked forgiveness for them, they would have found Allah indeed Oft-returning, Most Merciful. (an-Nisa, 4:64)

ad-duny jeefatun wa tulabuha kilabuha.
This life is a corpse and those who seek it are its dogs.

May Allah take away our sins and let us enter from the Door of Sincerity.
This world is nothing; its seekers are dogs. Sultan hadhihi dunya la tazin `indallah janaha ba`ooda. bal bi maghfiratih. wa bi jahi Sayyidina Muhammad (s) wa bi awliyaullah wa khasatan bi Mawlana Shaykh Nazim huwa ghawth al-wilaya wa qutb … huw a`alamoo bi haalina wa laa na`lam haalihi.

We cannot depend on our actions but on the Mercy of Allah. May Allah give us from the honor of our shaykhs, especially from the honor of our shaykh, Shaykh Nazim (q).He knows our states and we do not know his state.

O Believers! O Mu’mins! We are asking Allah to bring us into the presence of the Prophet Muhammad (s)! (Mawlana Shaykh Hisham stands) tawassul du`a. nahnu fee ibtida al-sannah al-mubarak.

We are at the beginning of the year, the migration of the Prophet (s) from Mecca to Madinatu ‘l-Munawwara with his best friend and companion, Sayyidina Abu Bakr as-Siddiq (r). And the best of praises and blessings on you who is the closest to Prophet, his khalifah, and you testified to the truth of his message!

May Allah bring us with Sayyidina Abu Bakr as-Siddiq (r) and with Sayyidina `Umar al-Farooq (r), who divided between truth and falsehood, and who is the father-in-law of the Prophet (s).

Salawaat and salaam on Sayyidina `Uthman ibn `Affan (r), the possessor of two lights and the gatherer of the Qu’ran who gave from his money.

And as-salaat wa ‘s-salaam on Sayyidina `Ali, karamAllah wahjahu, may Allah ennoble his face, about whom the Prophet (s), “I am the city of knowledge and `Ali is its door.” Prayers and peace upon Sayyidina `Ali (r)!

Salawaat and salaam on the two Shabab ahl al-Jannah, al-Hasan and al-Husayn (r)! Prayers and peace to the wives (r) of Prophet.

Mawlana Shaykh Hisham Kabbani

Seorang Mukmin adalah Cermin bagi Saudaranya

20229201_1408607679193581_2343036220097451284_n
Ketika kita mengucapkan salam, Allah mengirimkan para malaikat untuk menjawab kita dengan Salam-Nya. Lebih baik kita semua mengulangi salam kita. Para Sahabat (ra) sering berlomba-lomba satu sama lain untuk mengucapkan, “As-salam `alaykum wa rahmatullahi wa barakaatuh,” dan Nabi (saw) biasa menjawabnya dengan ucapan, “Wa `alaykum as-salaam wa rahmatullahi wa barakaatuh,” itu akan mengantarkan Nikmat Allah pada kita.

Dzikrullah akan membuat sebagaimana dikatakan, ia akan memberi kalian “kecerahan pada wajah.” Kalian mungkin tidak melihat kecarahan tersebut, tetapi orang-orang yang melihat kalian akan melihat kecerahan tersebut, karena ketika wajah kalian menjadi lebih cerah orang-orang dapat memperhatikannya, walaupun kalian tidak memperhatikannya. Dapatkah kalian melihat wajah kalian sendiri? Itulah sebabnya Nabi (saw) bersabda,

المؤمن مرآة أخيه
Al-mu’min miraata akhii.
Seorang Mukmin adalah cermin bagi saudaranya. (Bukhari, Adab al-Mufrad)

Seorang Mukmin adalah cermin bagi mukmin lainnya, bagi saudaranya, bagi orang lain yang tidak dapat melihat, ia adalah cermin baginya, dan kalian melihat refleksinya pada diri kalian karena ia mempunyai wajah yang cerah dari dzikrullah.

Jadi dzikrullah adalah penting karena ia memberi kita kecerahan di dunia dan di akhirat ia akan memberi kalian nuur, cahaya. Dan Nabi (saw) bersabda, dan setiap orang ingin masuk ke Surga, dan jangan pikir bahwa itu akan lama lagi, dunia akan berakhir. Setiap orang membuat rencana-rencana, awliyaullah tidak membuat rencana. Awliyaullah jika mereka menyukai kalian, mereka akan menjadikan kalian sebagai cermin, mereka akan menjadikan kalian sebagai seseorang yang tidak memerlukan orang lain lagi. Allah akan mengirimkan padanya (memenuhi kebutuhannya).

من قال كل يوم مائة مرة لا إله إلا الله وحده لا شريك له له الملك وله الحمد يحيي ويميت وهو على كل شيء قدير أتى الله تعالى يوم القيامة ووجهه أشد بياضا من القمر ليلة البدر

Man qaala kulli yawmin miata marratin la ilaha ill ‘Llah wahdahu laa syariika lahu lahu’l-mulku wa lahu’l-hamd yuhyii wa yumiit wa Huwa `alaa kulli syay’in qadiir aata ’Llahu ta`alaa yawma ’l-qiyaamata wa wajhahu asyhaddu bayyaad min al-qamar laylati ’l-badr.

Jadi Nabi (saw) bersabda, “Barang siapa yang setiap hari mengucapkan–man qaala kulla yawmin miata marrah:

laa ilaaha illa-Llah wahdahu laa syariika lahu lahu ‘l-mulku wa lahu ‘l-hamdu yuhyii wa yumiit wa huwa `alaa kulla syay’in qadiir,

yang (biasa) kita baca setiap selesai shalat–ia akan masuk Surga dan wajahnya akan lebih cerah daripada bulan purnama. (yakni, di antara semua penghuni Surga).

Itu berarti, barang siapa yang mengucapkan,

“la ilaha ill ‘Llah wahdahu laa syariika lahu lahu’l-mulku wa lahu’l-hamd yuhyii wa yumiit wa Huwa `alaa kulli syay’in qadiir,”

ia akan masuk Surga. Itulah sebabnya mengapa para Sahabat (ra) sering mengumpulkan adzkaar yang berbeda-beda ini yang disebutkan oleh Nabi (saw) dan kemudian menyimpannya di dalam sebuah buku kecil yang dinamakan al-Adzkaar, sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam Nawawi di dalam kitabnya, al-Adzkaar.

 

The mu’min is the mirror of his brother

When we say salam, Allah sends angels to answer us with His Salam. It is better that all of us repeat. The Sahaabah (r) used to compete with each other to say, “As-’salam `alaykum wa rahmatullahi wa barakaatuh, and Prophet (s) used to answer with: “Wa `alaykum as-salaam wa rahmatullahi wa barakaatuh,” that will bring Allah’s Favors on us.

Dhikrullah will make as it is said, give you “brightness in the face”. You might not see the brightness but those who look at you see the brightness, because when your face become more and more bright people can notice, but you are not noticing. Can you see your own face? That is why the Prophet (s) said:

المؤمن مرآة أخيه
Al-mu’min miraata akhee.
The mu’min is the mirror of his brother. (Bukhari, Adab al-Mufrad)

The mu’min is the mirror of the believer, his brother, the other one who cannot see, he is a mirror for him, and you are seeing the reflection of him on you because he has bright face from dhikrullah.

So dhikrullah is important so that it gives us brightness in dunya and in Akhirah it will give you noor. And the Prophet (s) said, and everyone wants to run to Paradise, don’t think it’s going to be too long, dunya is ending. Everyone planning plans, awliyaullah don’t plan plans. Awliyaullah if they like you they make you a mirror, they make you someone not in need for anyone. Allah sends.

من قال كل يوم مائة مرة لا إله إلا الله وحده لا شريك له له الملك وله الحمد يحيي ويميت وهو على كل شيء قدير أتى الله تعالى يوم القيامة ووجهه أشد بياضا من القمر ليلة البدر

Man qaala kulli yawmin miata marratin la ilaha ill ‘Llah wahdahu laa shareeka lahu lahu’l-mulku wa lahu’l-hamd yuhiyy wa yumeet wa Huwa `alaa kulli shayin qadeer aata ’Llahu ta`alaa yawma ’l-qiyaamata wa wajhahu ashaddu bayyaad min al-qamar laylati ’l-badr.

So the Prophet (s) said, “Whoever says every day, that is every day, man qaala kulla yawmin miata marrah:

laa ilaaha illa-Llah wahdahu laa shareeka lahu lahu ‘l-mulku wa lahu ‘l-hamdu yuhyee wa yumeet was huwa `alaa kulla shay’in qadeer,

which we recite after every prayer, he will enter Paradise and his face will be brighter than the full moon, (ie. the amongst all the people of Paradise).
It means anyone who says, say,

“Laa ilaaha illa-Llah wahdahu laa shareeka lahu lahu ‘l-mulku wa lahu ‘l-hamdu yuhiyy wa yumeet wa huwa `alaa kulla shay’in qadeer,”

will take you to Paradise. That is why the Sahaabah (r) used to collect these different adhkaar that Prophet (s) used to mention, and put in small book called al-Adhkaar, as Imam Nawawi explained in his own book, al-Adhkaar.

Mawlana Shaykh Hisham Kabbani