Setiap Wali Berenang dalam Samudra yang Berbeda

22048102_1465516496836032_4743601828708578890_o (1)

Setiap wali berenang dalam samudra yang berbeda, dari sana ia memberi pada para pengikutnya. Tergantung pada level wali tersebut, apa yang kalian minum akan semakin manis dan lebih manis lagi. Ada samudra yang rasanya asin, dan ada pula yang manis seperti air sungai yang segar. Air terjun Niagara bagaikan samudra, tetapi rasanya manis. Jadi tergantung pada level mereka, awliyaullah mengangkat murid-murid mereka bersamanya untuk minum dari samudra tempat mereka minum.

Mereka tidak senang bila pengikutnya minum dari tempat lainnya; semuanya harus minum dari tempat yang sama agar dapat memuaskan dahaga mereka menurut tingkatan ilmunya. Ketika wali itu mengangkat mereka dan memberi mereka minum dari ilmu tersebut, dari Mata Air Awet Muda, hati mereka menjadi bersinar; hati mereka menjadi permata ketika Syekh membersihkannya dengan menyingkirkan pengotor-pengotornya dengan air dari samudra tersebut.

 

Every wali swims in a different ocean, from which he gives his followers. Depending on the level of that wali, what you drink will become sweeter and sweeter. There are oceans that are salty and some that are sweet like fresh-water rivers. Niagara Falls is like an ocean, but it is sweet. So depending on their levels, awliyaullah raise their students with them to drink from the ocean they are drinking from.

They don’t accept to have their followers drink from something else; all have to drink from the same place in order to quench their thirst according to that level of knowledge. When he raises them and gives them to drink from that knowledge, from that Fountain of Youth, they become shining in their hearts; their hearts turn into a jewel when the shaykh cleans it by taking away the dirtiness with that ocean of water.

Mawlana Shaykh Hisham Kabbani

Advertisements

Rahasia Huruf BA

22104475_1465525176835164_8644663241290363896_o

Rahasia huruf “Ba” dengan titik di bawahnya adalah bahwa ia menunjukkan Sang Pintu. Ba adalah Pintu menuju Allah (swt)! Titik di bawah huruf Ba adalah seluruh ciptaan, karena ia dimulai dengan huruf pertama dari al-Qur’an suci dan al-Qur’an suci adalah Kalamullah yang bukan ciptaan. Bismillahi ‘r-Rahmaani ‘r-Rahiim adalah satu ayat dari alQur’an suci, yang artinya ia adalah Ilahiah, bukan diciptakan.

Oleh sebab itu, Ba adalah huruf yang tidak diciptakan. Hakikat di balik hal tersebut adalah bahwa Allah meletakkan Hakikat Nabi (saw) di dalamnya, sehingga Ba selalu dalam posisi sujud kepada Alif. Titiknya melambangkan `Alam al-`Ulwiyya wa ‘l-`Alam as-Sufliyya, Alam Surgawi dan Alam Rendah. Karena hormat terhadap Nabi (saw) yang selalu sujud, titik itu tidak mau berada di atas, ia tetap berada di bawah.

Ba melambangkan Hakikat Sayyidina Muhammad (saw). Allah (swt) memulai al-Qur’an suci dengannya dan memberi kemuliaan kepada Nabi (saw). Ini adalah salah satu makna dari
وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ
Wa rafa`naa laka dzikrak.
(Wahai Muhammad!) Kami telah tinggikan bagimu sebutan (namamu). (Surat asy-Syarh, 94:4)

 

 

The secret of the letter BA

The secret of the letter “Ba” with the dot under it, is that it shows the Door; the Ba is the Door to Allah (swt)! The dot under the Ba is the whole creation, because it begins with the first letter of the Holy Qur’an and the Holy Qur’an is Allah’s Ancient Words, that are not created. Bismillahi ‘r-Rahmaani ‘r-Raheem is one ayah of Holy Qur’an, which means it is Divine, not created.

Therefore, Ba is a letter that is not created. The reality behind it is that Allah (swt) put the reality of the Prophet (s) in it, which is why the Ba is always in sajda to the Alif. Its dot represents the `Alam al-`Ulwiyya wa ‘l-`Alam as-Sufliyya, the Heavenly World and the Lower World. Out of respect to the Prophet (s), who is always in sajda, the dot didn’t accept to be on top, it stayed at the bottom.

The Ba symbolizes the reality of Sayyidina Muhammad (s). Allah (swt) began the Holy Qur’an with it and gave honor to the Prophet (s). This is one of the meanings of:

وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ

Wa rafa`naa laka dhikrak.

(O Muhammad!) We have raised your remembrance. (Surat ash-Sharh, 94:4)

 

Mawlana Shaykh Hisham Kabbani
Naqshbandiyya Nazimiyya

Jadilah Hamba yang Bersyukur!

22096026_1465518643502484_5397312719260632867_o

وَقَلِيلٌ مِّنْ عِبَادِيَ الشَّكُورُ
wa qaliilan min `ibadii asy-syakuur.
Sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang berterima kasih. (Surat as-Saba’, 34:13)

Allah (swt) berfirman, “Sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang berterima kasih.” Qaliil artinya “sedikit sekali;” dibandingkan dengan miliaran, itu tidak ada artinya.

Jadi Allah (swt) berfirman, “Kalian harus termasuk yang sedikit itu,” yaitu mereka yang berterima kasih. Jika kalian termasuk min asy-syaakiriinAllah, orang-orang yang berterima kasih kepada Allah, maka Allah tidak akan merendahkan kalian, Dia akan mengangkat kalian. Tetapi kita perlu iman, karena tanpa iman, tidak akan muncul sabar dan syukur; tidak ada yang muncul! Iman membawa segalanya.

 

Be a thankful servant !

وَقَلِيلٌ مِّنْ عِبَادِيَ الشَّكُورُ

wa qaleelan min `ibadee ash-shakoor.

Only a few of My worshippers are thankful. (Surat as-Saba’, 34:13)

Allah (swt) said, “Very few of My servants are thankful.” Qaleel means “very few;” compared to billions it means nothing.

So Allah (swt) says, “You must be within that few,” who are thankful. If you are, min ash-shaakireenAllah, those who thank Allah, then Allah will not put you down, He will put you up. But we need faith, as without it neither sabr nor shukr, patience nor thankfulness come; nothing comes! Faith brings everything

Mawlana Shaykh Hisham Kabbani

Doa Sebelum Tidur

22228604_1454282567992064_7683065766313467614_n
[Catatan: Mawlana membacanya dalam bahasa Inggris.]

Sebelum tidur, bacalah Surat al-Ikhlash tiga kali, kemudian katakan,

“Ya Rabb! Aku memberi salam dan mempersembahkan (ketiga Surat) ini untuk seluruh Awliya dan Anbiya dalam Kerajaan-Mu dari Timur ke Barat! Aku menyalami mereka dan mempersembahkan ketiga Surat al-Ikhlash ini bagi mereka. Semoga Engkau menerangi hatiku dengan Cahaya-Cahaya mereka, jadikanlah aku hamba yang bercahaya yaa Rabb! Semoga Engkau kirimkan padaku dari himmat/dukungan mereka dan membuatku lebih hidup yaa Rabb!”

Jika kalian terus melakukannya selama 40 malam, kalian akan dipanggil untuk masuk ke dalam Majelisnya Nabi Muhammad (saw) atau paling tidak kalian akan diperkenankan untuk mengunjungi majelisnya para Awliya di dalam mimpi kalian. Keberkahan turun dengan menyebutkan nama-nama mereka!

DUA BEFORE SLEEPING
[Note: Mawlana recited this in English.]
Before sleeping, recite three times Surah Ikhlas (Qul Huwa Allahu Ahad), then say:
.
“O Lord! I give salams and present this to all #awliyaand prophets in Your Dominions from East to West! I greet and present all of them these three Ikhlas. May You illuminate my heart with their Lights, let me be radiant, O Lord! May You send me from their himmat/support and enliven me, O Lord!”
.
If you keep this for forty nights, either you will be called to #ProphetMuhammad‘s assemblies or at least you may be granted to visit the assemblies of awliya in your dreams. Blessings descend in mentioning their names!
~Mawlana Shaykh Nazim 💞 #Sufilive

Setiap Wali Berenang di Samudra yang Berbeda-Beda

22048102_1465516496836032_4743601828708578890_o

Setiap wali berenang dalam samudra yang berbeda, dari sana ia memberi pada para pengikutnya. Tergantung pada level wali tersebut, apa yang kalian minum akan semakin manis dan lebih manis lagi. Ada samudra yang rasanya asin, dan ada pula yang manis seperti air sungai yang segar. Air terjun Niagara bagaikan samudra, tetapi rasanya manis. Jadi tergantung pada level mereka, awliyaullah mengangkat murid-murid mereka bersamanya untuk minum dari samudra tempat mereka minum.

Mereka tidak senang bila pengikutnya minum dari tempat lainnya; semuanya harus minum dari tempat yang sama agar dapat memuaskan dahaga mereka menurut tingkatan ilmunya. Ketika wali itu mengangkat mereka dan memberi mereka minum dari ilmu tersebut, dari Mata Air Awet Muda, hati mereka menjadi bersinar; hati mereka menjadi permata ketika Syekh membersihkannya dengan menyingkirkan pengotor-pengotornya dengan air dari samudra tersebut.

 

Every wali swims in a different ocean, from which he gives his followers. Depending on the level of that wali, what you drink will become sweeter and sweeter. There are oceans that are salty and some that are sweet like fresh-water rivers. Niagara Falls is like an ocean, but it is sweet. So depending on their levels, awliyaullah raise their students with them to drink from the ocean they are drinking from.

They don’t accept to have their followers drink from something else; all have to drink from the same place in order to quench their thirst according to that level of knowledge. When he raises them and gives them to drink from that knowledge, from that Fountain of Youth, they become shining in their hearts; their hearts turn into a jewel when the shaykh cleans it by taking away the dirtiness with that ocean of water.

Mawlana Shaykh Hisham Kabbani
Nazimiyya Indonesia

Hiasi Qalbumu!

22041968_1465505436837138_4238671818289123642_o
Rumah Allah (swt) tidak perlu dihias dengan hiasan seperti pada ruangan ini, tetapi ia dihiasi dengan “laa ilaaha illa-Llah Muhammadun Rasuulullah,” yang merupakan hiasan bagi qalbu!
 
Cinta bagi Sang Pemilik Rumah tersebut adalah hiasan bagi qalbu. Bila kalian mencintai Nabi (saw) dan membaca Kalimat at-Tawhiid, kalian akan diberi kemuliaan dengan menerima pelangi yang bercahaya dari Asmaul Husna wal Sifaat Allah di dalam qalbu kalian.
 
Decorate your heart !

The House of Allah (swt) does not need to be decorated like decorations here in this room, but it is decorated with “laa ilaaha illa-Llah Muhammadun Rasoolullah,” which is the decoration of the heart!

The love for The Owner of that is the decoration of the heart. When you love Prophet (s) and read the Kalimat at-Tawheed, you will be honored to receive the shining rainbow of Allah’s Beautiful Names and Attributes in your heart

Mawlana Shaykh Hisham Kabbani

Mari Bersedekah

Miliki sebuah Kotak Sedekah di rumah, dan masukkan sejumlah uang untuk bersedekah setiap hari sebelum meninggalkan rumah.
 
Dari hadits at-Tirmidzi, dari Sayyidina Anas ibn Malik (ra) yang dicatat oleh at-Tirmidzi, min hadiitsi Anas ibni Malik `an an-nabi (s) annahu qaal, bahwa Nabi ﷺ bersabda,
إِنَّ الصَّدَقَةَ لَتُطْفِئُ غَضَبَ الرَّبِّ وَتَدْفَعُ مِيتَةَ السُّوءِ
 
Inna ‘sh-shadaqata la-tuthfi’u ghadab ar-rabb wa tadfa`u maytata ‘s-suu’.
Sesungguhnya sedekah akan memadamkan kemurkaan Allah dan mencegah kematian yang buruk. (Tirmidzi)
 
“Sedekah memadamkan kemurkaan Allah,” artinya bahwa Allah akan menghapus sepenuhnya; jika Dia murka terhadap hamba-Nya yang melakukan sesuatu yang salah. Jadi bersegeralah jika kalian berpikir bahwa kalian telah melakukan sesuatu yang salah, segeralah bersedekah. Allah (swt) mencintainya dan Dia akan menyingkirkan Kemurkaan-Nya dari hamba yang memberi sedekah. Dan sedekah itu bisa berupa apa saja, dalam bentuk uang, senyum, sebagaimana yang telah kami sebutkan sebelumnya, mengunjungi para tuna wisma, membantu mereka, atau menjenguk orang sakit, membantu saudara-saudari kalian dalam Islam; Allah (swt) menyukainya.
 
Dan yang merupakan sedekah juga adalah, ketika kalian merasa bahwa kalian telah melakukan suatu kesalahan, segeralah shalat dua rakaat, itu adalah sedekah dari hidup kalian, dari waktu kalian. Ucapkan, “Istaghfirullah,” karena itu adalah sedekah dari jiwa kalian. Sedekah dari jiwa kalian adalah dengan mengingat Asma Allah dan memohon ampunan-Nya; itu adalah sedekah, sedekah dari jiwa kalian, yaitu dengan mengatakan, “Yaa Rabb! Ini adalah untuk membersihkan diriku, untuk mensucikan diriku, aku mempersembahkannya kepada-Mu, dengan mengucapkan, ‘istaghfirullah.’” Allah (swt) mencintainya, dan Allah (swt) senang bila hamba-Nya senantiasa mengingat-Nya sepanjang waktu.
 
Dan Nabi ﷺ melanjutkan, wa tadfa`u maytata ‘s-suu’. “Sedekah yang dilakukan orang semasa hidupnya akan menyingkirkan keburukan pada hari itu, di mana bisa saja ajalnya tiba dan ia mati dengan keburukan tersebut;” sedekah itu akan menyingkirkan semua keburukan dan orang itu akan masuk Surga dan bukannya mendapat azab. Itu adalah karena sedekah! Itulah sebabnya kalian dianjurkan untuk mempunyai sebuah kotak sedekah dan setiap hari sebelum meninggalkan rumah kalian masukkan sedekah ke dalamnya, baik itu 1, 100, 1,000 (dolar atau rupiah–misalnya). Itu adalah sedekah dari kemurahan kalian. Allah (swt) Maha Pemurah dengan setiap orang dan Dia memberi kepada setiap orang, apa yang mereka sukai, jadi berikanlah sedekah dari apa yang telah Allah (swt) berikan kepada kalian. Berikan bantuan kepada orang-orang yang tidak punya, Allah (swt) menyukainya. Dengan cara ini Allah (swt) akan membersihkan kalian dari akhir yang buruk (suul khatimah).
 
Make sadaqa

From the hadith of at-Tirmidhi it is mentioned from Sayyidina Anas ibn Malik (r) recorded by at-Tirmidhi, min hadeethi Anas ibni Malik `an an-nabi (s) annahu qaal, that Prophet ﷺ said:

إِنَّ الصَّدَقَةَ لَتُطْفِئُ غَضَبَ الرَّبِّ وَتَدْفَعُ مِيتَةَ السُّوءِ

Inna ‘s-sadaqata la-tutfi’u ghadab ar-rabb wa tadfa`u maytata ‘s-soo’.
Indeed charity extinguishes the Lord’s anger and it protects against the evil death. (Tirmidhi)

“Charity extinguishes Allah’s Anger;” means Allah will completely erase; if He was angry with that servant who did something wrong. So it means immediately run, when you think to yourself that you did something wrong, immediately give a charity. Allah (swt) loves that and He takes His Anger away from that servant who does charity. And charity can be in any way: in money, in a smile, as we said before, in visiting homeless people and helping them, or sick people, helping your brother and sister in Islam; Allah (swt) likes that.

And sadaqa is also, when you see that you did something wrong, immediately you pray two raka`ats, and it is sadaqa from your life, from your time. Say, “Istaghfirullah,” as it is a sadaqa on your soul. Sadaqa on the soul is remembering Allah’s Name and asking him forgiveness; it’s a sadaqa, sadaqa from your soul, by saying, “Yaa Rabb! This is to purify and clean me, I am offering it to You by saying, ‘istaghfirullah.’” Allah (swt) loves that, and Allah (swt) loves His Servant that remembers Him all the time.

And Prophet ﷺ continued, wa tutfi’u maytata ‘s-soo’, “Charity that people do in their lives takes away the badness of the day, that someone may die with;” it takes all badness and that person will be going to Paradise instead of going to be punished. That is by sadaqa! That is why it is recommended that every day before you leave your home, have a box and put a sadaqa as much as you like:1, 100, 1,000; it is a charity from your generosity. Allah (swt) is very generous with everyone and He gives everyone what they like, so give from what Allah (swt) gave to you. Make a favor for those who don’t have, Allah (swt) likes that. So by this way Allah (swt) will clear you at death from a bad ending.

Shaykh Hisham Kabbani